
Sementara itu di markas utama Death Angel, Alex masih merasa heran dengan penyebab amarah sang gadis. Laras begitu cemburu dengan ibunya yang telah lama tiada tanpa sebab yang jelas. Bahkan gadis pujaannya itu juga mengungkit tentang gadis suruhan Tuan Xiauling. Alex semakin gemas dengan sikap yang di tunjukkan oleh Laras.
"Gadis kesayanganku itu tidak ku sangka akan semarah ini. Dia bahkan menutup panggilan telepon dariku secara tiba-tiba. Sungguh, kalau dia ada di depanku, sudah habis ku makan. Tidak akan ada satu inchipun dari lekuk tubuhmu yang akan luput dari keliaranku, kau akan ku buat lelah tiap detiknya. Itu hukuman untukmu karena telah menyiksaku terlalu lama." Gumam Alex sambil senyum-senyum sendiri mengetahui jika Laras kini menjadi gadis pencemburu.
Di saat hatinya sedang berbunga-bunga, suara ketukan pintu dari luar ruangannya itu membuat bos mafia tersadar dari lamunan yang hanya terpaku pada Laras Nugraheni. Alex segera membuka pintu, dia mendapati Chris, salah satu anggota Death Angel yang memberikan laporan jika Tuan Zhen sudah berada di depan markas utama. Alex meminta Chris untuk segera membawa Tuan Zhen masuk ke dalam ruang khusus peradilan, tempat untuk para musuh Death Angel.
Alex keluar dari ruangannya, kakinya melangkah menuju ruang khusus peradilan, di sana sudah ada pria tua yang menjadi musuh dari kedua orang tuanya, Tuan Zhen Ming.
KLEK
Pintu ruangan itu terbuka, nampak sosok yang tak asing yang sedang duduk di atas kursi dengan kondisi tubuhnya terikat. Kedua tangan dan kakinya pun sama, di bawah sinar lampu yang temaram, wajah pengecut itu samar-samar terlihat.
"Kau ternyata tak sehebat yang ku duga, hanya dengan satu tembakan, kau telah menyerah begitu saja, Tuan Zhen Ming?" Tanya Alex sambil menatap tajam musuhnya itu.
Tuan Zhen Ming masih terdiam, dia tidak merespon sama sekali ucapan Alex.
"Apa tujuanmu datang kemari?" Tanya Alex
"Kehancuranmu dan gadis pujaanmu itu." Jawab Tuan Zhen Ming.
Alex mendongakkan wajah sang musuh menggunakan tangan kanannya dengan kasar.
"Beraninya kau mengatakan hal itu saat nyawamu ada dalam genggamanku?" Tanya Alex emosi.
"Kau bos Death Angel yang menyedihkan, kau bukan saja telah membuat Laras hancur, tetapi juga kedua orang tuanya." Ucap Tuan Zhen Ming memprovokasi.
__ADS_1
BRUAAKKKK!!!
Alex menendang kursi Tuan Zhen hingga pria tua beserta kursi itu terpental jauh. Amarahnya mulai menguasai hati dan pikirannya.
"Beraninya kau mengatakan itu kepadaku?"
Amarah Alex benar-benar sudah berada di puncak, dia tidak mampu mengendalikan dirinya lagi. Dia menghampiri pria tua itu dan menghajarnya habis-habisan tanpa ampun.
Peluh di wajahnya sudah mulai menetes, kedua tangannya sudah penuh dengan bercak darah milik Tuan Zhen yang menempel saat kedua tangannya memukul wajah pria tua itu hingga berdarah. Tetapi bukannya jera, justru Tuan Zhen semakin menjadi, dia kembali memprovokasi Alex.
"Mengapa kau mengotori tanganmu hanya untuk menghajarku? kau memiliki ratusan bahkan ribuan anggota di seluruh wilayah kota, tetapi kau justru bersusah payah menghajarku di sini. Lenyapkan aku segera jika itu keinginanmu." Ucap Tuan Zhen penuh kesombongan.
"Cih, ini bukan urusan antara kau dan Death Angel, tapi antara kau dan aku, berhenti untuk menyebut nama kekasihku dengan mulut hina mu itu. Kau sudah terlalu banyak bicara, harusnya memang sudah ku lenyapkan kau dari detik pertama kita bertemu. Namun, aku urungkan niat itu, masih banyak hal yang menguntungkan jika kau hidup." Jawab Alex dengan senyum menyeringai.
"Bocah tengik, brengsek!!! hidupmu bersama gadis itu tidak akan pernah tenang, kau tahu?" Ucap Tuan Zhen emosi.
"Pria sialann!!! siapa kau berani mengguruiku? ha?"
Alex langsung menutup mulut Tuan Zhen dengan lakban yang sudah di siapkannya agar pria tua itu berhenti berbicara.
"Begini juga baik, jika kau diam, ruangan ini menjadi tenang seperti semula." Ejek Alex.
Mata Tuan Zhen melotot ke arah Alex , pandangan pria tua itu menyiratkan kebencian. Tapi dia tidak berdaya, dia berusaha memberontak, namun ikatan di kedua tangan dan kakinya terlalu kuat untuk lepas darinya.
"Nikmati malammu di sini, Tuan Zhen." Ucap Alex.
__ADS_1
Alex keluar dari ruangan yang penuh sesak dengan aura pertarungan itu. Dia meninggalkan musuhnya begitu saja, Alex meminta Chris dan Willy untuk menjaga si tua menyebalkan itu.
Setelah itu, Alex kembali ke dalam ruangannya. Dia memutuskan untuk membersihkan diri karena sebelumnya dia telah mengotori tangannya dengan menghajar Tuan Zhen hingga babak belur. Dia meletakkan ponsel di atas nakas dan segera masuk ke dalam kamar mandi.
Beberapa menit kemudian sesi pembersihan diri telah usai, dengan masih berbelit handuk di pinggang, Ia mengeringkan rambutnya dengan handuk yang lain.
Alex duduk di samping ranjang, Ia mengambil ponselnya yang sebelumnya bos mafia itu letakkan di atas nakas. Dia mulai mencari nomor ponsel sang gadis di barisan menu kontak ponsel miliknya, setelah menemukan nama "Future Wife" dia kemudian menekan tombol "call", cukup lama Alex menunggu panggilannya terjawab, namun dia tetap bersabar menunggu, hingga terdengar suara yang begitu indah. Alex tiba-tiba sangat merindukan sang pemilik suara.
"Sayang? kau belum tidur?" Tanya Alex.
"Aku tidak bisa tidur." Jawab Laras ketus.
"Kau masih marah?" Tanya Alex penuh kasih.
"Hm." Jawab Laras singkat.
"Sayang, dengarkan aku. Aku tidak pernah berpikir untuk bermain api dengan gadis lain di belakangmu. Jangankan bermain api, dekat dengan gadispun aku tidak pernah. Kau tahu kan, aku ini siapa? tidak ada gadis yang ingin bersanding denganku jika bukan hanya kau seorang. Jika kau masih takut aku menyakitimu, katakan apapun yang kau inginkan, aku akan melakukannya, agar kau percaya jika aku tidak akan pernah sedikitpun menggoreskan luka di hatimu, aku tidak akan pernah bersama gadis lain selain dirimu. Tentang Raihana, dia adalah ibuku yang sangat aku cintai, dia cinta pertamaku. Kau tahu jika seorang anak laki-laki pertama kali membuka mata, yang dia lihat adalah ibunya, itu yang aku rasakan. Ibuku adalah segalanya untukku. Dan untuk gadis brengsek itu, setelah ku bereskan Tuan Zhen, aku akan buktikan jika dia memang orang suruhan Tuan Xiauling, akan ku buat dia berlutut di bawah kakimu untuk meminta maaf padamu, itu janjiku." Ucap Alex tegas.
"Tuan, harusnya aku tidak cemburu berlebihan seperti ini. Aku sudah hilang akal, aku menahan diri untuk tidak menjawab panggilan telepon darimu. Namun, hatiku tidak mampu. Maaf, aku terlalu mencintaimu Tuan. Aku hanya takut kehilanganmu, aku bersikap terlalu berlebihan, maafkan aku." Jawab Laras dengan tangis tersedu-sedu.
Alex memahami perasaan sang kekasih yang trauma akan kisah masa lalu yang penuh luka dan pengkhianatan.
"Sayang, aku memahami hatimu. Jika kau meragukanku, itu adalah hal yang wajar. Tapi jangan sampai kau tidak mempercayaiku." Ucap Alex.
"Baik Tuan. Mari kita mulai semuanya dari awal lagi, aku hanya inginkan kau saja di kehidupan masa kini dan masa depan.Aku tidak sudi untuk mencintai pria lain, selain dirimu. Love u my future husband." Jawab Laras dengan lembut.
__ADS_1
"Love u too, my future wife." Ucap Alex penuh perasaan.