Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Keadaan Laras!


__ADS_3

Bos Alex sangat puas karena mampu meringkus Raf tanpa halangan yang berarti. Bonusnya lagi, dia bisa menembak kaki si pengacau yang menginginkan cinta istrinya itu.


Saat sang mafia hendak keluar dari markas Raf, Leo dan Zicko yang sudah terlepas dari ikatan tali dan lakban, berlari menghampiri sang bos kemudian memeluknya seketika itu juga.


"Bos! terimakasih sudah datang tepat waktu, aku senang sekali." Leo bahkan sampai menitihkan air matanya.


"Iya bos, aku juga, Raf itu memang sialan!" timpal Zicko penuh amarah.


"Sudahlah, daripada kalian berdua menangis, lebih baik ikut aku masuk ke dalam mobil, kita akan kembali ke markas utama. Aku ingin mengetahui seberapa kuat dia bertahan dengan siksaan lahir batin yang akan aku berikan kepadanya."


Bos mafia sangat tenang saat mengatakan hal tersebut karena dendam membaranya sudah sampai di ubun-ubun kepada Raf.


Kedua anak buahnya mengikuti titah sang bos. Mereka bertiga melangkahkan kaki keluar markas Raf dengan membawa kemenangan hakiki.


Sang mafia menaiki mobil mewah berwarna hitam kebanggaannya, sedangkan Loe dan Zicko memilih untuk bergabung bersama anggota yang lain.


Beberapa menit kemudian, mobil bos Alex dan semua anggotanya melesat jauh. Meninggalkan markas Raf dengan mayat bergelimpangan di kubu si pengecut Raf.


Di dalam mobil mewahnya, tiba-tiba ponsel sang mafia berdering. Ia segera menjawab panggilan telepon tersebut yang ternyata dari Nyonya Fira, sembari fokus menyetir.


"Halo, ada apa ibu mertua," ucap sang mafia.


"Ini aku Lex," jawab si penelepon.


Alex heran dengan jenis suara yang baru saja ia dengar, suara lembut ini bukan milik ibu mertuanya tetapi milik sang istri tercinta.

__ADS_1


"Laras?" Nama itu begitu saja terlontar dari mulut Alex, dia berharap jika itu sang istri.


"Iya, ini aku. Ehm, aku jatuh tadi Lex, tetapi sudah baik-baik saja. Ibu sebenarnya ingin membawaku ke Rumah Sakit, tetapi merubah keputusannya karena akan lebih baik membawaku ke rumah Guru Fu," jawab Laras.


Citttt...citt...citt...


Mobil Alex berhenti mendadak saat mendengar Laras mengatakan jika dirinya sedang sakit.


"Kau baik-baik saja Laras? kau sakit apa? aku akan menyusul ke rumah Guru Fu," ucap sang mafia merasa khawatir.


"Kau lakukan tugasmu, aku baik-baik saja. Aku hanya pingsan, tenanglah!" Laras menenangkan sang suami agar tidak terlalu mencemaskan dirinya.


"Benarkah itu?"


"Iya, aku baik sayangku cintaku. Di sini ada banyak orang, kau tidak perlu risau." Laras memang istri yang pengertian, dia tidak ingin membuat sang suami datang kepadanya meskipun dia butuh perhatian Alex saat ini.


"Raf? kau berhasil meringkusnya? hebat kau sayang!" Laras bangga dengan sang suami yang selalu bergerak cepat.


"Iya sayang, dia sudah berada di bawah kendaliku, dia tak akan lagi mengganggumu!"


"Hm, Lex, aku mencintaimu," ucap Laras tiba-tiba, membuatnya heran.


"Aku juga mencintaimu, ada apa ini? tidak seperti biasanya?"


"Hanya ingin mengatakannya saja, love you more."

__ADS_1


Alex merasa aneh dengan sikap sang istri, namun dia berusaha berpikir positif.


"Sayang, aku akan melanjutkan perjalanan, aku jaga diri baik-baik," pinta Alex penuh harap.


"Ya sayang!" jawab Laras penuh kasih.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Sambil nunggu up bang Alex, mampir yuk ke novel temanku.




Jangan lupa like komen fav!

__ADS_1


Love you all!


❤️❤️❤️


__ADS_2