Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 112


__ADS_3

Di sebuah pusat rehabilitasi kota barat...


"Nona, kita makan dulu," pinta seorang suster kepada pasiennya.


"Aku tidak lapar, sus," ucap sang pasien yang nampak menatap sebuah foto di tangannya tanpa berkedip.


"Apa dia suami anda?" tanya suster.


"Iya, dia tampankan sus?" jawab sang pasien.


"Tolong kau hubungi nomor ponsel yang ada di foto ini, aku ingin sekali mendengar suaranya," pinta sang pasien.


"Maaf nona, saya suster baru di sini, dokter tidak memperbolehkan saya membawa ponsel saat bekerja," jawab sang suster.


"Oh," ucap sang pasien singkat.


"Nona makan dulu ya?" pinta sang suster.


"Tidak mau, aku ingin berbicara dengannya, suamiku," ucap sang pasien sembari memeluk foto itu erat.


"Begini saja nona, kau makanlah dulu, nanti aku akan meminjam ponsel dokter Ikram dan menelpon suamimu, bagaimana? kau setuju nona?" ucap sang suster bernegosiasi.


"Baiklah, mana makananku?" ucap sang pasien.


"Aku akan menyuapimu," jawab sang suster.


"Tidak perlu sus, aku ingin makan sendiri saja, kau duduklah di sampingku, temani aku makan," ucap sang pasien.


"Ya nona," jawab suster tersebut.


Sang suster merasa senang karena dia bisa membuat pasiennya mau mendengar apa yang dia ucapkan.


"Makanan ini enak sekali," puji sang pasien.


"Iya nona, habiskan saja, agar anda segera sembuh," jawab sang suster.


Sang pasien makan dengan lahapnya, setelah selesai, sang pasien mengembalikan tempat makan yang terbuat dari stainless steel itu kepada sang suster.


"Nona, jangan lupa minum air putihnya," ucap suster mengingatkan.


Sang pasien meraih gelas berisi air putih yang di berikan kepadanya, lalu dia meminumnya sampai habis.


"Aku ingin bicara dengan suamiku," ucap sang pasien menagih janji.


"Oh, baiklah, aku akan mengembalikan alat makan ini, setelah itu kau bisa berbicara dengan suamimu, kau senang nona?" tanya suster.


"Senang sekali sus," jawab sang pasien.


Sang suster meninggalkan pasiennya yang sangat hari ini sangat penurut itu. Setelah keluar dari kamar nomor 18, sang suster berjalan menuju ruangan dokter Ikram.


Tok...tok..tok...


Sang suster mengetuk pintu ruangan dokter Ikram.


KLEK


Pintu itu terbuka, dokter Ikram bertanya kepada sang suster.

__ADS_1


"Ada apa sus?" tanya dokter Ikram.


"Saya ingin bicara penting dengan anda," jawab sang pasien.


"Baiklah," ucap dokter Ikram sembari mempersilakan suster untuk masuk ke dalam ruangannya.


Dokter Ikram meminta suster itu duduk.


"Apa yang ingin kau bicarakan denganku?" tanya dokter Ikram.


"Pasien kamar nomor 18 ingin menelpon suaminya, bisakah dokter mengizinkan saya meminjam ponsel anda?" pinta sang suster.


"Dia teman tuan Alex Fernando, tidak masalah untuknya meminjam ponselku," ucap dokter Ikram.


Dokter Ikram memberikan ponsel miliknya kepada suster.


"Terimakasih dok," ucap sang suster.


"Sama-sama, kau harus jaga nona Livy Garcia dengan baik," pinta dokter Ikram.


"Tentu dok," jawab sang suster.


...☘️☘️☘️...


Di Paradise Land...


Saat Laras keluar dari kamar mandi, Alex terlihat sedang menerima telepon.


"Livy, kabarku baik, bagaimana dengan kabarmu?" tanya Alex.


"Kau sedang menelpon?" tanya Laras.


"Iya sayang, ini Livy yang menelpon, kau mau bicara dengannya?" tanya sang suami.


"Boleh," ucap Laras dengan tubuh masih berbelit handuk.


Alex menyerahkan ponsel miliknya kepada sang isteri, dia was-was, jika Laras akan mengamuk.


"Kau Livy?" tanya Laras di sambungan telepon.


"Iya, kau siapa?" jawab Livy.


"Aku isteri dari Alex Fernando," ucap Laras tegas.


"Oh," jawab Livy.


"Apa maksudmu dengan oh?" tanya Laras.


"Aku ingin bicara dengan suamiku, bukan denganmu," jawab Livy ketus.


"Apa bedanya? maaf, suamiku sedang sibuk, lain kali saja kau hubungi dia," ucap Laras sembari menutup panggilan itu.


Dia menatap tajam mata sang suami, Laras mengembalikan ponsel milik Alex dan segera mengenakan pakaian.


"Sayang?" tanya Alex.


"Hm," jawab Alex.

__ADS_1


"Aku tidak menghubunginya," tukas Alex.


"Aku tahu, tapi lebih baik kau segera selesaikan urusanmu dengan wanita itu, pergilah!" usir Laras.


Laras mencoba mendorong tubuh kekar Alex yang sangat berat itu, dia tidak mampu menggeser se-inchi 'pun tubuh sang suami yang masih berdiri di depannya, Laras meneteskan airmata meskipun dia masih mencoba tetap tegar.


"Aku hanya mencintaimu, baby," rayu Alex.


"Dokter Ikram mengatakan jika kondisi Livy sudah membaik, aku adalah obat terbaik untuknya, dua bulan lagi Livy akan sembuh dan sadar sepenuhnya," jelas Alex.


"Dua bulan? aku tidak sanggup untuk menunggu dua bulan, selesaikan! beri dia penjelasan, aku yakin, dia hanya berpura-pura," pinta Laras.


"Jiwanya terguncang, aku tidak tega padanya," jawab Alex.


"Kau seorang mafia kan?" tanya Laras.


"Mafia juga manusia sayang!" jawab Alex.


Bos Alex merasa tidak berdaya saat berhadapan dengan sang isteri, sangat sulit menjelaskan jika dia hanya mencintai sang isteri.


Saat terjadi perdebatan antara Laras dan Alex, ponsel milk Alex kembali berdering, dia melihat layar ponsel itu dan melihat ada pesan dari Richi. Sang isteri terlihat kesal, dia pergi begitu saja meninggalkan sang suami.


'Bos, geng Shadow berada di Jepang, mereka belum menampakkan diri secara jelas, tetapi aku rasa ini hanya taktik mereka untuk mengelabuhi kita,' Isi pesan Richi.


Alex kemudian menghubungi Richi melalui sambungan telepon untuk berbicara lebih jelas.


"Richi, kau terus selidiki tentang hal itu, aku sedang ada sedikit masalah jadi belum bisa membahasnya, akan aku selesaikan nanti," pinta Alex.


"Oh, apa kakak ipar baik-baik saja?" tanya Richi.


"Dia baik, hanya sedang merajuk," jawab Alex berbisik.


"Haha...baiklah, kau jelaskan kepada isterimu, apapun masalahnya harus di selesaikan dengan kepala dingin," saran Richi.


"Cih! kau belum tahu rasanya, hanya bisa bicara!' tukas bos Alex kesal.


"Resiko menikahi wanita yang memiliki cinta berlebih padamu, kau harusnya bahagia Lex," ejek Richi.


"Diam kau Richi," ucap Alex yang di buat pusing oleh sang isteri.


"Haha, kau kacau sekali Lex, kau bukan bos mafia lagi kalau sedang menghadapi isterimu," ledek Richi.


"Diamlah!" ucap bos Alex.


"Haha, geli rasanya, aku tidak bisa berhenti tertawa," jawab Richi.


"Sialan," umpat bos Alex.


"Terlalu banyak wanita di hidupmu Lex, isterimu akan meradang setiap hari," celetuk Richi.


"Haish! itu kan masa lalu, mereka hanya teman minumku tidak lebih," jawab Alex.


"Hahaha, teman minum yang selalu mengajakmu bermain? aku ingat, waktu itu kau hampir membunuh seorang wanita hanya karena sang wanita menyentuh tubuhmu saat kau terpengaruh minuman beralkohol," ucap Richi.


"Jangan berbicara tentang wanita, jika isteriku tahu, baby A ku akan lama hadir! cukup, aku akan membujuk isteriku agar dia tidak marah lagi," ucap Alex langsung menutup panggilan teleponnya dan bergegas menyusul sang isteri yang sedang marah padanya itu.


...☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2