Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Aldren yang malang


__ADS_3

Pria yang aku itu terjatuh di kedalaman jurang yang sangat curam, dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya tapi tidak bisa melakukan apapun, dia ingin sekali berteriak dan menjerit minta tolong, namun rasanya tidak mungkin karena terlalu gelap berada di dalam sebuah hutan.


"Sial! mengapa aku harus mengalami hal seperti ini, aku hanya ingin kekuasaan dan gadis bernama Laras. Bagaimana bisa aku bernasib malang seperti ini!"


Aldren meratapi kesedihan nya yang tiada henti itu, dia menangis tanpa ada seorang pun di sampingnya.


Saat ada suara derap langkah, dia sekeras mungkin mengeluarkan suaranya meskipun hanya terdengar seperti rintihan.


"Ada orang di sana? hallo? aku tim penyelamat! katakan sesuatu jika kau masih hidup!"


Seorang tim penyelamat yang dikerahkan oleh eh anak buah Tuan Win bergerak cepat masuk kedalam jurang dan langsung mendapatkan mobil yang rusak itu, pria itu kemudian mengecek setiap detail mobil dan mendapati Aldren di dalamnya. Pria itu dan beberapa orang yang bersamanya kemudian menyelamatkan pria malang itu, nasib baik masih bersamanya karena hanya luka ringan yang ia dapati tetapi kedua kakinya terasa mati saat ia gunakan untuk melangkah, alhasil, pria penyelamat harus menyediakan tandu untuk mengangkatnya.


Beberapa menit setelah penyelamatan itu, Aldren langsung dievakuasi. Tim membawanya naik ke atas dengan medan yang cukup berat, setelah mampu melewati medan tersebut sang korban langsung dimasukkan ke dalam ambulans.


Aldren tiba-tiba pingsan saat berada di dalam ambulans, salah satu anggota dari Tuan Win yang ikut dalam pencarian tersebut langsung memberikan kabar kepada bosnya bahwa Aldren telah ditemukan.


"Bos, Al telah ditemukan tetapi dia pingsan," lapor anak buah yang ini berada di dalam mobil ambulans.


"Bagus, aku akan pergi ke rumah sakit, tunggu aku dan saudaraku datang!" jelas sang anak buah.


"Oke bos!"


*******


Tuan Zash merasa lega karena pria yang sangat ia kenal terhindar dari kecelakaan maut, meskipun mengetahui Al adalah pemimpin sebuah geng yang membahayakan, akan tetapi dia menjadi iba karena Al sekarang tidak memiliki apapun selain keputusasaan.


Dia mengajak Tuan Win untuk membantu Al dalam proses penyembuhan, sang saudara sangat siap untuk membantu, tapi Ini masalahnya di balik kecelakaan yang dialami, sesuatu yang pasti sudah terjadi.


Tuan Win mengatakan ingin menyelidiki terlebih dahulu, sudah membayar semua biaya pengobatan serta operasi Al.


Keduanya sudah siap untuk berangkat ke rumah sakit, Tuan Zash merasa pusing karena terlalu lelah mencari Al.

__ADS_1


Dia mengatakan Tuan Win saja yang menyetir, padahal pria itu phobia menyetir.


"Sial! aku sudah lama tidak mengendarai mobil tetapi untuk dirimu aku akan melakukannya!" Tuan Win mengumpat, dia kesal karena harus menyetir lagi.


"So sweet! baik sekali!" Tuan Zash justru menggoda yang membuatnya tidak tahan untuk tertawa.


"Haha ... kau bilang merasa pusing, tapi banyak bicara? apakah berpura-pura pusing?" Si Tuan Win menatap pria yang ada di sampingnya. Dia merasa saudaranya itu ingin mengetes dirinya, sudah sembuh atau belum dari phobia.


"Aku benar-benar pusing karena memikirkan tentang bocah kira itu yang tiba-tiba menjadi penjahat!" Tuan Zash masih terkejut atas apa yang ia ketahui akhir-akhir ini, bocah gila menjelma menjadi penjahat yang sangat ditakuti di kota itu, tetapi dia mampu menyembunyikannya dengan wajah baru yang lebih baik, semua kebaikan yang dilakukan menutup semua keburukannya.


"Banyak orang menjadi jahat karena kekuasaan, jangan pernah menjadi pria yang polos seperti biasanya! aku dan dirimu jauh berbeda karena kau tidak ingin terlalu terjerumus ke dalam permasalahan orang-orang yang selalu berada di samping mafia. Aku memahamimu sejak dulu tetapi aku ingin kau mengetahui suatu hal jika seorang mafia bukan orang yang buruk, ada beberapa orang memiliki julukan itu tetapi hatinya cukup, dia adalah temanku, Alex Fernando. Kau harus berkenalan dengannya karena jika tidak kau akan menyesal, dia mafia yang humoris dan tidak kejam sama sekali," jelas Tuan Win memuji sang mafia yang terkenal baik hati saat bersama teman dan kejam saat berada di dekat musuh.


"Kau jadi menyetir tidak? aku sudah tidak sabar bertemu dengan bocah gila itu, aku merasa kasihan jika dia sendirian di sana. Dia tidak memiliki siapapun selain diriku yang yang menjadi tempat berkeluh kesah, dia itu pria yang kurang ajar karena hanya datang saat memiliki kepentingan saja denganku." Tuan Zash merasa sedih saat mengingat kenangannya bersama Aldren, pria nasib kurang baik yang selalu ia bela selama ini tetapi ternyata dia bukan orang baik.


"Iya, aku akan segera ini jadi kau harus memakai sabuk pengaman, juga akan melakukannya jika tidak kita akan terbentur, aku melawan phobia ku, seharusnya kau beruntung karena mendapatkan saudara yang sangat baik sepertiku, aku rela menjadi bahan percobaan untuk menyetir mobil ini." Tuan Win benar-benar dalam ketakutan yang berlebihan, dia merasa tidak mampu menyetir tetapi ini untuk sang saudara.


Dia mulai menyetir mobil itu dengan hati-hati, setelahnya tancapkan perlahan, setelah berjalan beberapa menit mobil itu sudah mulai stabil.


Tuan Zash merasa sangat senang karena saudaranya mampu melawan rasa takutnya.


Di sela perbedaan keduanya, ponsel Tuan Win tiba-tiba berdering.


Dia meminta saudara untuk menjawab panggilan itu.


"Halo? siapa ini?" tanya Tuan Zash.


"Ini nomor Tuan Win kan? apa kau lupa denganku?" tanya si penelepon.


Tuan Zash kemudian menatap layar ponsel sejenak, dia melihat nama Richi terpampang nyata di sana.


"Maaf, aku adalah Zash, saudara dari Tuan Win.Dia sedang menyetir kau bicara saja padaku!" pinta Tuan Zash.

__ADS_1


"Oh baiklah, tolong sampaikan kepadanya bahwa aku sudah mengerahkan semua anggota Death Angel untuk mengepung markas yang ada di pegunungan milik MK, rencana untuk menyerang masih menunggu dari perintah bos! tapi cepat atau lambat kita akan melakukan penyerangan, oh ya? apa kalian tahu tentang apa yang terjadi dengan Aldren? dia tiba-tiba saja hilang dari peredaran dan aku mendapatkan kabar dari anggotaku bahwa dia mengalami kecelakaan menggunakan mobil curian, apakah itu benar?" tanya Richi yang kini berada di markas MK untuk melakukan pengintaian.


"Iya Richi, sepertinya Aldren sedang dalam masalah karena dia mengalami kecelakaan, baru saja dibawa ke rumah sakit dan kami akan menjenguknya. Kau harus ikut karena ini penting!" pinta Tuan Zash mewakili saudara yang masih fokus menyetir.


"Oke, aku akan menyusul kalian, dia di rawat di rumah sakit pusat kota kan?" tanya Richi.


"Iya, dia dirawat di sana," jawab Tuan Zash.


"Baik, aku akan meminta beberapa anggota untuk datang ke sana karena tugasku di sini masih sangat penting, banyak orang yang berlalu lalang di markas MK, aku rasa mereka orang-orang penting yang sudah menjadi satu dengan MK. Aku khawatir jika pengintaian ku ini gagal Death Angel takkan mudah dikalahkan, karena kekuatan MK semakin hari semakin luar biasa. Semua orang yang bergabung dengannya tidak hanya orang-orang berduit, tapi juga orang-orang yang berpengaruh di dunia mafia. Seperti musuh bebuyutan Tuan Fudo, ada juga bergabung dengan MK, keadaan sungguh sangat genting!" Richi memberikan kabar yang sangat mengejutkan, membuat Tuan Win ketar-ketir.


"Kau tetaplah di sana jangan pergi, Alex masih sibuk dengan urusannya di sini jadi dia tidak bisa memantau, harus menjadi pilar utama! mungkin setelah ini ada juga akan menyusul, kau bersabarlah karena semuanya adalah proses! kita pasti menang melawan mereka semua!" Tuan Win berbicara dengan ponsel yang berada di mulutnya, bantuan Tuan Zash sangat luar biasa. Dia selalu menjadi partner terbaik sejak dulu.


"Baik Tuan, silakan menyetir aku masih memiliki banyak pekerjaan!" ucap Richi.


"Oke Richi, kau berhati-hatilah di sana!" jawab Tuan Win.


"Siap!"


Panggilan telepon kemudian berakhir, Tuan Win merasa lega karena semuanya berjalan dengan seharusnya, kecuali Al. Pria malang itu harus mengalami kecelakaan yang tragis.


********


Beberapa menit kemudian, mobil itu telah sampai di depan rumah sakit ...


Keduanya keluar dari mobil kemudian berjalan menuju area rumah sakit.


Dia bertanya tentang Aldren kepada petugas yang ada di bagian resepsionis.


Petugas mengatakan bahwa orang tersebut sedang dirawat usai operasi amputasi kedua kakinya.


Pria tersebut terlihat sangat frustasi, membuat para petugas kesehatan kewalahan mengawasinya.

__ADS_1


"Wah, ini sangat di luar dugaan, pria itu menjadi sangat malang karena ulahnya sendiri, kita jenguk dia. Kau yang menenangkannya karena teman terbaik adalah dirimu!"


*********


__ADS_2