Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 128


__ADS_3

Dua hari kemudian...


Bos Shadow dan The Lion bertemu, mereka berdiskusi sebentar dan berangkat bersama mengendarai mobil menuju markas Death Angel berada. Dengan jumlah anggota gabungan yang lumayan banyak, kedua geng sepakat untuk membasmi Death Angel. Butuh waktu dua jam untuk sampai di markas utama milik bos Alex, saat mereka telah masuk di pintu gerbang kawasan markas Death Angel, laju mobilnya di hadang oleh Erlan dan Zicko, serta anggota Death Angel lainnya yang sudah menyebar di kawasan itu.


"Jika masih ingin hidup, pergilah! tapi jika kalian tidak sayang dengan nyawa kalian, teruskan perjalanan kalian ke neraka," ucap Erlan.


Semua anggota gabungan keluar dari mobil, mereka berdiri di belakang bos Helian dan bos The Lion. Sorot mata penuh dendam nampak di pandangan bos The Lion kepada Erlan.


"Bekas anggota Luciver yang tidak berguna, mengapa kau tidak ikut mati bersama bosmu saja!" tukas Helian.


"Setidaknya aku harus membunuh bos Shadow terlebih dulu, baru bisa mati dengan tenang," ledek Erlan.


"Cih! brengsek kau! bosmu itu telah membuat The Lion kehilangan salah satu anggota terbaiknya, bawa Alex kepadaku, pertarungan ini tidak akan pernah terjadi," jawab Helian.


"Helian, ayolah! kau ini menuduh tanpa bukti mana bisa di sebut kebenaran? jika kau ingin memfitnah bos kami untuk menjatuhkan nama baiknya, lebih baik berpikir ulang! kau tahu riwayat pertarunganku dengan musuh bukan? jika tidak ku penggal kepalamu, jangan sebut aku Erlan!" jelas Erlan.


Bos The Lion tersentak, dia baru menyadari jika Erlan di depannya ini adalah pria berbahaya yang juga orang kepercayaan bos Luciver, dia bergidik ngeri saat mengingat Erlan membabat habis musuhnya menggunakan katana miliknya.


"Hanya gertakan saja, aku tidak perduli! kalau kau berani, kita bertarung tanpa senjata," ucap Helian masih saja sombong.


"Kau ini seperti Yanze, mulutmu penuh sampah! apa kau juga ingin mati dengan cara yang sama dengannya?" jelas Zicko.


Kedua geng saling menatap penuh amarah, satu persatu kedua anggota yang bermusuhan itu melucuti senjata yang mereka bawa di atas tanah. Pertarungan tanpa senjata siap untuk di mulai.


"Erlan! lawan aku!" ucap Helian.


"Tidak masalah!" jawab Erlan.

__ADS_1


Helian mulai menggunakan jurus ninjanya, Erlan menggunakan kemampuan bela diri wing chun-nya.


Di awal, Helian cukup lihai membalas setiap gerakan tangan Erlan, namun untuk beberapa kesempatan, dia tak mampu menandingi gerakan tangan Erlan yang sangat cepat itu. Kini mereka terlibat pertarungan sengit. Erlan tersungkur saat Helian berhasil menemukan titik lemahnya. Anggota gabungan The Lion dan Shadow cukup puas dengan pemandangan menarik ini.


"Kemampuan bela dirimu masih di bawah rata-rata tidak pantas melawan bos Helian!" celetuk salah satu anak buah Helian.


Erlan bangkit, dia masih dalam kondisi tenang.


"Ini baru permulaan, jangan merasa menang!" jelas Erlan.


Mantan anggota Luciver itu kembali ke performa terbaiknya. Tidak butuh lama untuk segera mengakhiri pertarungan yang bertele-tele ini. Helian masih percaya diri untuk melakukan hal yang lebih buruk kepada Erlan. Tapi dugaannya salah, Erlan semakin menjadi, dia memukul seluruh bagian tubuh Helian tanpa ampun. Gerakan tubuh Erlan sangat lincah dan cekatan, Helian merasa kewalahan.


Tubuh Helian roboh, di saat kondisinya terpojok, tiba-tiba saja bos Shadow itu mengeluarkan senjata dari saku celananya.


DOR...


Satu timah panas lolos dari pistol Helian menembus lengan Erlan. Helian melanggar kesepakatan, ternyata dia masih menyimpan senjata yang harusnya sudah ia lucuti sejak awal.


Dia mengambil katana yang ia letakkan di atas tanah, kesepakatan untuk bertarung tanpa senjata telah di langgar oleh Helian, kini saatnya Heliana harus mati di tangan Erlan.


"Kau mempercepat waktu kematianmu HELIAN!"


Erlan mengeluarkan katana dari selongsongnya, secepat kilat, katana itu telah menebas kepala Helian. Tubuh bos Shadow itu roboh, kini kepala dan tubuhnya telah terpisah, menampakkan kengerian yang melihatnya.


"Maju! siapa yang ingin melawanku selanjutnya? Helian busuk ini telah tewas dan kepalanya akan ku buang ke jurang, tubuhnya akan ku berikan kepada singa liar yang sering lewat di hutan ini, apa kalian juga ingin bernasib sama sepertinya?" tanya Erlan yang penuh noda darah di tangan dan katana-nya. Bercak darah itu juga menempel di tubuh serta wajahnya.


Dia kembali memasukkan katana ke dalam selongsongnya kembali. Bos The Lion menelan ludah saat melihat aksi Erlan yang mengerikan itu.

__ADS_1


Perlahan Erlan berjalan menuju bos The Lion berdiri, dia menarik bajunya dan memberikan peringatan.


"Pergi dari hadapanku atau ingin mati sia-sia seperti Helian brengsek ini!" gertak Erlan.


Anggota Shadow maju ke hadapan Erlan, " Lawan aku," tukasnya.


"Oh, kau adalah ninja terbaik Shadow bukan? mari kita kembali bermain," jawab Erlan.


Erlan kini berhadapan dengan ninja terbaik Shadow. Keduanya bermain dengan katana masing-masing. Pertarungan berlangsung sangat menegangkan karena tangan Erlan terkena sabetan katana lawan. Zicko ingin membantu Erlan, tapi dia mencegahnya karena ini bukan masalah kalah dan menang, ini tentang harga dirinya. Dengan kemampuan bela diri dan kemampuan dalam menggunakan katana yang ia dapatkan dari sang kakek, Erlan bertanggung jawab menjaga tradisi kemenangan di setiap pertarungan yang di turunkan oleh sang kakek.


"Cih! tanganmu sudah terluka, mana mungkin bisa menang melawanku," ucap ninja itu sombong.


Ninja itu ingin menginjak kepala Erlan, namun ia mampu menghindar. Erlan meraih kaki kurang ajar itu dan ia membanting tubuh sang ninja.


"Tangan kananku memang luka, tapi masih ada tangan kiri, kedua kaki dan otakku masih bisa berfungsi dengan baik," jawab Erlan.


Erlan kembali bangkit dan menginjak perut sang ninja, hingga musuhnya itu mengerang kesakitan. Katana milik musuh telah lepas dari tangannya, seketika Erlan mengeluarkan katana dari selongsongnya.


Dia menusukkan berkali-kali katana ke perut sang ninja, kini salah satu ninja terbaik Shadow telah tewas. Satu ninja lagi maju dan kembali melawan, tetapi nasibnya sama saja dengan rekannya, justru lebih tragis.


"Ini bukan sebuah tontonan,bawa rekan kalian pergi, kembali lagi kemari dengan kekuatan yang lebih baik, jika hanya ini yang kalian bisa, jangan terlalu berani masuk ke dalam markas Death Angel!" tukas Erlan memperingatkan.


Semua anggota di pukul mundur oleh Erlan, tidak ada yang berani meneruskan pertarungan. Rencana pembumihangusan Death Angel hanya mimpi semata untuk Shadow dan The Lion. Meski Helian begitu hebat di luar, tetapi bukan lawan sepadan untuk Erlan yang telah bangkit dari kematiannya.


"Lan, kau baik-baik saja?" tanya Zicko.


"Aku baik Zicko, kau segera hubungi bos Alex, mereka telah kita pukul mundur, tapi aku yakin tetap ada serangan balasan, kita harus tetap waspada, tetua Shadow tidak akan tinggal diam," jelas Erlan sambil mengusap peluh bercampur darah musuh di wajahnya.

__ADS_1


"Baik Lan, tapi mengapa kau tidak membunuh mereka semua?" tanya Zicko.


"Itu adalah wewenang bos Alex, aku hanya di minta menghabisi Helian dan dua ninja terbaiknya. Sisanya biar menjadi urusan bos Alex," jelas Erlan.


__ADS_2