Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Go Macau


__ADS_3

Perjalanan menuju bandara tidak terlalu banyak rintangan karena jalan tidak macet ataupun ada kecelakaan di jalanan. Alex terbayang akan wajah Laras, baru beberapa menit berpisah rindunya sudah menggunung.


“Apa karena aku sedang ingin manja dengan isteriku atau apa ya? aku tidak ingin lama-lama jauh darinya. Laras hamil anak ke-6 justru aku yang berlebihan dalam merindukannya. Sial! harga diri sebagai bos Death Angel turun drastis gara-gara cinta buta yang aku miliki.”


Alex seperti orang tidak waras. Dia berbicara sendiri dan mengatakan banyak hal tanpa ia sadari telah membawanya menjadi daddy mafia yang bucin.


Tersenyum adalah ekspresi yang sering Alex tunjukkan kala teringat perjuangannya dulu mendapatkan sang istri. Dia harus tertembak dan terluka hanya untuk menyelamatkan mertuanya yang ingin sekali menbunuhnya.


“Aku tidak menyangka jalan hidupku akan melenceng jauh dari tujuan awal. Aku berharap tidak akan menikah ataupun membina rumah tangga dengan seorang gadis hingga harus menjadi daddy untuk anak-anak. Semua itu hanya khayalan bagiku, tidak ada yang menjadikan hidupku lebih baik selain bertarung dan mempertahankan kekuasan. Namun, kehadiran Laras dalam hidupku mampu mengobrak-abrik tatanan kehidupan yang sudah aku susun sejak masih muda. Ini gila ya, aku tidak mampu jika pergi dari istriku, aku akan menghabisi siapapun yang akan merebutnya dariku.”


Sang mafia tak henti berkata-kata, dia hanya ingin mengungkapkan isi di dalam hatinya. Dia pria tangguh yang rapuh.


...

__ADS_1


Khayalan tentang sang istri, dia simpan di dalam sanubarinya agar tetap abadi.


Perannya sebagai daddy lima anak dan sebagai seorang suami telah usai.


Kini dia fokus terhadap tujuannya datang ke Macau.


Mobil sang mafia telah terparkir di depan bandara, dia menelepon salah satu anak buah untuk mengambil mobilnya kerena belum mengetahui kapan akan kembali dari Macau.


Lima menit kemudian Frank datang, dia segera menemui sang anak buah.


"Franklin, kau ikut aku ke Macau!" pinta Alex mendadak.


"A-apa? aku? aku tidak mau bos! masih ada banyak pekerjaan di markas. Willy sudah ada disana kan? masa iya juga ikut serta? tidak bos, nanti markas tidak ada yang urus." Franklin memang penanggung jawab utama Markas Death Angel.

__ADS_1


Dia yang akan menyelesaikan apapun yang terjadi di sekitar markas, para anggota serta pekerjaan sang mafia sebagian Frank yang menghandle.


"Ada Morgan disana, dia kan wakilmu?! biarkan dia menggantikanmu mengurus markas," pinta Alex sedikit memaksa.


"Tapi bos!" Frank seperti enggan pergi dari NY. Dia merasa tidak bertanggung jawab jika pergi bersama sang bos dan meninggalkan banyak tugas kepada Morgan.


"Morgan biar aku yang mengurusnya, aku hanya mengirim pesan kepadanya dan semuanya selesai! dia adalah salah satu anggota yang patuh kepadaku, dia merasa senang karena anak dan istrinya sampai sekarang merasa bahagia dan hidup berkecukupan, tidak seperti saat dirinya bersama Lucifer. Morgan terinjak harga dirinya." Sang mafia kembali mengingatkan bahwa semua anggota Death Angel mengetahui siapa Morgan sebenarnya.


Tidak udah merekrut orang itu menjadi anggota karena keras kepalanya serta amarahnya yang sangat mirip dengan bos Alex, segalanya tidak bisa dibendung.


Morgan salah satu anggota terbaik yang jarang ke medan perang berapa waktu ini karena tugasnya beralih menjaga diperbatasan.


...

__ADS_1


__ADS_2