
Adegan hareudang full chapter, bocil di larang mampir!
Kalau masih bandel pengen baca, mamakmu marah jangan salahkan othor ya...
Happy hareudang, eh reading gaes...
🤭🤭🤭😘😘😘😋😋❤️❤️
Angela telah sampai di pintu kamar tamu, sang suami menatap wajah Angela, dia mencium bibir sang isteri. "Kau sangat cantik Angela," ucap Richi.
"Bos memang keterlaluan," Angela marah kepada bosnya yang membuat suaminya mabuk. Angela membuka pintu kamar tamu dengan posisi masih memapah tubuh sang suami. Ia melanjutkan langkahnya menuju ranjang, ia segera merebahkan tubuh sang suami di sana. Tiba-tiba saja Richi menarik tubuh Angela dan secara otomatis jatuh di atas dada bidangnya. Mata Angela terbelalak karena terkejut.
"Dilihat dari sudut manapun kau tetaplah cantik," Richi berkali-kali memuji sang isteri.
"Suamiku, aku tutup pintu dulu, aku tidak mau bos mengerjai kita lagi," Angela ingin melepaskan diri dari dekapan sang suami, namun usahanya gagal. Richard memeluk tubuh sang isteri kemudian mengusap kepala Angela.
"Tetaplah bersamaku, jangan pergi kemana-mana," pinta Richi yang tidak ingin di tinggal oleh Angela meksipun hanya sebentar.
"Iya, aku tidak akan kemana-mana sayang, aku hanya ingin menutup pintu, kau tenanglah!" ucapan sang isteri mampu membuatnya mengalah. Dia melepas pelukannya dan membiarkan Angela menutup pintu serta menguncinya sebagai antisipasi. Bos mafia bisa melakukan apapun, dia tidak ingin kebersamaan dengan sang suami terganggu, apalagi Richi sedang dalam pengaruh obat.
Beberapa saat kemudian, setelah selesai dengan urusan pintu. Angela kembali menghampiri sang suami. Tidak di sangka Richi telah tertidur lelap, Angela lega, sang suami tidak akan kehilangan kendali. Angela mencoba melepaskan sepatu pantofel sang suami, kaos kaki, stelan jas yang membalut tubuhnya juga tak lepas dari perhatiannya. Tapi saat ia mulai membuka kancing jas sang suami, Richi membuka mata dan segera menarik tangan Angela ke dalam pelukannya kembali.
"Kau nakal ya?" ucap Richi, ia menatap wajah Angela, membelai pipi hingga dagu sang isteri.
__ADS_1
"Aku hanya membantumu melepas sepatu, kaos kaki dan jasmu, bagian mana yang kau anggap nakal?" jawab Angela dengan tubuh bertumpu di dada bidang sang suami. Kedua tangannya terhimpit antara tubuh sang suami dan tubuhnya sendiri. Posisi yang sangat dekat dan intim untuk mereka berdua. Mata keduanya juga beradu pandang, sangat berbinar karena rasa cinta yang dalam antara Angela dan Richi.
"Kau telah membangunkan sesuatu yang ku tahan sejak lama," Richi menatap Angela dengan mata sayu, ia seperti meminta sesuatu kepada sang isteri.
"Apa yang kau inginkan?" ucap Angela pura-pura tidak memahami perkataan sang suami padahal di bawah sana sudah ada yang mengganjal.
Richi membelai wajah Angela, ia menarik dagu milik sang isteri kemudian mendekatkan bibirnya dengan bibir Angela. Nafas keduanya menderu, Angela mulai terpancing oleh rayuan sang suami. Tanpa aba-aba, dia sudah melahap habis bibir Richi.
Ciuman yang intens, penuh tenaga namun lembut. Richi membalas sentuhan brutal di bibirnya dengan memeluk tubuh Angela erat. Cukup lama mereka bercumbu, belum ada tanda-tanda pertautan bibir itu akan segera terlepas.
"Sayang, maaf!" Angela tersadar jika dia terlalu menguasai permainan, dia melepaskan ciuman itu dan bangkit dari pelukan sang suami.
Lagi-lagi Richi menarik tubuh itu ke dalam pelukannya," Aku bilang tetaplah di sampingku, mengapa kau ingin selalu pergi dariku? untuk kali ini menurutlah, aku akan melakukannya dengan lembut dan berhati-hati, kau hanya perlu menikmatinya," ucap Richi yang merubah posisi Angela berada di bawahnya. Kini sang suami merasa leluasa untuk mengeksplore setiap jengkal keindahan tubuh sang isteri.
"Patuhlah sayang," jelas Richi, meminta isterinya menuruti ucapannya, karena dia ingin membuat Angela bahagia.
Richi memulai aksinya dari kening, pipi, leher hingga ke area sensitif sang isteri, dua aset yang sudah menantang di balik gaun itu mampu membuat Richi menelan ludah.
Resleting gaun yang kebetulan ada di bagian depan, membuat Richi dengan mudah melepasnya. Dengan berhati-hati sang suami mengigit ujung resleting dan menariknya ke arah bawah, kini nampak jelas pemandangan indah yang sedari tadi tertutup.
Lidah sang suami sudah menjalar kesana kemari dia area sensitif itu, kemudian melahap dengan rakus keduanya. Ia menatap wajah sang isteri yang mengigit bibirnya saat Richi meninggalkan tanda kepemilikan di sana.
Belum puas dengan dua aset sensitif itu, tangan Richi tanpa aba-aba sudah menyusup kebawah sana, memainkan perlahan-lahan dengan jari-jarinya membuat reaksi yang tak terduga dari Angela, sang isteri berusaha menahan sensasi nyaman itu namun justru tubuhnya tak mampu menolak, suara indah dari mulut Angel akhirnya terdengar, membuat Richi semakin semangat. Ia melepas gaun yang menempel di tubuh sang isteri, setelah helai kain di tubuh Angela telah terlepas, dia kembali beraksi, Richard mencium kening Angela lama sekali, dia mencoba memahami tentang dirinya dan isterinya melalui kecupan itu.
__ADS_1
"Sayang, lanjutkan," suara Angela terdengar berat, Richi semakin terpacu untuk berbuat lebih lagi.
Richi membenamkan wajahnya kembali di dua aset yang sudah banyak tanda kepemilikan itu, bermain-main di sana cukup lama, perlahan semakin ke bawah dan menemukan kelemahan Angela yang lain. Ia menjelajah kelemahan Angela dengan lidahnya, Angela tak mampu menahannya. Suara demi suara terdengar indah saat Angela mulai meracau.
Richi sudah tidak ingin lagi berlama-lama, segera ia melepas helai kain yang membalut tubuhnya dan melempar ke sembarang arah, otaknya sudah di racuni hasrat yang membara, ia segera melakukan penyatuan dengan Angela di iringi nafas naik turun yang terkesan ganas namun berirama. Keduanya menikmati momen pagi pertama mereka karena tragedi segelas wine.
Gerakan naik turun itu di iringi dengan berbagai gaya, Angela menuruti apapun keinginan sang suami.
"Obat itu membuatmu tidak waras," Angela tak bisa memungkiri jika sang suami begitu lihai dalam hal ini.
Berkali-kali tubuhnya terasa lunglai karena keberingasan sang suami yang tanpa ampun menghajarnya. Richi seperti tidak memiliki rasa lelah, Angelapun sama, keduanya memiliki kekuatan lebih dalam memuaskan hasrat masing-masing hati.
Peluh yang menetes di sekujur tubuh keduanya, menambah sensasi panas yang tercipta sejak awal mereka memulai pagi penuh semangat ini.
Dalam pelukan sang suami, Angela tersenyum bahagia. Ia tidak pernah menyangka akan melakukan hal ini juga, apalagi dengan Richi, pria tampan yang hanya mampu ia kagumi di masa lalu.
"Kak, kau ini seperti petarung sejati dan aku menyukainya," ucap Angela yang kini berada dalam pelukan sang suami, keduanya menutupi tubuh polos masing-masing dengan selimut. Richi yang terlihat belum puas, menatap wajah sang isteri penuh harap agar Angela mau meneruskan aksinya kembali karena Richi masih belum menuntaskannya.
"Lakukan saja jika kau masih kuat dan ingin," Angela menantang Richi yang masih terpengaruh obat itu. Sang suami kembali beraksi, ia benar-benar mengulangi aksinya.
Bibir keduanya kembali bertaut, hawa panas kembali terasa. Suara-suara indah mereka berdua terdengar merdu dan penuh gairah. Kali ini lebih menggila dan semakin tak terkendali.
"Sayang aku...!" Angela merasa rasa nyaman itu kembali saat sang suami berada di bawah sana, ia menjambak rambut sang suami yang nakal itu.
__ADS_1
Richi begitu Bertenaga, ia kembali melakukan penyatuan seolah rasa lelah itu tiada, gerakan naik turun yang berirama itu mampu membangkitkan gairah itu kembali. Pada akhir ronde kedua, Richi menuntaskan apa yang tertahan, ia roboh, sang suami berada di samping Angela dengan mata tertutup, Richi terlelap dalam tidurnya.
"Bos Alex memang kurang ajar, kak Richi adalah pria yang sopan, tapi gara-gara obat itu, dia seperti pemain handal," Angela memilih untuk ikut larut dalam mimpi indah sang suami, pagi ini adalah peristiwa bersejarah baginya dan Richi. Meskipun masih kesal dengan sang mafia, tetapi ia berterimakasih padanya, jika tidak terpengaruh obat, mungkin pagi pertama mereka akan hambar karena rasa canggung.