
Sesampainya di bandara...
Han Bin turun dari bis kemudian berjalan menuju bandara yang jaraknya tidak jauh dari halte bis, hanya berbekal tiga dan tubuh saja serta ponsel yang ada di saku celananya dia nekat pergi ke New York.
Awalnya, dia dikira gembel tetapi saat memiliki tiket, semua orang mengakui jika dia memang memiliki uang.
Han Bin perjalanan menuju pesawat yang akan take off, perlahan dia naik ke dalam pesawat itu dan duduk di barisan kursi paling belakang.
Beberapa menit setelahnya, Han Bin berdoa agar segera bertemu dengan Alex.
Karena tujuan utamanya ke NY adalah bertarung dengan mafia itu.
Dua pesawat lepas landas...
Dia sangat antusias untuk bertemu dengan sang mafia.
Dia dalam pesawat dia menatap foto yang berada di layar ponselnya, foto dari Tzuyu yang sangat ia rindukan kehadirannya.
__ADS_1
Foto itu menjadi di penyemangat saat dia melakukan semua kegilaannya untuk mendapatkan kembali sang kekasih.
Tanpa sengaja ia tertidur dalam pesawat, disampingnya adalah seorang yang sangat dekat dengan Alex duduk menatap pria itu.
"Sepertinya, pria ini gembel, tetapi bisa naik pesawat, sungguh hebat," ucap pria yang di ketahui adalah Richi, dia beberapa hari ini di Macau memang, atas izin dari Tuan Fudo.
Ada hal penting yang harus Richi selesaikan di sana.
Si pemuda begitu nyenyak tidurnya, sampai ponselnya terjatuh.
"Aw! mengapa kau memukulku! aku sudah membantumu kan? sialan bocah ini!" umpat Richi, dia hanya sekedar membantu tetapi mendapatkan hal yang buruk.
"Oh, maaf! aku akan mengambil ponselku ini, ini adalah benda berharga yang diberikan oleh ayah dan ibuku sebelum aku kabur, kekasihku jadi aku sangat menghargai dan saat ini!" ucap si pria yang bernama Han Bin itu.
Richi tersenyum mendengar cerita dari Han Bin. Dia merasa menjadi pria yang sangat tua, saat melihat Han Bin.
"Aku dulu juga memiliki hal berharga sepertimu, kau sangat baik menjaga semua yang kau miliki dengan hati-hati," jawab Richi memuji si pria.
__ADS_1
"Kau sendirian ke NY? apa ada tujuan penting? mencari orang tuamu? atau ingin bersekolah disana? tapi sepertinya aku hanya gembel, kau mencuri tiketnya?" Richi mengatakan segalanya yang ia ketahui, hanya dugaannya saja.
"Sialan! aku juga punya banyak uang tetapi tidak aku bawa, semuanya ada di Macau. Kau sendiri siapa? kau mau ke New York ingin apa?" tanya Han Bin kemudian.
"Aku ingin menemui bosku dan tetua, ada pekerjaan penting yang harus aku laporkan," jelas Richi.
"Siapa bos mu?" tanya si Han Bin.
"Alex Fernando, seharusnya kau tahu nama itu karena dia sangat berkuasa di Macau beberapa beberapa tahun yang lalu," jelas Richi.
"Apa? aku sedang mencari orang itu untuk kujadikan lawan dalam bertarung, kau bisa bisa antar aku bertemu dengannya?" pinta si Han Bin.
"Nyalimu boleh juga, oke! aku akan mempertemukanmu dengan bosku, tapi jika kau kalah kau harus menjadi anak buah kami, sangat cocok menjadi anggota Death Angel," tukas Richi yang melihat keberanian di dalam diri pemuda itu.
Kelak, dia akan menjadi pria yang akan menguasai dunia mafia. Dia beruntung bertemu dengan pria muda itu, jika dia diketemukan oleh MK ataupun yang tidak bertanggungjawab lainnya, akan sangat berbahaya nantinya.
.....
__ADS_1