Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 133


__ADS_3

Malam harinya...


Key melakukan aksinya di saat semua orang sedang berjaga di luar. Dia dengan lihai menggasak uang satu triliun dari brangkas. Tak lupa CCTV telah ia hancurkan sebelum membawa uang itu pergi.


Tapi aksinya di pergoki oleh Peter yang memang sudah mengetahui niat buruk Key. Dia sengaja menunggu Key di depan pintu ruang penyimpanan uang milik bos mafia. Langkah kaki Key terhenti. Peter menatap Key dengan sorot kebencian. Dia tidak pernah menyangka jika Key mampu melakukan pengkhianatan kepada dirinya dan bos Death Angel.


"Minggir Pet, aku ingin pergi!" pinta Key. Dia mencoba melewati tubuh Peter yang berdiri di depannya.


"Tunggu Key, apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan? kau telah berkhianat," Peter mencengkeram lengan Key dengan kuat.


"Lepaskan aku Pet, jika kita adalah kawan, biarkan aku pergi!" Key menatap Peter dengan ekor matanya.


Peter menjegal langkah Key, ia terjatuh. Sontak, Key langsung menarik tangan Peter dan menghamburkan bogem mentah ke wajah temannya. "Kau tahu, jika aku ingin berkuasa! tapi kau justru menghalangi langkahku! maaf aku harus menyingkirkanmu!" Key mengambil pisau lipat dari sakunya dan menusukkan pisau itu berkali di dada Peter. Percikan darah segar menempel di wajahnya.


"Hey! siapa itu!" Seorang anggota Death Angel tak sengaja memergoki aksi Key.


Seketika Key kabur dengan uang satu triliun di dalam tas hitam miliknya.


"Astaga! Peter!" ucap anggota Death Angel yang terkejut melihat sang rekan telah tewas dengan luka tusuk di dadanya. Dia mengabarkan kepada rekan-rekannya tentang kematian Peter. Semua anggota berkumpul di tempat kejadian perkara, termasuk Angela yang juga sedang berada di sana.


Angela meminta tiga orang anggota untuk mengurus jasad Peter, dua anggota lainnya untuk menyelidiki kasus pembunuhan ini.


"Angela, ini bukan hanya pembunuhan, tetapi juga pencurian uang, coba kau lihat! pintu ruang penyimpanan uang milik bos Alex telah terbuka, uang di brangkas juga banyak yang hilang," ucap salah satu anggota.


"Apa kau mencurigai orang dalam?" terka Angela.


"Iya, pintu ruang penyimpanan tidak ada tanda-tanda di buka paksa, semua sangat rapi. Hanya saja CCTV di dalam ruangan yang telah hancur," jelas salah satu anggota.


Angela mencoba mencari jejak sang pelaku. Bisa saja dia meninggalkan barang atau apapun di sana. Tanpa sengaja, Angela menginjak sebuah kartu nama, di sana tertera nama Davis Lee.


"Davis Lee? dia adalah bos mafia misterius yang hilang beberapa tahun lalu, apa mungkin dia yang melakukannya?" ucap Angela bingung.


Angela menyerahkan kartu nama itu kepada dua anggota yang telah ia tunjuk untuk menyelidiki kematian Peter. Salah satu anggota berspekulasi jika bukan Davis pelakunya, dia mengatakan jika pelakunya bagian dari Death Angel sendiri.


"Kalau dia yang melakukannya mungkin tidak, tapi anggota kita yang bekerjasama dengan Davis kemudian melakukan pembunuhan serta perampokan ini bisa saja terjadi," Pendapat dari salah satu anggota.

__ADS_1


"Apa sebelumnya ada yang aneh? misal ada hal yang membuat kalian heran dengan tingkah salah satu rekan kita?" tanya Angela.


"Tadi pagi, Key bertingkah tidak wajar," ucap salah satu anggota.


"Maksudmu?" tukas Angela penasaran.


"Dia ingin membuat geng sendiri dan menghancurkan bos kita," jelas anggota Death Angel itu.


"Cih! berani sekali," Angela di buat kesal oleh anggota yang membangkang itu.


"Key, orang dulu dekat dengan kak Justin," jawab sang anggota.


Angela kini mengerti jika pengkhianatan ini di lakukan oleh orang terdekat Justin. Ia khawatir Death Angel akan kembali terbelah setelah sekian lama menjadi satu geng yang solid.


...* * *...


Key berlari menjauh dari markas gengnya, nafasnya tersengal-sengal, yang ada di pikirannya adalah segera menyerahkan uang tersebut kepada Davis. "Sial! ponselku terjatuh! bagaimana aku bisa mengirimkan uang ini?" Key mengacak rambutnya kasar, dia merasa begitu ceroboh.


Saat kekalutan melandanya, sorot lampu sebuah mobil menghentikan langkah gontai sang pembunuh. Tak lama kemudian, seorang pria mengenakan stelan jas abu-abu dengan kacamata hitam di tangannya turun dari mobil kemudian menghampiri Key.


"Apa kau Davis?" tanya Key penasaran.


"Iya," jawab sang pria yang ternyata adalah Davis Lee.


Tanpa basa-basi, Key langsung masuk ke dalam mobil Devis kemudian duduk di jok belakang mobil.


"Mana uangku?" Devis menagih uang satu triliunnya.


"Ini, mana anggota yang kau janjikan?" tukas Key. Dia menyerahkan tas berisi sejumlah uang yang di minta oleh Davis.


Davis mengatakan jika para anggotanya ada di markas gengnya. Pria itu membawa Key pergi ke sana. Di sela perjalanan menuju markas Davis, ia melihat dari spion tengah mobil jika wajah Key penuh noda darah, "Kau baru saja menjadi pembunuh?" tanya Davis yang membuat Key terkejut.


"Kau asal bicara, siapa yang menjadi pembunuh?" Key mencoba untuk mengelak.


"Usap noda darah di wajahmu itu," ledek Davis yang tak mudah di tipu oleh Key.

__ADS_1


"Kau terlalu naif untuk melawan bosmu, belajarlah menjadi kejam seperti Alex! dia mampu membunuh puluhan orang dengan pistolnya, mencabik-cabik tanpa ampun orang yang telah berkhianat padanya, semoga saja kau tidak menjadi korban selanjutnya," ledek Davis.


"Cih, aku dan kak Justin adalah teman dekat. Aku tahu banyak tentang bosku, termasuk kelemahannya yang sangat mencintai seorang gadis bernama Laras. Jika aku berhasil menculiknya, Alex akan sangat mudah di kalahkan!" Key sangat percaya diri, selalu menggebu-gebu dalam berucap.


"Terserah kau saja! aku hanya butuh uang, Alex hancur itu bonus," ucap Davis.


Tidak terasa, markas Davis sudah ada di depan mata. Davis meminta Key turun dari mobil. "Mereka adalah anggotamu sekarang, masuklah kedalam markasku. Selamat datang di dunia Davis Lee," ucap Davis sembari merentangkan kedua tangannya.


Key merasa asing dengan dua ratus orang di depannya, wajahnya sangat serius. "Kami siap mengabdi kepadamu tuan," ucap salah satu anggota yang memberikan sambutan kepada tuan barunya.


"Terima kasih atas kesetiaan kalian, tugas pertama kalian adalah, temukan bos Alex dan gadis bernama Laras. Bunuh mereka berdua, bawa mayat mereka padaku," Key benar-benar telah di rasuki iblis, tidak ada rasa takut sama sekali dengan sang mafia.


"Baik tuan, tugas yang mudah!" jawab semua anggota serentak.


Semua anggota Key mulai bergerak mencari Alex dan Laras ke seluruh kota. Membuat kegaduhan yang nyata. Anggota kepolisian langsung bertindak meringkus para pembuat onar itu.


"Apa maksud kalian membuat orang-orang ketakutan?" tanya tuan Roger saat mengintrogasi salah satu perusuh.


"Bos membayar kami untuk membunuh Laras dan bos Alex," jawab sang anggota.


'Astaga! dia mengincar anak dan menantu tuan Hans, tidak bisa di biarkan!' batin tuan Roger terhenyak saat tahu motif di balik kegaduhan yang di sebabkan oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai anggota mafia itu.


"Cari saja sampai ketemu, nanti aku akan memberikanmu hadiah," ucap tuan Roger.


"Hadiah?" tanya salah satu perusuh.


"Iya, hadiah hukuman gantung! haha...apa aku lucu?" ucap tuan Roger yang merubah dirinya bak seorang pelawak.


"Lucu tuan, lebih lucu jika kau diam! penjarakan kami segera, kami muak dengan leluconmu," jelas sang perusuh.


"Sial! biasanya para tahanan suka dengan leluconku," ucap tuan Roger heran.


"Cepat tahan kami tuan Roger! kami mohon, stop jangan membuat lelucon lagi!" pinta sang perusuh.


Tuan Roger tertawa terbahak-bahak saat mendengar permintaan pria perusuh itu. Dia merasa bersalah telah membuat lelucon yang membuat pusing para penjahat di depannya hingga ingin segera di tahan saja.

__ADS_1


__ADS_2