Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Pergulatan lagi(gagal)


__ADS_3

Alex tidak mampu menguasai dirinya lagi, dia kini telah terjerembab dalam cinta sang istri. Namun semua itu harus usai saat sang ibu memergoki dua pasangan saling mencintai itu sedang melakukan pergulatan bibir.


"Ehm!" dehem sang ibu, dia melipatkan tangan di dada.


"Astaga! apa ini? Lex! kau selalu bergerak cepat mengenai pergulatan! Haha," imbuh sang ibu sembari mendekati dua orang yang saling mencintai itu.


Laras dan Alex harus segera bangkit dari sofa dan menghentikan aksinya.


"Nenek tua pengganggu, mengapa kau harus datang? menyebalkan," tukas Alex masih duduk dan tidak ingin lepas dari tubuh sang istri.


Nyonya Fira yang melihat pemandangan ini menjadi malu sendiri, tapi Alex justru biasa saja.


"Lakukan di kamar saja, dasar pria tidak tahu malu!" jawab Alex masih meraba dada sang istri, tetapi Laras menepisnya.


"Sayang? ada ibu," bisik Laras dengan wajah merah merona.


"Dia? dia 'kan ibunya nyamuk!" Alex tertawa, dia menghina sang ibu mertua.


"Sial! awas kau Lex!" Nyonya Fira mendekati Alex, kemudian menggelitiki tubuh sang mafia.


Sang mafia tidak tahan saat pinggangnya diperlakukan seperti itu, dia bergerak-gerak seperti cacing kepanasan.


Laras hanya mampu tersenyum kecut, mendapati sang suami tidak mau bertanggung jawab atas semua tindakan agresifnya.


"Hajar bu! suamiku ini memang mesum number one, selalu itu yang ada di kepalanya." Laras melotot ke arah Alex, tetapi si mafia tidak terlalu menghiraukannya.


"Kau juga menikmatinya 'kan? mengaku saja!" Alex melirik ke arah Laras, mata Laras membulat bak bola pingpong.


Laras memilih untuk meninggalkan keduanya, ia menaiki tangga untuk beristirahat di kamar atas.


Dia lebih baik menghindari perdebatan yang membuatnya pening itu.


"Cukup ibu, cukup, hahaha...," pinta sang mafia meminta si ibu mertua agar berhenti menggelitikinya.


"Oke, kau susul istrimu! setidaknya lakukan di dalam kamar, dasar mesum!" ucap ibu mertua. Dia meraih bantal yang ada di sofa itu kemudian melemparnya tepat di muka tampan sang mafia yang tersenyum manis ke arahnya.


Bukannya merasa bersalah, Alex justru segera bangkit dan berkata," Ide yang bagus ibu mertua, wah! aku menjadi sangat bersemangat."


Sang mafia meletakkan bantal di atas sofa dan berjalan menuju tangga, ia menaiki tangga tersebut dengan perlahan.


Sedangkan sang ibu mertua berdiri mematung sembari menggelengkan kepalanya.


Apa semua mafia seperti Alex? mesum di sembarangan tepat? Astaga!


Nyonya Fira segera masuk ke dalam kamar karena ada sesuatu yang akan ia bahas dengan sang suami.

__ADS_1


* * *


Alex telah sampai di lantai atas, dia berjalan perlahan menuju kamar yang ia gunakan bermesraan tempo hari.


Kini raganya berdiri tepat di depan kamar tersebut, rasa gugup langsung menyelimuti batinnya.


Astaga, aku sering melakukannya, tetapi? mengapa aku menjadi gugup?


Sang mafia menghela nafas panjang, kemudian menghembuskannya dengan perlahan.


Saat ia ingin mengetuk pintu kamar itu, tiba-tiba pintu tersebut telah terbuka, sosok yang membuka pintu tidak lain dan tidak bukan adalah sang istri sendiri, Laras Nugraheni.


"Astaga! Lex! kau mengagetkanku!" ucap Laras saat mendapati pria tampan yang sangat ia cintai berdiri di depannya.


"Kaget? bukannya kau sedang menungguku ya?" Alex mendekatkan wajahnya ke arah wajah cantik sang istri hingga kening Mereka saling bersentuhan.


Laras merasa terpaan hembusan nafas sang suami


di kulit wajahnya, nafas yang memburu dan penuh gairah.


"Lex, hentikan! aku ingin mengambil minum." Laras selalu saja beralasan. Namun, Alex masih tetap menjadi pemenangnya.


Tanpa ragu, sang mafia menarik pinggang sang istri, jarak mereka kini begitu dekat dengan dada bidangnya, karena Laras lebih pendek darinya, Alex langsung menggendong tubuh sang istri dan melingkarkan kedua kaki mungilnya di pinggang Alex, serta kedua tangan di lehernya.


"Lakukan ini sampai kau benar-benar menginginkanku." Sang mafia memaksa Laras menempel di tubuh sang mafia.


Cup!


Tanpa basa-basi Alex langsung melahap habis bibir cerewet itu, rasanya masih menggebu-gebu. Gangguan dari ibu mertua membuat Alex tak gentar, karena binatang sepertinya tak kenal rasa lelah. Dia akan mengejar apapun yang sudah menggebu hingga tuntas.


Kecupan demi kecupan mendarat di leher hingga dada sang istri, sembari tangan sang mafia menopang berat tubuh sang istri menggunakan kedua tangannya.


"Lex, apa kau tidak lelah? aku lihat kau baru saja selesai menghukum Raf?" tanya Laras disela aksi Alex yang menikmati setiap jengkel tubuh sang istri yang bisa ia jangkau.


Alex tidak menjawabnya, dia lebih fokus dengan menyenangkan hati sang istri melalui sentuhan penuh makna yang ia berikan.


Sang mafia berjalan menuju kamar, dengan posisi tubuh Laras menempel di dada bidangnya.


Tanda kepemilikan terlihat dimana-mana tersebar di dada dan leher Laras.


"Akh sudah banyak, kau adalah milikku hari ini." Dengan bangganya sang mafia pamer tentang keahliannya membuat tanda merah yang merona di kulit putih sang istri.


"Turunkan aku!" pinta Laras.


"Iya, akan aku turunkan, kita mulai lagi dari awal." Alex merebahkan tubuh mungil Laras di atas ranjang, sang mafia duduk di sebelahnya.

__ADS_1


Alex membelai wajah cantik nan manis milik sang istri, tak puas-puas dia memuji wajah itu.


"Laras, kau masih tetep cantik," puji sang mafia.


"Itu karena aku bahagia hidup bersamamu. Oh ya, maaf Lex, hari ini aku ingin berdua denganmu tanpa melakukan hal itu, kau mau 'kan?"


Duarrr!


Terasa tersambar petir hati bos mafia, harapannya harus pupus saat Laras belum ingin menyatu dengannya.


"Kenapa? apa karena aku banyak noda darah? aku bau? aku apa? coba katakan?" Alex panik, dia memikirkan hal yang berlebihan.


"Haha, tidak, baby B yang ingin." Laras selalu memiliki banyak alasan untuk menghentikan kebrutalan Alex, dan lucunya, sang mafia selalu luluh.


"Oh, karena baby? oke. Jika itu membuatmu bahagia, aku akan menjadi suami penurut, tapi setidaknya aku mandi dulu, aku tidak rela darah Raf menyentuh tubuhmu!" Alex tetaplah Alex, perkara bekas darah musuh saja selalu menjadi alasan untuk menjadi suami yang posesif.


"Iya, aku tunggu di sini." Laras melepas raga sang suami untuk segera melakukan sesi pembersihan diri.


Laras merasa bahagia, akhirnya dia dan suaminya mendapatkan apa yang selama ini mereka harapankan.


Seorang baby B, pelengkap kelima jagoannya terdahulu.


Kira-kira baby B seorang putri atau jagoan lagi ya? aku sudah tidak sabar menunggumu tumbuh sempurna di rahimku.


Laras tersenyum geli saat membatin dirinya akan memiliki lima anak dan akan datang lagi yang baru, akan jadi apa rumahnya nanti? pasti semakin ramai dan seru.


.


.


.


.


Bersambung...


*


*


Hay Gaes, othor punya rekomendasi novel terbaru dari kakak author kece, kak Asri faris berjudul Noktah Merah.



Sematkan Like, komen, Favorit!

__ADS_1


Love you all


❤️❤️❤️


__ADS_2