
Di saat sang daddy sedang sibuk dengan urusannya, kelima baby kembar sama mafia bermain dengan kakek dan mommynya. Mereka setuju sangat kompak dalam bermain sepak bola, bahkan sangat lihai membuat permainan bola menjadi lebih berseni.
"Ayo oper ke kakek," pinta Tuan Hans saat bermain bola dengan cucunya, cepat pulang itu diarahkan ke kaki sang kakek, ketika punggungmu sang para polisi sakit.
"Aduh!" pekik Tuan Hans yang merasa sakit di area punggungnya.
"Ayah sudah tua, tidak perlu bermain dengan para pria kecil yang memiliki tenaga full setiap harinya, lebih baik kita istirahat dulu ya?" pinta Laras yang menyadari jika sang ayah adalah seorang polisi yang berumur dan tidak muda lagi, tetapi selalu ingin tampil awet muda.
Mereka bertujuh akhirnya beristirahat di teras rumah itu, tak disangka isteri Guru Fu telah menyiapkan beberapa hidangan serta minuman segar untuk para tamu.
__ADS_1
"Silahkan boleh dicoba, jika kalian ingin memakannya lagi, bilang saja. Aku akan segera mengambilnya," ucap isteri dari sang Guru yang pandai memasak, meskipun usianya sudah menginjak 55 tahun tetapi orangnya masih terlihat muda sama seperti sang suami.
Beberapa menit kemudian berdatangan tiga orang yang sangat ditunggu kehadirannya.
"Apa kabar anakku tercinta? isteriku yang aku sayang? aku sudah datang. Wah banyak sekali makanannya, boleh mencicipinya?" Alex tidak menampakkan raut kekhawatiran agar Laras tidak memikirkan hal-hal yang membuatnya pusing, karena jika menyangkut musuh, sang isteri akan memikirkannya sampai lupa makan dan tidur. Dia tidak ingin sang istri mendapatkan hal buruk hanya karena memikirkan para musuh yang belum jelas keberadaannya.
"Kau jauh lebih fresh dari tadi pagi Lex, apa Guru memberikanmu hadiah?" tanya sang isteri yang sangat menunggu kedatangan sang suami dengan wajah yang tidak muram tetapi raut bahagia yang terpancar.
"Laras, suamimu ingin menikah lagi. Guru Fu sudah menyiapkan calon yang sangat cantik sebagai hadiah pernikahan," ledek Nyonya Fira, dia semakin gencar membumbui kata-katanya agar membuat Laras yakin jika Alex akan mendua.
__ADS_1
"Aku tidak percaya padamu ibu, dia lebih dari segalanya, dia tidak akan pernah mendua," jawab Laras tegas, dia tidak ingin Alex berhubungan dengan wanita, bahkan menikahinya. Alex juga sudah berjanji pada pendeta, ucapkan kepada Tuhan yang maha esa. Apalagi selama ini dia selalu melindungi Laras dan anak-anaknya tanpa pamrih, tanpa lelah, tanpa mengeluh.
"Ibu, di sini ada anak-anakku, mereka itu cerdas. Apapun yang mereka dengar pasti akan terangkum di dalam otak." Sang mafia mengingatkan kepada sang ibu mertua agar berhati-hati dalam berucap, Alex telah mengikrarkan diri menjadi budak cinta Laras. Tidak akan pernah mencari pengganti, meskipun harus mati mereka memilih untuk tidak ada bersama.
Tuan Hans yang biasanya meramaikan suasana, tidak mengatakan sepatah kata pun karena sedang bermain ular tangga dengan para cucu kembarnya.
"Adya, sekarang giliranmu," ucap Tuan Hans 2 langkah lebih dekat dengan kemenangan.
Setelah dadu di lempar, ada angka kembar. Adya persyaratan sesuai dengan jumlah titik yang ada di daerah tersebut. Kemudian, Dia melempar dadu lagi dan berakhir dengan angka ganjil. Setelah menaiki tangga beberapa kali, akibat angka ganjil adalah harus turun sampai ke nomor 5.
__ADS_1
Adya sudah patah arah, tidak bisa memainkan permainan ular tangga yang dulu ia gemari.
"Aku malas bermain karena kalah terus, jika menang aku pasti akan main sampai akhir," ucap Adya yang kesal, bibirnya mengerucut, gayanya mirip saat Alex kecil.