
"Kau terlalu berlebihan, yang aku butuhkan sekarang adalah P3K," ucap sang mafia sembari merebahkan tubuh Dio di atas lantai sembari mencari tali untuk ia gunakan mengikat pria sialan itu, agar saat dia siuman, tidak membahayakan.
Setelah mata elangnya menelisik, dia menemukan sebuah tali yang tercecer, dia segera meraihnya dengan kondisi lengan yang terus saja mengucurkan darah segar.
Setelah usai dengan Dio, Yovan datang, di membawa kotak P3K.
Segera aja pria itu memberikan pertolongan pertama terhadap sang mafia.
"Lex, maaf. Aku telat menolongmu, saat aku berada di lantai 2, ada segerombolan orang menahanku. Aku berusaha keras menghajar mereka. Tetapi Dio Cs tetap menyerangku, alhasil, aku mengeluarkan pistol dan bertarung dengan mereka. Ada banyak orang yang terancam di gedung televisi tersebut, jadi aku menyelamatkan mereka terlebih dahulu, aku menelepon beberapa anggota Death Angel untuk datang ke stasiun televisi. Tapi mereka sudah standby di tempat parkir. Mereka menghalangi Dio Cs yang akan mengejar kita, sampai aku melihatmu keluar dari pintu belakang gedung, aku segera menghampirimu sebelum para musuh mendahului langkahku," ucap Yovan memberikan keterangan mengapa dia seperti tidak membantu sang mafia saat bertarung.
"Tidak masalah Yov, intinya aku mampu menggagalkan upaya Dama dan Dio dalam mempermalukan istriku," jawab sang mafia begitu memahami sang teman.
Yovan tersenyum, dia telah selesai mengobati luka sang mafia.
Keduanya duduk di lantai gedung tua itu.
Ponsel sang mafia berdering, dia segera menjawab panggilan telepon tersebut.
"Halo, ada apa?" tanya sang mafia yang sudah mengetahui siapa Penelepon itu.
"Lex, apa kau berada di gedung stasiun televisi dan membuat keributan?" tanya sang ayah mertua, si penelepon dengan suara khasnya.
"Itu hoax, Dio Cs yang melakukannya." Sang mafia memberikannya keterangan.
"Oh, di televisi aku melihat, para pencari berita sedang mengekspos pelaku perusuhan. Aku melihat ada beberapa anggota Death Angel sedang menghajar Dio Cs. Makanya aku meneleponmu karena itu. Aku khawatir kau mendapatkan masalah," jelas sang kepala polisi yang cemas jika anak menantu mengalami kesulitan, karena saat ini, dia juga sedang terancam. Dia tidak bisa membantunya.
__ADS_1
"Cih, mereka memutar balikkan fakta, mana ada Death Angel rusuh, meskipun mereka berhasil memfitnahku, aku senang, akan semakin mudah untuk menghabisi Dama dan Dio," tukas sang mafia dengan menahan rasa sakit. Ternyata hal ini juga dirasakan oleh Tuan Hans.
"Kau terluka Lex?" tanya sang ayah mertua.
"Sedikit, apa Laras masih ada di rumah Guru Fu? bagaimana keadaan anak-anak?" tanya sang mafia menyembunyikan fakta yang sebenarnya bahwa dia terluka cukup parah.
"Istrimu aman, dia baru saja meneleponku mengabarkan tentang sulitnya menghubungi suami tercinta," jawab sang ayah mertua.
"Syukurlah jika dia tidak memikirkan hal yang berlebihan, aku khawatir, dia sakit. Kau tahu sendiri anakmu, dia mudah sakit saat banyak pikiran. Bagaimana dengan lima jagoanku?" tanya sang mafia sekali lagi karena Tuan Hans belum menjawab pertanyaannya.
"Oh ya, maaf! aku sedang membuatkan omelet untuk Adya, dia rindu omelet buatanmu. Jadi aku yang membuatnya, semoga Adya menyukainya," jawab Tuan Hans.
"Beri merica sedikit saja, tambahkan beberapa daun bawang dan sosis, jangan lupa sayur bayam yang di masak bening. Dia suka itu." Sang mafia sangat hafal makanan kesukaan Adya karena sama dengannya.
"Haha iya, dia rempong sekali. Untung aku paham apa yang dia katakan. Kalau tidak, Adya pasti akan marah padaku." Tuan Hans membayangkan betapa nestapanya dia melihat Adya mengomel, Adya akan memberikan banyak nasihat tentang cara membuat omelet yang benar. Panjang kali lebar Adya menjelaskannya saat itu.
"Haha, dasar kau! oh ya, kau ada dimana sekarang? sorry aku tidak bisa membantu. Posisiku juga terancam, statusku sudah naik menjadi tahanan kota. Mereka benar-benar melakukannya. Raf tewas, pasti Dio akan menggantikannya, dunia kepolisian di wilayahku sedang bobrok. Semuanya tergantung kekuasaan. Siapa yang berkuasa, dia aman. Makanya aku senang, kau mau membantu menghabisi Raf Family yang tidak tahu diri itu." Tuan Hans sedang mode slow, dia di rumah saja menjaga cucu-cucunya.
"Tidak masalah ayah, aku juga sudah berhutang budi kepadamu. Ayah, jangan katakan apapun kepada anak-anak dan istriku, jika aku tertembak," bisik sang mafia.
"Astaga! tapi kau baik-baik saja kan?" tanya sang mertua terdengar sangat khawatir.
"Baik, oke ayah mertua. Misi menghancurkan Dio Cs dan Dama belum usai, aku akan segera menyelesaikannya terlebih dahulu."
"Oke, selamat bekerja anakku. Berhati-hatilah!"
__ADS_1
"Oke."
....
Panggilan telepon sudah usai, sang mafia segera menyimpan kembali ponselnya.
Dia menelisik sekitar, tak nampak wajah Yovan yang juga terlihat berdarah di sudut bibirnya itu.
Saat dia akan beranjak dari tempat duduknya, Yovan berlari ke arahnya.
"Lex, kau tetap di sini. Biarkan aku dan Death Angel yang menghabisi mereka," terang Yovan dengan tatapan mata tajam.
"Ada apa?"
"Saatnya duel, Dio Cs vs Death Angel, kedua geng sedang bertarung di luar."
.....
Rekomendasi novel selanjutnya kakak, so pasti seru dan keren abis!!!
Jangan lupa like komen tap ❤️
Happy reading!
__ADS_1
❤️❤️❤️