
Sang mafia masih berada di bawah kekuasaan Asley, namun kini keadaannya berbeda, Asley telah melepaskan ikatan tali di tangan dan kaki sang mafia, lakban di mulut juga sudah tidak ada. Kini sang mafia berada di sebuah tempat dengan minum cahaya, sebuah penjara bawah tanah.
"Lex, kau sudah semakin dekat dengan ajalmu! apa kau akan memberikan salam perpisahan dengan anak dan istrimu?" Asley menjadi-jadi, dia tidak ingin kehilangan satu momen untuk tidak menyiksa sang mafia lahir dan batin. Dengan percaya dirinya, dia membuat panggilan telepon kepada Laras, dan saat itu juga Asley kembali memprovokasi sang wanita yang sangat di cintai oleh sang mafia.
"Nyonya Laras! apa kau sudah mulai bergerak menuju ke mari? kau jangan membuat suamimu semakin menderita, dia tidak akan mati jika kau tepat waktu sampai di alamat xxx yang aku katakan tadi," jelas Asley Xie yang berada di atas angin.
Laras cukup lama menjawab panggilan itu, dua menit kemudian, terdengar suara gemetar namun tegas dari seorang istri sang mafia.
"Cih! pria tidak berguna! apa kau yakin bisa membunuh suamiku? kau bahkan lupa jika suamiku adalah malaikat pencabut nyawa, kau akan menghabisi orang yang sudah menentukan nasib buruk dan kematianmu? sungguh Asley, kau pria bodoh yang tak memiliki otak!" Seketika ucapan Laras membuat darah Asley mendidih, dia segera membalas Laras dengan umpatan halus namun sangat mengena di hati sang mafia.
__ADS_1
"Haha! wanita ini! Hm... berani juga, kau memang pantas menyandang gelar istri sang mafia. Kau cukup tangguh dalam berucap, aku pasti tidak salah terka jika kau juga tangguh masalah ranjang! Haha! aku akan sangat terhibur jika mampu menikmati setiap jengkal tubuh mulusmu itu!"
Alex berusaha bangkit dari keterpurukannya, dia ingin sekali membungkam mulut Asley yang telah lancang mengatakan wanita tersayangnya seperti seorang ja*lang.
Asley menatap ke arah Alex yang ingin bangkit namun sulit, perlahan dia mendekati sang mafia. Dia sengaja loud speaker ponsel miliknya agar Laras tahu, sang mafia tidak memiliki daya untuk berbicara, meskipun hanya beberapa kata saja.
Namun hati Laras, sudah terpaut dengan sang mafia, meskipun tak terdengar jelas, Laras mampu mendengar kata yang di ucapkan oleh Alex di sambungan telepon.
Dengan kasar, Asley menendang tubuh Alex hingga kembali terpuruk.
__ADS_1
Bug!
Terdengar suara tubuh sang mafia yang terbentuk tembok, hingga darah kembali menetes, dan menempel di sana. Berbagi dengan banyak noda darah yang sudah mengering.
"Hahaha! dia tidak berdaya kau tahu?" cepat datang sayang! temani malam indahku!haha!" Asley Xie memang brengsek, di depan Alex dia bahkan tanpa rasa takut mengatakan hal yang membuat Alex geram.
"Apa kau pria lemah? kau mau memakanku dengan tatapan sok membunuhmu itu?"
Ucapan Asley membuat Alex kesal, dia segera mengambil balok kayu yang di gunakan untuk memukulnya, dan melemparkannya tepat di kepala Asley, tenaganya memang belum full sempurna, namun tekadnya untuk menghabisi Asley Xie dua kali lipat lebih besar di bandingkan dengan kekuatannya.
__ADS_1
'Rasakan! kau membuat wanitaku seperti murahan? ku balas kau!' batin sang mafia merasa senang karena pada akhirnya mampu membalas Asley, walaupun hanya dengan balik kayu berukuran sedang.