Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
MK sadaar


__ADS_3

Saat sang mafia sibuk dengan gadis tidak jelas, musuh sesungguhnya telah sadar dari obat tidur yang membuatnya seperti mati suri.


Anak buah MK ketar ketir kala mengetahui sang bos yang awalnya baik-baik saja menjadi diam tak bersuara, MK tak merespon apapun yang di lakukan oleh dokter pilihan anak buahnya. Sudah lima dokter yang di perintahkan untuk membuat MK sadar, tapi nasib MK masih bagus.


Setelah beberapa kali mendapatkan perawatan, dia sudah menunjukkan tanda-tanda kesembuhannya.


"Bos? kau baik-baik saja?" tanya anak buah MK.


"Aku ada dimana?" tanya MK yang merasa pening saat pertama kali membuka matanya dan di sambut oleh para anak buah yang berjumlah 5 orang.


"Di ruang rawat inap rumah sakit terbaik di kota Macau bos." Sang anak buah menjawabnya dengan antusias, dia sangat senang sang bos akhirnya siuman juga.


"Tapi, aku ada di markas kan? bagaimana bisa aku di rawat?" MK masih tak memahami keadaan yang sulit baginya ini, dia di beri obat tidur dengan dosis tinggi kemudian pingsan, bahkan seperti mati suri.


"Ini ulah tawanan kita bos! Tyuzu dan Yovan. Tapi tenang saja, di pinggang Xia, aku sudah memasukkan chip yang akan menunjukkan keberadaannya, dimanapun dia berada, aku tahu." Sang anak buah sangat yakin dengan apa yang dia lakukan.


"Dimana gadisku itu?" tanya MK mencoba bangkit dari posisi berbaringnya.

__ADS_1


"Ada di apartemen yang tak jauh dari bar dekat bandara. Bar itu milik Alex Fernando, tetapi di kelola oleh Tuan Win," jelas sang anak buah.


"Sialan!! bagaimana bisa! aw! kepalaku!" MK kembali memegang kepalanya.


“Apa yang kau katakan? Alex di balik semua ini? Sumpah demi apapun, aku harus membunuhnya dengan segera.” MK sangat bersemangat ingin menghabisi Alex tanpa melihat kondisinya yang belum sembuh sempurna.


“Bos, biarkan kami yang menghadapi mereka. Ada Tuan Gerald dan Mike yang akan membantu menghabisi Alex,” ucap salah satu anak buah MK yang tidak mengetahui bahwa dua orang itu sudah tidak menjadi sekutu MK lagi.


“Bodoh! Mike dan Gerald sudah melepaskan diri sejak lama! mengapa masih saja menyebut namanya?” MK kesal. Dia merasa menjadi orang tidak berguna, apa yang ingin ia lakukan tidak mampu ia kerjakan dengan segera.


“Jalan satu-satunya, kau harus meminta bantuan Aldren. Dia masih ada hubungan darah dengan keluarga mafia namun tidak ada yang mengetahuinya. Anak dari Tuan Fernando dari wanita selain Raihana,” jawab MK yang menyembunyikan rahasia besar ini dari siapapun, bahkan anak buahnya sendiri.


“Mengapa bos tidak pernah mengatakan hal ini kepada kami?” tanya anak buah MK.


“Geng kita riskan dengan pengkhianatan, tahun lalu saja ada lima orang yang terpaksa aku penggal kepalanya karena terlalu banyak tingkah.”


Pada kenyataanya memang anak buah MK tidak ada yang benar-benar setia kecuali hanya segelintir saja.

__ADS_1


“Ada Yuri, Tan, Olix, Tera, semua orang itu telah bersumpah setia kepadaku tapi nyatanya bhulllshitttt!” ucap MK. Dia merasa pening, sang anak buahnya menyarankan agar MK tidak terlalu memikirkan hal yang berlebihan.


MK mendengarkan anak buahnya.


Saat MK merasa tenang untuk beberapa saat, tiba-tiba ada kabar mengejutkan bahwa markas utamanya telah di gempur oleh Death Angel.


“Sialan! siapa yang membuat keributan di markasku! Berani sekali,” ucap Mk emosi.


“Dia anak buah Alex, apa perintah bos? kami akan melaksanakannya dengan segera.” Anak buah Mk yang loyal sangatlah patuh dan penurut terhadap MK.


Jika MK memerintahkan anak buahnya itu untuk melakukan misi bom bunuh diri, mungkin saja pria itu mau.


“Segera hubungi Aldren. Dia yang akan membantu kita.”


“Baik bos!”


....

__ADS_1


__ADS_2