Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 92


__ADS_3

"Kau juga sama, saat kau tidur, kau berbicara banyak hal padaku," jelas bos Alex sembari membuka matanya perlahan dan menatap wajah sang kekasih yang berada di sampingnya.


"Cih, mana ada?" ucap Laras.


"Kau tidur, matamu terpejam, kau tidak sadar, tentu saja tidak mau mengaku," jawab Alex.


"Iya juga, kata ibuku memang kadang aku melakukan hal yang kau ucapkan tadi," tukas Laras.


"Kau ini, dasar," jawab Alex gemas.


"Mengapa kau tidur di sini?" tanya Laras.


"Aku khawatir akan membangunkanmu, jadi aku tetap berada di sini karena rasa kantuk yang sudah tidak tertahan," jelas Alex sembari menguap.


"Kau baik sekali sayang, selain baik, tampan, kau juga menggemaskan," ucap Laras sambil mencubit mesra kedua pipi sang mafia.


Alex diam saja, dia lebih tertarik memandang wajah ayu Laras yang penuh aura kecantikan yang alami, dia membelai wajah itu dengan lembut, dia tidak mampu menahan lagi, dia mulai mendekatkan wajahnya ke arah sang kekasih berniat untuk menyentuh bibir yang sudah penuh senyuman manis itu. Saat Laras mengetahui sang kekasih ingin menyentuh bibirnya, gadis itu menutup mata dan...


Drrrtt... drrrtt... Drrt...


Seketika buyar sudah keintiman dan keromantisan yang terjalin di antara keduanya saat ponsel yang berada di saku celananya bergetar.


"Sial! mengganggu saja," tukas Alex kesal.


Dia mengambil ponsel yang ada di saku celananya dan menatap layar ponselnya, di sana tertera nama Richi, dia segera menjawab panggilan menyebalkan itu.


"Ada apa bocah tengik?" tanya bos Alex.


"Soal pulau sudah beres, aku sudah melaksanakan tugasku dengan baik, kau tinggal hubungi aku jika ingin mengunjungi pulau itu, tuan Immanuel telah berbaik hati memberikan diskon lima puluh persen dan meminjamkan helikopter pribadinya kepadamu agar kau bisa menjangkau pulau nan indah itu bersama calon istrimu," jelas Richi.


"Apa maksud tuan Richi? helikopter? pulau? calon istri? coba jelaskan, aku tidak memahaminya sama sekali," jawab Laras yang tidak sengaja mendengar percakapan antara sang kekasih dengan Richi.


"Richi, kau membuatku gagal memberikan kejutan pada Laras, lebih baik kau tutup panggilanmu dan pantau terus tuan Albram Zein dan Gerald," perintah bos Alex.


"Baik bos!" jawab Richi.


Alex memasukkan ponsel di saku celananya, dia kecewa karena merasa gagal memberikan kejutan untuk sang kekasih, alhasil dia harus terus terang kepada Laras tentang niatnya melamar gadis itu di sebuah pulau. Laras merasa sangat bahagia, dia memeluk tubuh Alex dengan erat, raut wajahnya syarat akan kebahagiaan.

__ADS_1


"Kau merencakan hal yang luar biasa untukku? so sweet big baby, your the best, love you so much," ucap Laras sambil mengecup seluruh wajah Alex.


"Reaksimu begitu tidak terduga sayang, aku mengira kau akan marah karena aku menyembunyikan sesuatu darimu," jawab Alex yang masih menurut pada gadisnya yang masih mengecup wajahnya rata sampai tidak ada yang terlewat.


Alex begitu menikmati kecupan itu dan mengangkat tubuh sang kekasih di atas pangkuannya, dia memeluk tubuh mungil dan merasakan nyaman di sana.


"Tetaplah bersamaku Laras, jangan pernah berpikir tentang aku yang akan meninggalkanmu," pinta Alex.


Laras tidak menjawab pertanyaan sang kekasih, dia memilih untuk menikmati pelukan yang Alex berikan padanya.


"Sayang?" tanya Alex.


"Hm," jawab Laras.


"Kau tidur?" tanya Alex.


"Belum, masih terjaga," jawab Laras.


"Mengapa tidak menjawab pertanyaanku?" tanya Alex.


"Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu, karena saat kau bertanya tentang rasa percaya, jujur aku belum sepenuhnya percaya, jadi nikmatilah setiap detik kebersamaan kita ini," jawab Laras.


Malam semakin larut, kebersamaan kedua pasangan itu sangat membuat iri siapapun yang melihatnya, penuh kehangatan dan kasih sayang. Dalam pelukan bos mafia, Laras merasa damai dan tenang.


...* * *...


Pagi harinya...


Tuan Hans berpamitan kepada sang istri untuk pergi ke kantor karena ada kasus yang harus di selesaikan.


"Sarapan dulu, aku sudah bangun sepagi ini dan membuatkanmu sarapan di saat semua anak-anak tidur kecuali dua anak yang ada di depan televisi itu, mereka seperti kelelawar, mereka bahkan tidak mendengar saat ada orang tua berbicara, dasar! anak jaman sekarang, sopan santunnya sudah menghilang bersamaan dengan hilangnya rasa kantuk mereka menatap ponsel semalaman hingga pagi menjelang," gerutu nyonya Fira


"Aku dengar kau nyonya, tapi ada hal penting yang harus kami selidiki, kami ingin tidur, tapi kami sudah terbiasa melakukannya, tidak perlu hiraukan kami terlalu berlebihan," celetuk Angela.


"Terserah kalian saja, tapi jangan lupa sarapan, kalian juga perlu makan untuk bertahan hidup," jelas nyonya Laras.


"Baik nyonya Fira yang banyak bicara," ucap kedua anak buah bos Alex serentak.

__ADS_1


Nyonya Fira di buat kesal oleh Richi dan Angela karena ulahnya yang menyebalkan dan tidak mendengarkan ucapannya itu.


'Dua anakku yang lain, dimana mereka, di kamar tidak ada, dia ruang kerja juga tidak ada,' batin nyonya Fira.


KLEK


Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, di balik pintu itu muncul dua sosok yang sedang di tunggu kedatangannya oleh nyonya Fira.


"Hay kalian berdua! darimana kalian? pagi sekali sudah keluar, pakai baju olahraga, sepatu juga, sepatu khusus untuk berolahraga, apa kalian baru saja jogging?" tanya nyonya Fira.


"Bukan jogging, lebih tepatnya berolahraga malam dalam arti yang sebenarnya," jelas Alex sembari mengandeng tangan sang kekasih mendekat ke arah meja makan tempat sang ibu mertua sedang ingin menyantap sarapan bersama tuan Hans.


"Apa kalian juga menjadi kelelawar seperti dua anak di depan televisi itu?" ucap nyonya Fira sambil menunjuk ke arah Richi dan Angela.


"Iya, kami memang menjadi kelelawar, sekarang kami ingin sarapan, tolong ibu hentikan ocehan ibu itu," saran Laras.


"Oh begitu ya, kau akan menjadi isteri Alex dan kau sekarang kehilangan rasa hormat pada ibumu?" tanya nyonya Fira.


"Bukan begitu bu, kau menjadi sangat sensitif, ada apa denganmu sebenarnya?" jawab Laras.


"Ibumu mungkin ngidam, dia akan melahirkan adik untukmu sayang," ledek Alex.


"Hey pria sialan! tutup mulutmu! mana ada aku yang sudah tua ini memiliki bayi lagi, asal bicara saja," jelas nyonya Fira.


"Jika tuan Hans memang menginginkan bayi lagi, apa kau tidak ingin? permainankan kalian tidak kalah berbahayanya dengan permainan anak kalian, aku tahu sekarang, mengapa Laras menjadi brutal sepertiku, ternyata kemampuan itu menurun dari kedua orang tuanya," jawab bos Alex.


Tuan Hans tiba-tiba batuk, dia merasa malu mendengar ucapan dari sang mafia, dia khawatir tingkah isengnya dengan sang istri tadi malam, di ketahui oleh Alex.


"Aku memasang CCTV di kamar itu, saat aku memeriksa situasi di area apartemen, aku melihat adegan yang luar biasa," goda Alex.


"Hal yang wajar karena kami suami istri," jawab tuan Hans berkilah.


"Aku sedang membicarakan permainan kartu, mengapa ayah mertua harus gugup?" goda Alex.


Alex masih belum puas mengerjai ayah mertuanya itu, dia membuat tuan Hans semakin terpojok dan membuat pria tua itu kabur dengan alasan ada panggilan tugas.


"Mental ayahmu ternyata tak sebesar nyalinya, baru saja aku menggodanya, dia langsung melarikan diri," ucap Alex.

__ADS_1


Nyonya Fira dan Laras hanya mampu menahan tawa melihat tuan Hans salah tingkah dan kabur.


__ADS_2