Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 37


__ADS_3

"Richi, kau jaga gadisku, aku akan pergi menemui Tuan Fudo." Ucap Alex.


"Baiklah, hati-hatilah di jalan Lex." Jawab Alex.


Tetapi saat Ia akan pergi, Laras memanggil namanya. Langkah kakinya terhenti dan kembali menghampiri sang kekasih. Saat Ia menyentuh tubuh Laras, dia terkejut saat merasakan ada hawa panas menyelimuti tubuh sang gadis. Alex mulai panik, dia menyuruh Richi menelfon Angela agar segera datang ke apartemen miliknya untuk merawat Laras.


"Lex, lebih baik kau temui tetua dan Guru Fu terlebih dahulu, soal nona Laras biarlah menjadi urusanku dan Angela." Ucap Richi.


"Apa Angela akan segera datang?" Tanya Alex khawatir.


"Dia akan datang setelah menyelesaikan tugasnya di perbatasan, sebelum Angela datang, aku akan melakukan pertolongan pertama kepada nona Laras. Aku sudah pernah merawat orang demam, biarkan aku mengompres nona Laras." Jawab Richi.


"Jangan kau sentuh gadisku, Richi." Ucap Alex dengan sifatnya yang overprotektif.


"Lex, ini darurat. Kuasai dirimu, ini demi kesembuhan nona Laras." Tanya Richi.


"Tapi aku tidak suka pria lain menyentuh gadisku." Ucap Alex.


"Aku tahu kau sangat mencintai nona Laras sampai kehilangan akalmu, tapi dia harus segera mendapatkan pertolongan, akan ku lakukan yang terbaik untuk nona Laras." Jawab Richi.


"Baiklah, aku percaya padamu Richi." Ucap Alex.


Sebelum pergi, Alex mengecup kening Laras. Ia merasa bersalah karena harus meninggalkan sang kekasih dalam kondisi tidak baik seperti ini. Tetapi perintah dari Tuan Fu adalah suatu keharusan baginya. Alex melangkahkan kedua kakinya keluar dari apartemennya. Dia telah memutuskan untuk bersikap profesional, Alex memilih segera memenuhi panggilan Tuan Fu.


Laras yang mengetahui sang kekasih telah pergi, kemudian bangkit dari ranjangnya.


"Apa Tuan Alex sudah benar-benar pergi, Tuan Richi?" Tanya Laras.


"Sudah, ada yang bisa ku bantu, nona?" Jawab Richi.


"Apakah aku menjadi beban Tuan Alex?" Ucap Laras.


"Nona, kau sedang tidak enak badan, jangan mengatakan hal itu. Alex sangat mencintai nona Laras. Dia tidak menganggap nona sebagai beban tetapi sumber kekuatan baginya." Jawab Richi.


Saat hendak berdiri, Laras tiba-tiba terjatuh di lantai, Richi yang sedang berdiri di depan pintu, langsung menghampiri Laras.

__ADS_1


"Nona? nona? apa kau baik-baik saja?" Tanya Richi.


"Aku ingin pulang, Tuan." Jawab Laras lirih.


"Tidak nona, kau di sini saja. Aku akan sebisa mungkin merawatmu dan menjagamu." Ucap Rochi.


"Kau sangat baik Tuan, tolong sampaikan pada bos mu, berhentilah mencintaiku jika aku sangat menganggu kehidupannya." Jawab Laras.


Richard tidak memperdulikan ucapan Laras, dia lebih memilih untuk segera menggendong Laras dan merebahkan tubuh mungil gadis itu di ranjang.


Dia mengambil peralatan untuk mengompres Laras agar demam gadis milik bos nya ini segera turun. Laras sudah merasa tenang dan kembali memejamkan matanya.


Beberapa menit kemudian, akhirnya Angela tiba. Dia sudah memiliki kunci kartu duplikat apartemen Alex serta mengetahui kata sandi pintu besi apartemen milik bosnya itu, jadi dengan mudah Ia dapat masuk ke dalam. Dia berlari menuju kamar Alex. Angela lega karena Richi telah mengompres Laras, dia bertanya tentang kondisi Laras. Richi mengatakan jika Laras baik-baik saja, dia hanya mengalami demam biasa.


"Syukurlah, kau memang calon suamiku yang sigap." Celetuk Angela.


"Calon suami? sudah berani berpikir sejauh itu rupanya?" Goda Richi.


"Aku hanya sembarang bicara, sudahlah. Jangan terlalu di anggap serius." Jawab Laras salah tingkah.


"Bukan begitu kakak, ah kau ini menyebalkan sekali. Lebih baik kita berdoa untuk kesembuhan gadis cantik ini." Jawab Angela mengalihkan pembicaraan.


"Kau pintar sekali beralasan Angela." Goda Richi.


"Dimana bos?" Tanya Angela yang tidak berminat untuk menanggapi ucapan Richi.


"Dia sedang pergi menemui Tuan Fudo. Aku rasa ada hal penting yang akan di sampaikan oleh tetua kepada bos kita. Kalau tidak, mana mungkin pagi-pagi buta seperti ini, Alex di minta datang menemuinya." Jawab Richi.


"Pasti mengenai Tuan Xiauling, siapa lagi." Ucap Angela menerka.


"Mungkin saja." Jawab Richi.


"Aku lelah Kak, aku tidur di sebelah gadis ini ya?" Pinta Angela.


"Tidurlah. Aku akan berjaga di luar." Ucap Richi.

__ADS_1


Richard keluar dari kamar Alex dan duduk di sofa ruang tamu sambil menyalakan televisi. Saat televisi itu hidup, Richi terkejut karena berita Laras telah di culik seorang mafia berinisial A-F telah ramai menjadi perbincangan, kepala polisi yang juga ayah Laras , telah melakukan pencarian anak gadisnya itu dengan mengerahkan semua anggotanya.


"Gawat!!!! sebelum mereka mengetahui jika nona Laras ada di sini, aku akan membawa nona Laras pergi." Gumam Richi.


Dia beranjak dari tempat duduknya dan membuka pintu kamar Alex dengan perlahan, kemudian Richi meminta Angela untuk segera membuka mata dan ikut dengannya membawa Laras ke markas utama karena di kota sedang tidak aman. Tuan Hans telah mengetahui jika Laras pergi dengan Alex dan beritanya telah menyebar ke seluruh kota.


Mereka berdua kemudian segera membawa Laras keluar dari apartemen dan masuk ke dalam mobil Angela, mereka bergegas pergi meninggalkan apartemen itu dengan mengendarai mobil Angela.


* * *


Setelah menempuh perjalanan yang panjang, Alex akhirnya sampai di depan kediaman Tuan Fudo. Bos mafia itu langsung masuk ke dalam, dia membungkukkan separuh tubuhnya sebagai tanda hormat kepada Tuan Fudo dan Guru Fu.


"Duduklah Lex." Pinta Tuan Fudo.


Mereka bertiga duduk bersama, Tuan Fudo langsung memulai pembicaraan.


"Kau biasanya tidak pernah datang kemari selambat ini, Lex? apa yang terjadi padamu?" Tanya Tuan Fudo.


"Maaf Tuan, ada sedikit kendala tadi." Jawab Alex.


Tuan Fudo mengingatkan kepada Alex agar lebih disiplin, dia adalah seorang bos yang sangat berkuasa di masa ini, jangan membuat masalah hanya karena kendala tidak berarti.


"Kau masih bertemu dengan gadis itu?" Tanya Tuan Fudo.


Alex terkejut saat Tuan Fudo mengatakan seorang gadis di depannya. Tetapi pertanyaan Tuan Fudo di alihkan langsung oleh Guru Fu. Dia merasa jika bukan saat yang tepat untuknya membahas tentang hal lain, fokus mereka saat ini adalah Zhen Ming dan Xiauling.


"Baiklah, katakan apa rencanamu." Ucap Tuan Fudo.


Guru Fu mengatakan jika Death Angel harus memperketat penjagaan di setiap perbatasan. Menyeleksi setiap kolega yang ingin berbisnis dengan perusahaan mereka, karena Xiauling sudah menguasai semua sektor. Dia bisa saja menghancurkan Death Angel dari sektor manapun.


"Baiklah, aku setuju dengan rencanamu." Jawab Tuan Fudo.


"Apa tidak sebaiknya kita juga membentuk tim khusus untuk menyelidiki Tuan Xiauling dan Zhen Ming? agar kita dapat mengetahui apa yang akan mereka lakukan, jika kita sudah lebih dulu mengetahuinya, akan lebih mudah untuk melenyapkan mereka." Usul Alex.


"Cerdas, kau memang pemuda yang bisa di andalkan." Puji Guru Fu.

__ADS_1


__ADS_2