Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Alex curiga


__ADS_3

Mendengar pernyataan MK, dia ingin sekali bertanya kepada sang istri. Tapi, waktunya memang belum tepat. Hari ini adalah quality time keluarga mereka, apalagi ada Joan juga. Tidak baik jika dia mematik permasalahan.


Dia berbicara dengan Joan perihal MK yang mengganggu sang istri.


"Menurutmu, apakah dia memang sengaja melakukan ini agar aku ragu kepada istriku?" tanya Alex kepada Joan yang menatap tajam kepadanya sejak tadi.


"Aku tidak terlalu memahami hal itu, namun yang aku tahu adalah kau harus lebih berhati-hati. Kau adalah pria yang pencemburu, hal ini pasti akan dimanfaatkan oleh pihak musuh untuk membuatmu hancur. Aku menduga jika MK memang melakukan ini untuk memancing kemarahanmu." Joan memperhatikan apa yang dikatakan oleh MK di sambungan telepon tadi, bahwa kesimpulannya adalah Alex harus marah kemudian dia akan melakukan tindakan diluar batas. Padahal, apapun yang dilakukan saat marah, akan berdampak buruk terhadap siapapun terutama kepada si pelaku.


Ini adalah tujuan MK menyerang Laras untuk dijadikan tameng, dia sebelumnya juga pernah mengenal Laras lewat Raf.


Kebenaran tentang kedekatannya dengan Laras juga masih dipertanyakan, Alex seharusnya tidak terlalu berpikiran yang buruk, agar dia tetap percaya kepada sang istri.

__ADS_1


Joan selalu mengingatkan kepada saudaranya agar tetap berpikir positif tentang apa yang terjadi di depannya.


Harus tetap memikirkan apa kata hati juga pemikiran logika, keduanya harus seimbang agar sang mafia tidak melulu baku hantam ataupun baku tembak.


"Lex, percayalah kepada istrimu! aku yakin kakak ipar tidak melakukan apapun di belakang selama ini, kau juga yang mengatakan bahwa istrimu tidak pernah pergi darimu. Dia selalu berada disampingmu menjaga anak-anak," jelas Joan mencoba menenangkan sang mafia.


"Iya, aku sangat mempercayai istriku, tetapi kadang aku sangat heran kepadanya, mengapa dia mau saja aku tinggal kemanapun, tidak pernah mengeluh apapun, dia selalu menerima apapun yang aku lakukan kepadanya. Aku merasa ragu dia mencintaiku sedalam itu, pastilah ada rasa bosan tentunya. Tetapi selama 5 tahun lebih ini dia tidak pernah sekalipun mengeluh kepadaku. Aku harusnya bersyukur, tetapi rasa syukur itu itu tidak serta merta membuat diriku bertanya tentang apa yang sebenarnya ada dibenak istriku." Alex mengungkapkan semuanya di depan Joan.


Jika dia memang mengenal Laras, sudah sepantasnya.


Semoga kecurigaanku ini tidak benar, aku sudah pusing memikirkan penghianatan Yovan, apa harus ditambah lagi dengan masalah istriku ini!

__ADS_1


Mungkin dia bisa mengatakan jika ia mempercayai Laras menggunakan mulutnya, tetapi di dalam hatinya?


Dia belum mampu membangun rasa kepercayaan hal yang masih ambigu ini.


"Lex, percayalah! bahwa istrimu benar, dia yang terbaik. Kau harus membuatnya menjadi satu-satunya di hidupmu, jangan meragu meskipun dia tidak menuntut apapun darimu. Justru, kau harus bangga karena istrimu adalah orang yang sederhana dan menerimamu apa adanya. Kau bersabarlah Lex, suatu hari nanti dia akan menuai apa yang dia tanam!"


Joan tetap membuat sang mafia menjadi pria yang lebih kuat dan selalu mempercayai sang istri, karena kepercayaan adalah landasan utama dalam pernikahan.


Jika sudah tidak ada, Alex kehidupan rumah tangganya menjadi semakin rumit karena kecurigaan yang tiada akhir.


"Oke, lebih baik aku tidak terlalu banyak bicara. Aku akan fokus dengan apa yang ada di depanku! terutama anak dan istriku."

__ADS_1


....


__ADS_2