Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Siapa M.R?


__ADS_3

Nyonya Fira berjalan masuk ke dalam rumah Guru Fu, dia segera naik tangga menuju lantai 2. Saat dia mencari sosok sang menantu, pandangannya tertuju kepada dua orang yang sedang duduk di suatu tempat yang indah. Perlahan Nyonya Fira mendekati dua sosok itu.


"Guru Fu, maaf aku lancang. Ada yang ingin aku sampaikan padamu dan juga menantuku." Nyonya membungkuk setengah badan untuk memberikan hormat.


"Duduklah isteri kepala polisi, aku sebenarnya juga ingin bicara denganmu. Tetapi karena aku merasa jika kau sedang banyak urusan, aku menjadi sungkan." Guru Fu ternyata ingin menyampaikan sesuatu kepada Nyonya Fira, membuat dirinya jadi penasaran.


"Menyampaikan tentang apa?" tanya Nyonya Fira yang diselimuti awan hitam kekhawatiran.


"Duduklah bersama kami, kita berdiskusi tentang para peneror." Guru Fu langsung mengetahui maksud kedatangan Nyonya Fira.


"Kau tahu? wah Gurumu luar biasa Lex, seperti pesulap," canda Nyonya Fira membuat Guru Fu tersenyum.

__ADS_1


"Iya, aku memang seorang pesulap. Silahkan duduk Nyonya, kita bahas semua para peneror," sekali lagi Guru Fu mempersilahkan istri sang polisi untuk duduk, dia merasa harus sedikit bercanda saat berbicara dengan keluarga sang mafia.


"Baik Guru Fu, terima kasih," ucap Nyonya Fira yang segera duduk di tengah kedua pria hebat itu.


Setelah berada di meja yang sama, mereka sepakat untuk membahas pria berinisial A.S dan M.R.


"Ceritakan tentang teror yang kau alami nyonya," pinta Guru Fu, dia berwajah serius kali.


Guru Fu segera memeriksanya, dia terkejut saat ada inisial M.R.


"Astaga! orang itu kembali lagi!" Guru Fu bahasa Jepangnya tentang kejadian sebelum Tuan Xiauling tewas.

__ADS_1


Waktu itu ada salah satu anak buah Tuan Xiauling datang kepadanya, orang itu meminta bantuan. Tetapi Guru Fu tidak memberikan persetujuan karena bantuan yang diinginkan adalah membunuh Alex Fernando. Sedangkan dirinya adalah kanan tangan Tuan Fernando, ayah dari Alex. Jika dia membantu orang itu, sama saja dengan menjadi seorang penghianat. Tetapi orang tersebut terus memohon hingga bersujud di kakinya. Tak ada alasan untuk memenuhi permohonan tersebut, karena orang tersebut merasa dihina. Orang itu menusukkan pisau lipat arah perut Guru Fu, dia ingin kembali mengulangi aksinya, tetapi kepergok oleh para murid Guru Fu, alhasil orang itu dikeroyok dan babak belur.


Sejak kejadian itu, M.R bertobat untuk tidak melakukan kejahatan. M.R berlatih beladiri di perguruan yang didirikan oleh Guru Fu, setelah Tuan Xiauling tewas, M.R ingin mengabdi kepada sang Guru. Namun, Guru Fu meminta M.R untuk lebih memperdalam ilmu bela diri, dia tidak butuh orang untuk mengabdi padanya. Sang Guru hanya ingin M.R jadi pria yang lebih baik dari sebelumnya.


Beberapa tahun berlalu, M.R tiba-tiba saja menghilang setelah Guru Fu menolak memberikan katana yang hanya dimiliki oleh Tuan Fernando.


Ini adalah awal mula M.R menjadi seorang pria yang licik dan haus akan kekuasaan. Dia telah mengikrarkan diri menjadi musuh bebuyutan gurunya sendiri. Guru Fu yang mendengar berita ini, hanya bisa tersenyum karena setiap orang yang berkepribadian buruk jika pun di tempa dengan hal-hal baik, pasti hasilnya tidak akan baik jika jiwanya masih dipengaruhi oleh roh jahat.


"Dia memiliki dendam yang membara kepada semua yang berhubungan dengan Blue Sea, terutama keluarga Tuan Fernando. Kasus Asley Xie, A.S dan M.R hampir mirip hanya saja beda tujuan. Mereka sama-sama merongrong Blue Sea dan anak turunnya sampai mereka semua tewas dan menyerahkan katana dan bisnis yang telah dibangun oleh dirimu Lex, mereka menginginkan kau hancur!"


Sebuah peringatan keras kepada sang mafia agar segera menuntaskan kasus ini. Jika terlalu berlama-lama akan membahayakan anak dan isterinya.

__ADS_1


"Ibu, kau katakan apa pun yang menurutmu berbahaya, Aku khawatir jika ayah mertua juga mendapatkan teror yang sama," pinta Alex agar sang ibu mertua lebih waspada karena musuh sudah mulai berdatangan, dari arah manapun.


__ADS_2