
Di dalam markas ...
Willy mempersilahkan Han Bin masuk ke dalam markas Death Angel, di dalam markas, kebetulan sedang ada sesi latihan bela diri dengan pemimpinnya adalah Morgan.
Bug!
Bug!
Terdengar suara baku hantam antar anggota yang sedang berlatih.
Han Bin penasaran dengan kekuatan pemimpin latihan hari ini, dia maju dan menantangnya.
"Tuan, aku ingin melawanmu!" ucap Han Bin.
"Kau siapa?" tanya Morgan menghentikan sesi latihan.
"Kau lawan dia Morgan, dia temanku," jawab Richi yang kini berada di antara Morgan dan Han Bin.
"Teman?" Morgan masih rancu dengan kata teman yang Richi ucapkan.
"Iya, aku bertemu di pesawat saat pulang dari Macau, dia lumayan sepertinya. Ajari dia cara bertarung dengan cara yang baik, sebelum melawan bos Alex," jelas Richi.
"Oke," ucap Morgan, dia memperhatikan dengan jelas dari atas sampai bawah penampilan Han Bin. Tidak ada yang bisa di temukan selain lusuh dengan wajah memar, pelipisnya berdarah dan lengannya yang robek.
"Siapa namamu, tujuanmu apa ingin bertarung dengan bos kami?" tanya Morgan dengan tegas.
"Aku Han Bin dari Macau, aku sering mendengar nama Alex Fernando digaungkan di atas meja judi, selain hebat dalam mengundi nasip, dia juga hebat dalam bertarung. Aku salah satu yang ingin menjajal kemampuannya, apakah dia sehebat itu," jawab Han Bin dengan sombongnya.
__ADS_1
"Boleh, kau boleh melawan bos kami tapi setelah kau kalah, aku akan membuangmu ke Macau kembali, deal?" Morgan begitu sadis, dia memang seperti itu, tidak pernah basa-basi, mantan anggota Lucifer yang terkenal ahli tebas menebas kepala musuh.
"Haha, aku akan membuang diriku sendiri Macau seperti pengencut jika aku kalah!" Tekad Han Bin begitu besar, dia seperti tak mengenal rasa takut.
"Cukup menarik, kau pria muda yang sangat sombong dan penuh dengan semangat, kau lawan aku! aku mengizinkanmu melakukan penyerangan terhadapku," pinta Morgan yang sudah siap mendapatkan pukulan dari Han Bin.
Bug!
Bug!
Dua pukulan dari kedua tangan Han Bin, berhasil dihalau oleh Morgan. Kemudian, Han Bin mencoba menendang kaki sebelah kanan Morgan, tetapi serangan itu hanya seperti angin lalu.
Han Bin belum juga menyerah, dia menyerang bagian lain, kali ini dada bidang Morgan. Dia mendaratkan beberapa pukulan dengan kuat, tapi tak kunjung membuat Morgan roboh.
"Kau bisa tidak memukul? Apa kau sudah kelelahan melihat aku yang terlalu kuat ini?" Morgan ingin menyeimbangkan kesombongan, dia juga bisa sombong seperti Han Bin.
Semua anggota Death Angel termasuk Willy dan Richi begitu serius memperhatikan pertarungan kedua orang yang berbeda usia itu.
Han Bin fokus, dia mencoba menutup kedua matanya. Di sana ada nenek dan kakek, dia menghimpun kekuatan untuk memukul Morgan yang ada di depannya, kedua orang itu adalah penyemangat bagi Han Bin. Dia berharap, dengan mengingat mereka, Han Bin mampu melakukan perlawanan terhadap Morgan, untuk level selanjutnya dia bisa bertarung dengan Alex Fernando sesuai dengan tujuan awalnya datang ke New York.
"Buka matamu bocah!" Morgan menepuk kasar pipi sebelah kanan Han Bin.
Mata elangnya langsung menarik dengan Morgan yang digunakan untuk menepuk pipinya, Morgan yang mendapatkan serangan mendadak langsung memberikan perlawanan, akhirnya mereka berdua melakukan baku hantam secara profesional.
Pukulan demi pukulan terlihat sangat epik, keduanya seperti pelaku beladiri yang handal.
Satunya memberikan pukulan, satunya lagi menangkis, hingga Han Bin harus jatuh tersungkur akibat kesalahannya memperhitungkan pukulan Morgan yang menyasar perutnya.
__ADS_1
"Cih, kau harus belajar lebih giat lagi! kau bisa belajar sombong dengan bos kami, hentikan kesombonganmu jika belum bisa melakukan apapun!" jelas Morgan.
Hari ini Han Bin memang tidak sekuat biasanya, saat bertarung di Macau terakhir kali, dia mendapatkan beberapa pukulan yang keras dari kursi ataupun meja yang dilayangkan kepadanya, awalnya dia tidak merasakan kesakitan, tetapi saat ini dia merasakan badannya remuk apalagi mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari Morgan.
"Sesi latihan usai, Richi, dia ini sangat berpotensi tetapi terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan. Kita bisa mengajarinya ilmu beladiri yang lebih, karena bocah ini memiliki dasar yang kuat dalam berkelahi." Morgan mengakui jika Han Bin bukan bocah biasa, pukulan yang ia berikan kepada Morgan, sangatlah kuat. Morgan mengakui kehebatan bocah tengik yang tersungkur di depannya ini.
"Bocah, lebih baik istirahat dulu di sini. Tunggu sampai bos datang, sedang berada di taman liburan bersama keluarganya, setelah beberapa jam pasti dia akan kembali kemari. Kau harus menghimpun tenagamu agar mampu melawannya, aku lihat kau terlalu lemah," ucap Morgan memberikan saran.
"Terimakasih kakak, aku akan menuruti apapun yang kau katakan, kau sangat hebat dalam beladiri, aku percaya jika Alex pasti lebih baik darimu! makanya aku ingin sekali melakukan sesi pertarungan juga dengannya, angkatlah aku jadi muridmu kakak!" Akhirnya Han Bin luluh, dia harus terlebih dahulu karena jika terlalu banyak melawan, akan sangat berat baginya bertahan hidup di kota New York.
"Oke, tapi kau ingat bahwa di tempat ini bukan area bermain, kau tidak bisa keluar masuk seenaknya. Jika kau sudah berada di dalam markas, tidak mudah bagimu untuk keluar. Kau akan mendapatkan sanksi yang tegas dari kami jika membocorkan lokasi markas utama Death Angel, Apa kau mengerti ucapanku?" Morgan menjelaskan kepada Han Bin agar dirinya lebih berhati-hati, di dalam markas sudah ada ruang peradilan yang siap mengoyak lahir dan batinnya jika tidak menuruti ucapan Morgan.
Dia akan mati sia-sia seperti Raf dan yang lainnya
"Siap kakak, aku akan menuruti apapun yang kau katakan! pada intinya aku ingin bertarung dengan bos Alex, mohon bimbingannya kakak!"
Han Bin yang memiliki harga diri, harus merendah saat ingin belajar, setiap tersebut dihadapan Morgan untuk mendapatkan ilmu yang lebih di atasnya.
Richi melihat adegan Morgan dan Han Bin, teringat akan waktu dulu saat dia bersama Alex bergabung di Death Angel.
Dia juga sama seperti Han Bin, tetapi bedanya dia melawan Tuan Fudo, lebih mengerikan daripada Han Bin.
"Dia sepertimu Richi," bisik Willy.
"Haha iya, tapi waktu itu aku melawan Tuan Fudo, aku sangat babak belur, sampai tidak bisa bangun 2 hari 2 malam," ungkap Richi saat mengingat pengalaman pertamanya bertarung.
"Wkwkwkk, Alex yang menyelamatkanmu? kau ingat akan hal itu?" jawab Willy yang juga menjadi saksi persahabatan abadi antara Richie dan Alex.
__ADS_1
"Iya, dia membawaku ke rumahnya dan merawatku, Nyonya Raihana memang baik, tapi Tuan Fernando menyebutku anak ingusan."
.....