Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Fakta Baru


__ADS_3

“Bagus, aku mengira kau sangat polos, ternyata tidak seperti itu,” ucap sang mafia memuji keberanian Mishel.


“Aku kesal karena Aldren memperlakukanku sangat keji, dia berulang kali memberikanku makan seperti an jing, membuang begitu saja makanan ke dalam jeruji besi. Aku dan Aldren bernegosiasi agar aku bisa keluar dari neraka itu. Dia memberikan syarat agar aku tutup mulut. Terpaksa aku menyanggupinya, di saat yang bersamaan, ada salah satu anak buah Aldren mengatakan jika dia tidak menyukai kinerja Aldren yang seperti orang gila. Nah, dia mau membantuku. Tuan, ini bukti kejahatan Aldren yang sudah aku temukan selama ini.” .


Mishel menyerahkan file berisi ketidakadilan dan propaganda yang Aldren lakukan selama ini.


Alex tersenyum mendengar fakta baru yang menurutnya sangat menguntungkan bagi Death Angel.


“Cukup, aku tidak akan menanyakan apapun lagi, cukup satu saja karena pertanyaan keduaku sudah aku jawab sendiri,” jelas sang mafia yang beranjak dari tempat duduknya.


Dia meminta Dimitri tetap di apartemen, karena Joan dan Dafa akan ikut bersamanya menemui Yovan.


“Kau jaga di sini, jangan membiarkan kedua orang ini masuk kamar. Aku khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.”


Alex menyindir dua orang yang sedang kasmaran itu.


“Iya bos, aku akan menjadikan perintahmu menjadi pegangan.”


Sang anak buah memahami apa yang dimaksud oleh bosnya.

__ADS_1


“Iya, aku akan mengkondisikan milikku bos. Semua aman terkendali di dalam sana, aku akan menikah. Tenang saja, aku mampu menahannya,” jawab Dimitri yang merasa tersindir.


“Hahaha ... kau adalah orang luar biasa nomor 5 setelah Richi, Willy, Frank, Morgan,” ucap sang mafia. Dia memuji ketahanan diri Dimitri, pria itu sudah menjomblo sangat lama. Namun mampu menyingkirkan hasratnya yang ternyata akan on saat ada Mishel di sampingnya.


Mishel tersipu malu karena dia memiliki rasa cinta yang berlebihan kepada Dimitri, justru dia sendiri yang takut kebablasan. Semua orang tertawa mendengar ucapan Mishel yang apa adanya itu.


“Dimitri itu kuat dan tinggi, pasti di dalam sana ....”


Sang mafia memperlihatkan dirinya yang mesyum, dia sebenarnya juga sangat merindukan Laras, jadi dia mencari teman agar rasa sepi dan hasrat yang terpendam itu ada temannya.


...


“Kami juga,” timpal Joan da Dafa.


“Oke!” jawab Dimitri.


Kini tiga orang telah berada di dalam apartemen itu mengantar bos mereka sampai di depan pintu.


Setelah itu, anak buah Alex mengatakan ingin beristirahat. Dia mengantuk.

__ADS_1


“Tidur saja di kamar tamu, aku tidak akan memberitahu bos jika kau tidur, aku juga akan menjaga jarak dengan Mishel.”


“Tidak D, aku akan tetap menjaga kalian, jangan sampai lolos. Saat kau khilaf, aku yang akan kena batunya.” Sang anak buah lebih memahami tugasnya.


“Ha ... ha ... ha ..., oke lah! terserah kau saja.”


Mishel lebih memilih masuk ke dalam daripada mendengarkan dua anak buah sang mafia yang entah sedang membahas apa.


“Kau telah membuat gadisku ketakutan.” Dimitri menyadari satu hal jika dia masih mencintai Mishel.


“Bukan kau, tetapi kau yang membuatnya takut, kondisikan milikmu D,” sindir sang anak buah.


“Dia aman di sana, tidak akan bangun semudah itu.”


Pembahasan keduanya sangat mengerikan, tentu saja Mishel kabur.


Apalagi dia mengetahui inti pembicaraan itu karena dia juga gadis yang cukup umur.


....

__ADS_1


__ADS_2