
"Lex, kau ingat satu hal, jika kau benar-benar sudah jatuh cinta, kau jangan melupakan jati dirimu. Kau harus berani melawan rasa egoismu." Pesan Tuan Fudo.
"Apa maksud perkataanmu, Tuan?" Tanya Alex.
"Dulu, aku pernah menyukai gadis bernama Haruka. Dia adalah sahabatku. Aku memilih untuk tidak mengungkapkan perasaan yang ku miliki kepadanya karena fokusku hanya kepada masa depan Death Angel. Aku mengorbankan cintaku untuk ambisi yang begitu kuat untuk menjadi penguasa. Hatiku hancur saat ku tahu Haruka menikah dengan pria lain. Aku mungkin terlihat hebat di luar, tetapi aku begitu rapuh." Jawab Tuan Fudo.
"Aku merasa ada yang berbeda denganmu, Tuan." Ucap Alex curiga.
"Aku terlambat untuk meminta maaf kepada Haruka. Dua hari lalu aku mendapatkan kabar jika Haruka meninggal dunia karena penyakit jantung yang di deritanya. Zack memberitahu jika Haruka di semayamkan di desa kami dulu. Hari ini aku akan pergi ke sana bersama Zack." Jelas Tuan Fudo.
"Aku ikut berduka cita Tuan Fudo, semoga nyonya Haruka damai di surga." Ucap Alex.
"Terima kasih Lex, kau urus Zhen Ming, dan ingat kau harus waspada dengan adikku. Dia sewaktu-waktu bisa muncul di hadapanmu." Pesan Tuan Fudo.
Belum sempat Tuan Fudo menutup panggilannya, suara tembakan, nyaring terdengar di sebelah barat markas utama Death Angel.
Alex langsung beranjak dari tempatnya berdiri dan segera menghampiri asal suara tembakan tersebut. Terlihat jelas di depan matanya, para anggota Death Angel sedang baku tembak dengan penyusup yang berjumlah tujuh orang, mereka seperti mengenali area markas, tak ayal mereka dengan mudahnya dapat meringsek masuk ke area markas utama Death Angel, tak perduli ada banyak ranjau di sekitarnya. Alex membantu para anggota Death Angel yang tengah di berondong tembakan oleh para penyusup.
DORRR!!!
Alex menembak tepat di kaki sebelah kanan salah satu penyusup yang berusaha kabur. Sang penyusup berjalan dengan terseok-seok menahan sakit akibat timah panas yang bersarang di kakinya. Dengan mudah Alex mampu menahan tubuh sang penyusup dan menghempaskannya ke tanah.
"Katakan siapa yang menyuruhmu datang?" Tanya Alex sambil menodongkan senjata api ke arah sang penyusup.
"Kau tidak perlu tahu, kau hanya bos sampah, breng-"
Belum sempat sang penyusup menyelesaikan kata-katanya, Seketika...
DOORRRR!!!!
Alex mengeluarkan timah panas tepat di kepala sang penyusup, bos mafia itu kesal dengan perkataan sombong sang penyusup yang lemah tapi masih bisa melawannya.
__ADS_1
"Kau berkata aku sampah? tetapi kau sendiri tewas di tangan sampah!!! pergi kau ke neraka!!! siapapun yang berani masuk ke area markas Death Angel tanpa seizinku, dia akan bernasib sama dengannya."
Alex menodongkan pistolnya ke arah para penyusup yang masih tersisa, dengan secepat kilat Alex menembak mereka. Satu persatu para penyusup akhirnya tewas di tangan Alex.
"Bawa para anggota yang terluka dan obati mereka, mayat penyusup tidak berguna ini, berikan kepada hewan peliharaanku." Perintah bos Alex Fernando kepada anggotanya.
"Jumlah penyusup ada tujuh orang bos, kita hanya berhasil melumpuhkan enam orang saja. Masih ada satu orang yang kabur." lapor salah satu anggota Death Angel.
"Kau lakukan apa yang ku perintahkan tadi, penyusup yang kabur itu biar aku yang mengejarnya." Jawab Alex.
"Siap bos!!! laksanakan!!!" Ucap salah satu anggotanya.
Alex kemudian berlari mengejar satu penyusup yang berhasil kabur. Pengejaran berlangsung dramatis, tapi pada akhirnya Alex berhasil menangkapnya, bos Alex dan sang penyusup terlibat baku hantam, hingga bos Alex mampu mengalihkan perhatian penyusup itu dan membuka penutup wajah yang di pakainya, kini terlihatlah wajah aslinya.
"Kau?"
Alex terkejut dengan penampakan wajah yang ada di di depannya, dia melihat sosok pria yang ingin sekali Ia lenyapkan.
"Haruskah ku sudahi permainan ini dan melenyapkanmu segera, Juna Albram?" Ucap Alex.
"Cih, persetan dengan statusmu sebagai bos mafia. Aku tidak takut sama sekali. Lenyapkan saja!!!" Jawab Juna.
"Apa kau tahu kesalahan terbesarmu apa?" Tanya Alex.
"Kesalahan? kau yang berbuat kesalahan, kau telah salah berurusan denganku!!! Aku mampu melewati ranjau yang kau buat, apa belum cukup bukti jika kau telah salah meremehkanku?" Jawab Juna masih dengan kesombongannya.
"Argumenmu boleh juga, tapi bukan itu yang ku maksud. Kau telah salah menantangku dan menyakiti gadisku, jangan harap setelah ini kau akan ku biarkan hidup!!!" Ucap Alex.
"Gadismu? Laras maksudmu? ku dengar kau sudah tidur dengan mantan kekasihku itu, sungguh kau adalah bos mafia yang pantas di kasihani. Kau bahkan tidur dengan seorang gadis yang masih mencintaiku. Apa kau yakin jika saat itu dia benar-benar melihatmu sebagai Alex Fernando? atau justru dia melihatmu sebagai aku, Juna Albram? coba kau pikirkan? cinta macam apa yang Laras berikan untukmu? bersamamu tapi masih memikirkan pria lain."
"Tutup mulutmu Juna Albram!!!!!!!"
__ADS_1
DORRR!!!
DORRR!!!
DORRR!!!
Tiga timah panas bersarang tepat di jantung Juna Albram. Tubuh pria angkuh itu roboh, seketika jantungnya berhenti berdetak. Akhir kisah Juna Albram yang menyedihkan, dia tewas di tangan bos Death Angel akibat tidak mampu menjaga mulut sampahnya itu.
"Ini hukuman untuk pria yang berani mengatakan hal yang buruk tentang gadisku." Ucap Alex.
Alex kemudian mengambil telepon genggam milik Juna, dia mencari nomor ponsel milik Tuan Albram Zein di menu kontak ponsel tersebut, setelah menemukan nomor ponsel Tuan Albram, Alex melakukan panggilan. Tidak butuh waktu lama untuk Tuan Albram Zein menjawab panggilannya.
"Hey anak sialan!!! kau kembalilah, sudah ayah bilang, kau jangan ikut campur urusanku!!! Laras dan keluarganya biar aku yang menanganinya. Kekasih Laras pasti tidak akan tinggal diam saat mengetahui kau akan membawanya pergi, Alex Fernando bukan pria sembarangan, dia bisa saja melenyapkanmu kapanpun dia mau. Jika kau berani melawanku dan tak kunjung pulang kerumah, ayah akan menghukummu!!!"
Tuan Albram Zein mengatakan banyak hal tanpa mengetahui siapa yang membuat panggilan ke nomor ponsel miliknya. Alex masih bungkam, dia menunggu waktu yang tepat untuk berbicara.
"Hallo? Juna? kau dengar ayah?" Tanya Tuan Albram Zein.
"Tuan Albram Zein, ayah si brengsek Juna Albram." Jawab Alex.
"Kau? siapa kau? dimana Juna?" Tanya Tuan Albram Zein.
"Pergi ke neraka, apa kau mau ikut bersamanya?" Tanya Alex.
"Cih!!! aku tidak takut dengan ancamanmu!!! segera katakan!!! siapa kau sebenarnya!!! jangan jadi pengecut kau, brengsek!!!" Umpat Tuan Albram Zein.
"Kau tunggu, setelah ini akan aku kirim mayat putramu ke rumahmu. Di sana ada tanda yang akan ku tinggalkan, kau akan tahu siapa aku sebenarnya." Jelas Alex.
Alex langsung menutup panggilan telepon itu, dia menyimpan ponsel milik Juna di saku celananya. Setelah itu, Alex menelpon salah satu anggotanya menggunakan ponsel miliknya.
"Kau segera datang ke arah barat markas, bawakan aku mobil dan peti mati. Aku ingin mengirim mayat Juna sialan ini ke rumahnya." Perintah Alex.
__ADS_1
"Siap bos, perintah di laksanakan!!" Jawab anak buah Alex.