
"Jangan apa-apa, kau ini lebih tahu singa jantanku daripada yang lain. Dia bisa memangsamu sewaktu-waktu," ucap Alex dengan wajah yang datar.
"Apa harus hukumannya seberat itu?" Joan masih ingin bernegosiasi dengan sang bos.
Dafa yang tidak mengetahui apapun lantas bertanya.
"Singa jantan dalam arti yang sebenarnya?"
Joan dan Alex menatap ke arah Dafa.
"Kau bayi ya? bagaimana bisa kita mendapatkan hukuman memandikan singa jantan dalam arti yang lain? bos Alex adalah singa jantannya Death Angel, apa kau mau memandikannya?" celetuk Joan.
Alex menatap mata Joan, tatapannya sangat tajam.
"Kalian akan tetap di sini atau masuk ke dalam unit apartemen Tuan Win?"
"Masuk ke dalam unit apartemen," jawab keduanya serempak.
"Kalau begitu, ayo jalan! tunggu apa lagi?"
Alex berjalan lebih dulu, kedua anak buahnya mengekor dibelakangnya.
....
__ADS_1
Ketiga orang itu sudah sampai di depan pintu apartemen Tuan Win.
Alex menekan bell, beberapa saat kemudian pintu itu terbuka.
"Masuklah," ucap Willy yang membuka pintu itu.
Ketiga orang itu masuk ke dalam apartemen dan langsung menemui Yovan.
"Will, apa dia baik-baik saja? aku lihat lukanya masih basah," ucap Alex yang berada di samping Yovan.
"Iya, dia terus memanggil namamu. Yovan ingin mengajakmu baku hantam mungkin," jawab Willy.
"Cih, bagaimana bisa dia mengajak baku hantam? dia saja babak belur," jelas sang mafia.
"Oh ya, dimana bocah tengik itu?" tanya Alex. Saat dia masuk ke dalam apartemen Tuan Win, dia sama sekali tidak menemukan sosok bocah itu.
"Ada, dia sedang bersama kekasihnya membicarakan sesuatu," jawab Willy.
Saat sang mafia berbincang-bincang dengan Willy, Dafa dan Joan mendapatkan informasi dari Richi bahwa Aldren melakukan konferensi pers.
Dia mengatakan bahwa dirinya menjadi korban berita hoax, dia tidak melakukan kesalahan apapun tetapi dituduh melakukan tindakan yang tidak seharusnya.
Aldren membersihkan nama baiknya dengan segera dan menjelekkan Alex untuk sekian kalinya.
__ADS_1
Sang mafia geram.
"Shiittt! aku sudah memberikan jeda waktu agar dia tidak berulah, mengapa dia senang sekali membuat masalah denganku?" Sang mafia kesal karena berita semacam ini bisa membuat geng dan keluarganya menjadi terancam.
Dia tidak ingin kelima anaknya mengetahui hal yang tidak seharusnya mereka dengar, Alex segera memberitahu sang istri agar berhati-hati dalam mendengar ataupun mendapatkan informasi dari sumber yang belum tentu kebenarannya.
Sang mafia meraih ponsel yang ada di saku celananya, kemudian menelepon sang istri.
"Sayang, kau jangan percaya dengan apa yang ada di televisi ataupun media online lainnya," ucap Alex tiba-tiba.
"Apa maksudmu? aku sedang bermain dengan anak-anak, televisi juga mati. Mereka tidak menggunakan ponsel sama sekali hari ini," jawab Laras heran dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh sang suami.
"Baguslah! ada orang yang menjelekkan namaku lagi, aku tidak ingin kau dan anak-anak mendengarnya, cukup aku saja yang mengetahui dan segera menyingkirkan pria itu."
Alex mengatakannya dengan sangat yakin, ya sudah muak dengan tingkah Aldren.
"Oke baby, katakan banyak hal jika kau memiliki informasi lain yang lebih penting, aku akan berhati-hati di dalam rumah." Sang istri sudah memahami posisinya yang menjadi seorang istri bos mafia super sibuk, Alex Fernando.
"Siap! tetaplah di rumah dan jangan pergi kemanapun."
"Oke."
....
__ADS_1