Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Alex Fernando vs Aldren Fernando


__ADS_3

"Dia ada di kota ini kan? aku tahu." Aldren sudah mencari kesempatan untuk bertemu dengan Alex, dia melacak keberadaan sang mafia dimanapun ia berada tetapi tak kunjung mendapatkan titik terang. Namun saat anak buahnya memberitahu kepadanya bahwa ada sosok pria yang sering digaungkan oleh penduduk Macau, Aldren mulai menelisik orang itu yang ternyata rival abadinya, Alex Fernando.


Aldren mencari tahu tentang orang itu sampai pada waktunya, dia mengetahui bahwa Alex ada di Macau, tapi entah dimana posisinya.


"Sepertinya iya Tuan, tapi kami tidak menemukannya," jelas anak buah MK.


"Anak buahku akan bantu mencari, kalian ikuti saja mereka berdua." Perintah Aldren kepada anak buahnya.


"Baik Tuan."


Kedua anak buah MK dan anak buah Aldren bersama mencari keberadaan Alex menggunakan mobil sang bos.


...


"Tuan Aldren tidak ada miripnya dengan bos mafia Alex Fernando," jelas anak buah MK saat berada di perjalanan menuju bar Tuan Win yang di curigai ada Alex di sana.


"Isunya dia anak haram, tetapi aku juga tidak terlalu paham. Kami malas membahas hal itu karena akan membuat keributan saja, dia akan mengamuk dan membunuh siapa saja yang mengungkit tentang hal itu." Anak buah Aldren sudah menjelaskan segalanya.


"Menyeramkan sekali, dia akan membuat semua orang dalam masalah jika mengusik kehidupannya yang penuh misteri itu," imbuh anak buah Aldren.

__ADS_1


"Cukup ngeri juga ya, aku saja malas berbicara dengannya. Tatapan matanya seperti mau memakan kita semua," ucap anak buah MK. Dia juga memahami posisi Aldren, jika dia anak haram, sepantasnya dendam membara pasti ada di dadanya.


Mobil Aldren telah terparkir di depan bar milik Tuan Win.


Ke empat orang itu turun dari kijang besi itu.


"Kau masuk ke dalam, aku akan mengawasi dari sini," pinta salah satu anak buah Aldren.


"Oke."


Dua anak buah MK langsung berjalan masuk ke dalam bar.


Setelah setengah jam mencari, seorang pria tiba-tiba memanggil nama Alex.


"Dia, itu dia!" pekik anak buah MK.


Sang anak buah kemudian mendekati asal suara yang memanggil nama Alex.


"Kau anak buah Alex? pas sekali! kau bilang kepada bosmu ikut dengan kami karena Aldren mencarinya." Anak buah MK sangatlah percaya diri mampu membuat Alex bertekuk lutut di hadapan Aldren.

__ADS_1


"Kalian siapa? orang tidak jelas!" ucap orang yang memanggil nama Alex yang ternyata adalah Frank.


"Jangan cari mati! Kami adalah anak buah MK dan sudah bersekutu dengan Aldren, adik tiri Alex Fernando." Salah satu anak buah MK langsung membuka inti dari apa yang ingin mereka cari.


Alex yang berada tidak jauh dari ketiga orang itu, kemudian mendekat.


"Apa kau bilang tadi? Aldren? dia ingin menemuiku?" Alex familiar dengan nama itu, dia Judika jika Aldren yang dimaksud adalah orang yang sama dengan orang yang selama ini ia cari.


"Iya, apa kau sudah siap untuk mati, Lex?" tanya si anak buah MK terlihat kurang ajar.


"Bawa aku bersamamu, aku ingin bertemu dengannya," pinta Alex.


"Haha ... kau ingin cepat mati rupanya? Oke ayo ikut kami menemui saudara tirimu!" Anak buah MK merasa di atas angin, dia langsung mendorong tubuh sang mafia seperti seorang tahanan.


"Jangan sentuh bosku!" ucap Frank geram.


"Tenang Frank, kau ikut aku!" jawab Alex.


....

__ADS_1


__ADS_2