Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Happy Ending


__ADS_3

******


Bandara internasional Macau...


Seorang baju serba hitam dan banyak orang yang berada di belakangnya berjalan seperti orang penting. Dengan tato yang ada di leher bertuliskan Fudo Kurosaki, pria itu sangat gagah meskipun usianya sudah menginjak 50 tahun.


Dia meminta anak buah yang ada di belakangnya untuk segera menelpon sang mafia.


"Telepon Alex, di mana posisinya sekarang!" pinta Tuan Fudo kepada salah satu anak buahnya.


"Siap Tuan Fu," jawab sang anak buah.


Sang anak buah mengeluarkan ponselnya yang ada di saku celananya kemudian menelpon sang mafia.


"Halo bos Alex? Tuan Fudo ada di bandara, kau datanglah kemari. Jemput kami," ucap sang anak buah.


"Oke, aku akan kesana."


Seketika panggilan telepon terputus kemudian, sang anak buah menutup panggilan teleponnya.


"Dia akan segera datang Tuan Fu, lebih baik kita  keluar dari bandara dan menunggu di depan." Sang anak buah mengajak pemimpinnya untuk segera keluar dari bandara itu karena sang mafia pasti sudah on the way ke bandara tersebut.


"Ok."


Singkat dan padat, Tuan Fudo berjalan lagi menuju pintu keluar bandara.


**********


Kini sang tetua bersama beberapa anak buahnya telah berada diluar bandara, dia menunggu berapa menit, salahnya orang yang telah ditunggu itu datang.


"Lex!" pekik Tuan Fudo, dia sangat mengenali mobil yang dikendarai oleh sang mafia.


Sang mafia turun di depan Tuan Fudo dan mengajaknya masuk ke dalam mobil.


Sedangkan para anak buah menunggu jemputan dari Tuan Win yang telah Alex persiapkan.


Sang mafia kini duduk bersama Tuan Fudo di sampingnya, dia tidak pernah menyangka jika tetua Death Angel itu benar-benar menyusulnya ke Macau.


"Tunggu apa lagi? Apa kau ingin melihatku seperti itu? Hanya melihatmu saja?" tanya Tuan Fudo apa yang telah dilakukan Alex.


Biasanya, anak buahnya itu tidak terlalu memperhatikan dirinya. Akan tetapi hari ini sangatlah berbeda, dia seperti anak kecil yang merindukan ayahnya.


"Haha … kau adalah harapan terakhir ku untuk melawan MK, tentu saja terlihat lebih bersemangat dari sebelumnya."


Sang mafia langsung tancap gas mengendarai mobil miliknya menuju markas miliknya, tetapi sebelumnya dia terlebih dahulu menemui Yovan. Ini akan menjadi momen terbaik untuk kedua orang itu bersama dalam damai.


Seperti diketahui sebelumnya kedua orang itu permusuhan padahal sebelumnya sangat solid.


Alex sangat cukup menyayangkan hal ini karena banyaknya persamaan antara sang tetua dan orang kepercayaannya itu.


Sudah 10 tahun terakhir ini mereka bersama, hanya karena rumor penghianatan yang dilakukan oleh Yovan, keduanya menjadi saling bermusuhan dan Alex tidak menyukai hal ini.


Sepanjang perjalanan menuju apartemen Tuan Win, Alex mengatakan bahwa dirinya akan membawa sang ketua untuk bertemu dengan Yovan, dia membicarakan tentang rencana Tuan Fudo datang ke Macau.


Keduanya pria sangat akrab sampai merupakan dua orang yang berada di jok belakang sedari tadi hanya diam dan mendengarkan apa yang telah disampaikan oleh kedua orang itu.


"Apa kau tahu? Alex tiba-tiba melupakan kita setelah bertemu dengan Tuan Fudo, dia memang selalu seperti ini sejak dulu," bisik Joan.


Tak kalah dengan Joan, si wartawan berita kriminal itu juga mengatakan hal yang sama.


"Aku mengetahui jika saudara memiliki kebiasaan yang aneh, dia sangat nyaman bersama ketua. Alex Fernando yang selama ini kita kenal sebagai pria gara-gara suka marah-marah, desa luluh di samping Tuan Fudo. Kita tidak pernah mengetahui mantra apa yang telah diucapkan oleh Tuan Fudo agar sang mafia menjadi sangat jinak." Kedua orang yang sedang berbisik bisa itu ternyata mendapatkan respon dari sang mafia.


"Aku mengetahui jika kalian membicarakan tentang aku tetapi aku tidak akan membalas ataupun memberikan, karena hari ini ada Tuan Fudo, semuanya akan menjadi lebih baik tapi jika ketua sudah pulang kalian akan mendapatkan balasannya." 


Kedua orang itu menelan salivanya, tidak pernah dibayangkan oleh Joan dan Dafa bahwa Alex mengetahui apa yang sedang mereka bicarakan padahal suaranya juga tidak berisik hanya pelan-pelan saja.


Akan tetapi sudah apes, ya sudah terjadi biarlah terjadi karena tidak akan ada gunanya untuk minta maaf. Semua yang telah diputuskan oleh sang mafia merupakan hal yang final.


"Ya, kalian baru mengetahui jika Alex saat bersama ku seperti anak kecil? Dia itu seperti ini sejak dulu, aku tidak mempermasalahkan hal ini karena memang selamanya anak ini menjadi bocah dihadapanku, sudah jangan terlalu membicarakan tentang bocah aku menjadi rindu dengan anak itu," ucap Tuan Fudo memberikan kode bahwa dirinya merindukan Yovan.


Alex merasa lega karena apa yang telah Ia rencanakan bersama kedua orang itu mampu membuat situasi menjadi lebih baik, jacknya kedua orang yang telah bermusuhan dan berbeda pendapat itu akan rukun setelah berbicara bersama.


Tidak ada yang menanggapi apapun yang dikatakan oleh Tuan Fudo, daripada kena hukum lagi kedua orang tua itu hanya diam dan bermain ponselnya.


Sang maaf menatap keduanya lewat spion tengah mobil dengan menahan tawa, akhirnya dia bisa menghargai 2 orang itu yang sangat menyebalkan.


******


Sesampainya di depan apartemen milik Tuan Win …


Keempat orang itu turun dari mobil sang mafia kemudian berjalan menuju relief yang berada di dalam area apartemen tersebut, setelah masuk ke dalam lift kemudian mafia itu menekan tombol angka untuk menuju unit apartemen.


Beberapa menit kemudian mereka berempat telah sampai di depan pintu apartemen Tuan Win, Alex segera menekan bel dan alangkah terkejutnya Tuan Fudo saat bertemu dengan mantan anak kesayangannya.


"Kau? Apa yang kau lakukan di apartemen Tuan Win?" tanya Tuan Fudo. Dia pria sangat marah saat pertama kali menatap wajah Yovan.


Yovan ya sudah lebih baik dari sebelumnya meskipun masih ada sakit di sekujur tubuh langsung memeluk sang ketua, dia meminta maaf karena tidak langsung memberikan perdebatan yang terbaik karena dia juga sedang menjalankan misi.


"Maaf Tuan, aku tidak melakukan hal yang kau tuduhkan tetapi memang pada nyatanya aku menjadi korban keegoisan MK. Aku tidak pernah membocorkan apapun yang telah kau rahasiakan dan sampaikan kepadaku, aku berada dimanapun karena sesuai dengan tugasku menggantikan Alex yang lebih dulu berperang."


Suasana menjadi lebih tegang karena kedua orang itu saling bertatap dan tanpa senyum sama sekali.


Sang mafia dan kedua temannya langsung memberikan joox agar keduanya menjadi lebih.


Alex membawa kedua orang itu masuk ke dalam kemudian berbicara hal yang lebih sensitif, yaitu masalah pengkhianatan yang terjadi.


Tuan Fudo do you have an masih saling bertatap muka meskipun sudah 10 menit lamanya.


"Mereka memang sedang bermusuhan, aku tidak mengetahui tentang apa yang terjadi dengan keduanya, sampai seperti ini akhirnya."


Kedua orang itu tiba-tiba saling memeluk dan membuat suasana menjadi lebih tenang.


Alex dan kedua temannya tidak terlalu mengkhawatirkan apa yang terjadi dan lebih fokus persatuan geng yang terkoyak karena ulah MK.


*********


"Aku minta maaf karena telah berkhianat," ucap sang anak kesayangan. Begitu juga kepada si tua pun meminta maaf kepada yang muda.


Rasanya sangat senang melihat kedua orang itu tidak bermusuhan, apalagi permusuhan yang telah beberapa hari ini terjadi tidak membuat keduanya saling baku hantam seperti sebelumnya.


Dia dan Yovan, merasa bahwa Tuan Fudo sudah banyak berubah, dia tidak pernah memeluk ataupun memberikan permintaan maaf kepada orang lain.


Yovan mempersilahkan para tamu untuk masuk ke dalam.


Setelah itu, membahas tentang MK.


Ruang tamu begitu penuh dengan para lelaki, apa saja muncul Han Bin serta wanita yang membawakan makanan serta minuman.


"Ini untuk para tamu, kami telah membuatnya menjadi hidangan yang terbaik yang pasti lezat." Han Bin menjadi lebih baik dari sebelumnya, dia telah menjadi satu bersama Tzuyu, dalam satu malam yang indah dengan an pelukan yang hangat serta peluh yang menetes, setidaknya keduanya pernah melewati malam bersama.


Tidak mau kalah, Yovan juga sudah mulai membuka hatinya kembali untuk Sia. Wanita itu juga sudah udah terbiasa bersama dengan sang kekasih lagi, chip yang berada di dalam tubuhnya juga sudah dihilangkan oleh seorang dokter.


Kedua pasangan itu menjadi lebih berarti dan bahagia ketika Alex dan Tuan memberikan restu kepada dua pasangan yang sedang kasmaran.


"Lex, telah menemukan kebahagiaanku yaitu Sia. Kami akan segera melangsungkan pernikahan di tempat yang tersembunyi, Han Bin juga, disaat seperti ini tidak ada pendeta yang mau menikahkan kami kecuali seorang pria yang sangat kami percaya mau carikan pendeta untuk hari pernikahan yang sederhana."


Joan yang masih merasa coba hanya diam saja, tidak terlalu membahas ataupun mencoba ikut dalam obrolan yang sangat penting untuk masa depan.


Akan tetapi, masih saja Dafa menyindir calon kakak iparnya.


"Joan, setelah ini akan menikah dengan kakakku yang sangat cantik dan jelita, dia juga bohai tidak kalah super seperti gadis kalian berdua." 


Perkataan Dafa, membuat Joan harus menahan rasa malu yang teramat sangat karena semua orang menertawakannya tanpa henti.


"Sial! bukan itu maksudku! Aku tidak pernah berhubungan dengan kakak Dafa, biasa saja hanya menceritakan secara detail, tidak mempertemukan aku dengan kakaknya." 


Joan terlihat seperti mengharap pertemuan dengan kakak Dafa.


Dia kembali di sindir oleh Alex.


"Kau harus menikah lagi Jo, apalagi yang kau tunggu? Pria itu telah memberikan opsi yang sangat tepat untuk dirimu. Kau seharusnya berterima kasih dengannya, lakukanlah pernikahan itu karena itu akan selalu bersamamu." Alex ingin saudaranya itu segera menikah seperti anggota ke yang lain juga, mereka berharap mendapatkan masa depan yang lebih baik.


"Kita sedang membahas apa sebenarnya? harusnya kita fokus kepada MK." Tuan Fudo back to basic, dia tidak ingin terlalu berlama-lama berada di Macau karena banyak tugas yang harus diselesaikan di pegunungan seribu duri.


Dia sedang mengajari banyak anggota untuk memegang sertifikat katana terhandal di kota utara. Di sana sedang gencar melakukan pelatihan kepada para anggota, yang lebih baik lagi adalah gengnya akan menjadi dua.


Death Angel dan Kingdom of Death.


Jika Death Angel adalah milik Alex, sedangkan yang satunya lagi akan menjadi milik Richi.


Ini sudah ia diskusikan dengan para anggota yang lebih senior.


"Richi mendapatkan tugas ini karena dia lebih dari segalanya dalam membela Death Angel." 


Sang mafia memuji kinerja sahabat yang kadang melebihi dirinya, dia juga pantas menjadi bos.


"Tuan Fudo, Richi sudah berada di sekitar markas MK bagaimana kalau kita juga datang ke sana?" tanya sang mafia, kini keduanya menjadi lebih intim dalam berbicara.


"Oke, akan meminta para anggota aku untuk mengikuti kita berdua, selain aku dan Alex tetaplah di sini," ujar Tuan Fudo dengan tegas.


Yovan, dia ingin mengikuti misi pengepungan tetapi Sia melarangnya.


Wanita itu merasa sang calon suami belum sembuh benar.


Apalagi, luka di sekujur tubuhnya masih terlihat lebam.


Sang mafia, langsung memberikan petuah kepada Yovan.


"Malam pertamamu akan buruk Yo, jika kau ingin menjadi pria perkasa di malam itu, harus menuruti ucapan calon istrimu."


Sang mafia mengatakan ini karena pengalamannya dulu juga sama, dia bertarung dan langsung melahap sang istri.


Dia memiliki dua wilayah pertempuran, di ranjang dan di medan pertempuran.


Ini bukan rahasia umum lagi karena sang mafia sangat memuja sang istri.


Dia tidak bisa untuk pergi darinya walaupun hanya sedetik, jika pertempuran ini tidak ada mungkin dia sudah berada di sisi istrinya untuk selamanya tanpa perlu memisahkan diri.


"Iya, aku dan Alex, biar kami yang menyelesaikan segalanya kau tidak perlu terlalu terburu-buru dalam melakukan tindakan." Tuan Fudo juga merasakan hal yang sama, dia tidak mungkin membiarkan anggotanya terbengkalai. Dalam urusan asmara juga perlu diperhatikan.


"Saatnya kami pergi," ucap Alex.


"Hati-hati Tuan, Lex," jawab Yovan.


"Bagaimana dengan kami?" tanya Joan dan Dafa.


"Ikut kami, kalian berdua sangat dibutuhkan." Tuan Fudo langsung memberikan keputusan.


"Oke."


Akhirnya keempat orang itu, pergi dan melaksanakan tugas yang telah disepakati.


Mengepung markas MK.


********


Di dalam mobil …


"Kita sudah berada di dalam mobil ini dua puluh menit, kapan sampainya?" tanya Tuan Fudo.


"Nanti juga sampai, Tuan," celetuk sang mafia.


"Iya, memang sampai, tapi kapan? aku malas menunggu terlalu lama." 


Tuan Fudo memang selalu seperti itu, dia selalu tidak sabaran kemudian memiliki emosi yang sangat labil.


"Iya Tuan, di sana banyak orang yang akan berjaga kemudian kita lewat mana?" 


Saat berada di tengah jalan, ternyata ada mobil yang mencegat mereka. 


"Wah ada siapa itu?" tanya Joan. Di minta Alex untuk menghentikan mobilnya.


Saat keempat orang itu turun dari mobil, orang-orang langsung menyerangnya.


Perkelahian pun tidak terelakan, pada akhirnya mereka semua harus bertarung dengan semua orang yang berada di depan mereka. 


Alex terkena sabetan senjata tajam di bagian lengannya. Tuan Fudo langsung menolong.


Dia menjadi tameng, setelahnya pukulan bertubi-tubi mendarat ke arah Tuan Fudo, selanjutnya kedua orang yang lain menolong Alex, sedangkan Tuan Fudo membabat habis semua yang ada di depannya.


Perkelahian sudah nyata di depan mata.


Pada akhirnya, mereka menampakkan diri sebagai anak buah MK.


"Ikut kami!" 


Ini kesempatan baik, Tuan Fudo membiarkan dirinya dan yang lain untuk menjadi tawanan.


*******


Markas MK 


Pria yang sok tangguh ada di depan mata dan terlihat menghina Tuan Fudo.


"Akhirnya, kalian berdua ada di dalam genggamanku. Oh ada dua orang baru yang tidak ada urusannya dengan Death Angel. Siapa kau pria tua? apakah kau yang bernama Fudo?" MK justru penasaran dengan sosok yang ada di depannya.


"Jika kau mengetahuinya, mengapa masih bertanya?" tanya MK, dia semakin mendekat dengan pria tua bertubuh gagah itu dengan tato di leher.


"Kau bukan lawanku!" ucap MK sambil mencengkram rahang Tuan Fudo.


Alex yang terluka dan kedua orang yang lain ingin segera mengajar MK, tetapi karena dihalangi oleh para anggota MK. Semua lihat mereka terhalang.


Alex dan kedua temannya langsung diseret ke ruang yang gelap, di sana hanya ada lampu temaram dengan jeruji besi.


"Masuk!"


Para anggota MK, mendorong ketiga orang itu dan langsung menguncinya di dalam jeruji besi.


"Sial!" umpat sang mafia.


"Mengapa Tuan Fudo tidak melawan sama sekali?" 

__ADS_1


"Karena dia sedang menjalankan strategi mengalah, dia akan memanggil semua anggotanya setelah ini." Sang mafia kemudian memberikan penjelasan, agar kedua orang itu tidak merasa dipermainkan.


Tuan Fudo dan MK bertemu tetapi MK tidak terlalu memperhatikan orang hebat itu.


********


Di luar masih terjadi pertentangan antara Tuan Fudo dan MK, keduanya masih saling tatap tanpa mengatakan sepatah kata pun.


"Hajar bos," pekik sang anak buah.


"Tidak semudah itu, kita harus mendapatkan keuntungan dari tertangkapnya orang ini."


MK lebih mengetahui sesuatu tentang rahasia Tuan Fudo, yang tenang tetapi selalu menakutkan.


"Aku ingin dia mengatakan cincin apa yang dia kenakan!" MK tertarik dengan cincin yang dipakai oleh Tuan Fudo.


"Itu hanya orang-orang hebat dalam persilatan yang memiliki banyak pengalaman." 


"Aku hanya orang biasa."


"Tidak mungkin."


MK langsung menghajar Tuan Fudo, tetapi pria bertato itu tidak melakukan perlawanan sedikitpun. Dia biarkan sekujur tubuhnya berdarah akibat hantaman MK.


Setelah itu, MK yang rela sendiri karena melawan Tuan Fudo.


"Apa sudah lelah?" 


Tuan Fudo menyindir MK.


"Brengsek!"


Saat Tuan Fudo akan kembali mendapat hantaman dari beberapa arah, pada akhirnya, dia mengeluarkan jurus andalan.


Dia membalas semua orang yang menuju padanya, tidak tanggung-tanggung, 10 lawan 1.


Tuan Fudo terlihat sangat keren saat mengajar semua musuhnya.


Akan tetapi ada orang yang tiba-tiba datang, dia orang yang seumuran dengan Tuan Fudo.


"Wah, kita bertemu lagi Fu!" ucap pria itu dengan senyum smirk.


"Cih! Ternyata kau juga bergabung dengannya?" Tuan Fudo sangat menyayangkan kawannya juga masuk ke dalam perangkap MK.


Dia adalah Chosun, teman saat berada di satu kubu dulu, mereka masih sangat kecil dan sudah belajar berperang menggunakan katakana.


Chosun, pindah keluar kota karena kedua orang tuanya menjadi seorang walikota.


Dia dan Xiauling sangat akrab.


Tidak dipungkiri, lingkaran pertemanan ketiga orang itu cukup dekat.


Sampai pada suatu hari, Blue Sea menjemput Tuan Fudo untuk bergabung.


Padahal, pada waktu itu dia yang paling mudah daripada lainnya.


"Chosun, kau mendapatkan salam dari adikku." 


"Dia sudah mati bukan?"


"Iya, aku akan menyusulnya segera. Salam Xiauling dari neraka!"


"Fudo! Bedebah kau!" 


********


Di luar markas MK


Richi menunggu kabar selanjutnya dari orang kepercayaannya nya mengikrarkan diri menjadi anggota Death Angel.


Pria itu yang tiba-tiba menyerang salah satu anggota, dia adalah pria yang akan menyusup masuk ke dalam markas MK.


"Apa dia masih hidup ya? Aku sampai terharu memikirkannya," ucap Richi.


"Haha … apalah kau Richi, dia pasti masih hidup. Karena, di dalam perkataan sebelumnya, dia tidak akan berkhianat," jawab salah satu anggota.


Saat Richi memantau keadaan, dia melihat Tuan Fudo keluar dari markas itu bersama seorang pria.


"Apa itu Tuan Chosun? bukannya dia sudah tewas?" Richi masih mengira-ngira apa hubungan MK, Chosun dan tiba-tiba saja ada Tuan Fudo di markas MK.


"Kau ikut aku, kita akan menyelidiki apa yang sedang terjadi di sana," pinta Richi sambil berjalan bersama salah satu anggota menuju tempat ketiga orang yang sudah berumur itu.


Jaraknya cukup jauh, sehingga mereka berdua harus berjalan kaki.


Setelah jarak yang cukup jauh itu terlampaui, kini Richi dan sang anggota, mulai mendekatkan menguping apa yang dikatakan oleh ketiga orang penting itu.


Sayup-sayup terdengar Tuan Fudo mengatakan sesuatu kepada MK dan Chosun.


"Kalian berdua jangan terlalu percaya diri bisa mengalahkanku, apakah sudah siap untuk pergi ke neraka?" ucap Tuan Fudo.


"Cih! Kami berdua mengajakmu kemari adalah untuk mengirim lebih dulu ke neraka."


Kemudian terdengar suara orang sedang baku hantam.


Setelah itu, Richi bersama salah satu anggotanya untuk lebih dekat dengan ketiga orang tersebut.


Alangkah terkejutnya dia jika sudah banyak orang disekitar ketika orang itu, Richi memberikan kode kepada anggotanya juga untuk segera mengepung markas.


…..


"Haha di sini ada Richi juga. Bagaimana kabarmu?" tanya Chosun yang melihat keberanian dari sahabat Alex itu.


"Kau harusnya sudah tewas, tetapi mengapa masih saja hidup?" Richi merasa pria itu adalah orang yang berbeda. Dia hanya melihat sekilas saat Tuan Fudo dan ketua lain mengeksekusi Chosun akibat pengkhianatan yang luar biasa.


Dia bahkan membocorkan rahasia yang telah bertahun-tahun dijaga oleh Tuan Fudo.


Ini masalahnya, Chosun sangat ingin menjadi Tuan Fudo, tapi tidak ingin mengikuti tahapan yang ada.


Sebelum ada Tuan Fudo, pemimpin generasi pertama Death Angel, ada seorang pria tua yang kini sudah meninggal dunia akibat sakit jantung.


Orang itu memiliki kekuatan yang luar biasa dalam bidang beladiri dan memainkan katana. Namun, orang itu tidak berumur panjang. Dia menjadi pria lemah saat menderita penyakit jantung bawaan.


Saat itu, ada Chosun dan Tuan Fudo yang siap menggantikan tahtanya. Namun, hanya Tuan Fudo yang bisa tahapan menuju ilmu yang lebih tinggi.


Dia berharap menjadi orang yang berguna kelak, hingga menjadikan dirinya bekerja keras untuk belajar beladiri dan keahlian bermain katana.


Pada saat yang ditentukan, Tuan Fudo menjadi pemimpin Death Angel. Dia tidak terkalahkan dan selalu memenangkan setiap pertarungan.


Dia tidak pernah sekalipun terluka ataupun melukai orang lain karena dia hanya menyuruh para anak buah untuk melaksanakan tugasnya.


Kini dia menjadi orang hebat karena usahanya yang luar biasa.


Tanpa itu semua, dia tidak akan menjadi tetua yang dipandang sampai saat ini.


********


Kini Richi mendapat serangan dari para anggota MK, dia langsung membalas dan menendang tubuhnya hingga terperosok ke tempat yang lebih rendah.


Kemudian, datang lagi musuh yang lain, mereka akan menjadi santapan Richi selanjutnya.


Richi tidak gentar, dia tetap tenang dalam menghadapi tekanan ini.


Dia lebih fokus berkelahi dengan anggota MK yang lain, dia membantu sang tertua untuk mendapatkan kemenangan hari ini.


Beberapa menit kemudian datanglah sang mafia. Dia langsung memberikan kontribusinya dalam kemenangan melawan MK.


Di sekitar tempat itu juga ada anggota kepolisian yang sengaja Alex undang untuk meringkus semua anggota MK. Biarpun para mafia akan melakukan tindakan yang diluar kendali.


Alex segera ikut meringkus para anggota MK yang ingin menghajar para anggota Death Angel.


********


MK tidak semudah itu di kalahkan.


Dia selalu memiliki rencana terbaik untuk kabur dari semua hukuman, atau serangan balik dari sang mafia.


Tuan Fudo mengejar MK yang bersama mafia lain mengendarai mobil.


Mereka terlibat baku tembak dan kejar-kejaran, jalanan yang cenderung ramai dan banyak kendaraan bermotor berlalu-lalang mendapatkan halangan untuk berkendara dengan baik.


Suara tembakan masih terdengar dari jarak beberapa meter saja.


"Dia cepat juga." Sang mafia bersama Tuan Fudo model mobil yang sama dan tetap mengejar MK dan para mafia yang kabur.


Hingga mereka terpaksa dan harus turun dari mobilnya.


"Cih! harusnya kalian berada di tempat yang layak, yaitu neraka," jelas sang mafia.


Tuan Fudo dan Alex itu kemudian langsung berkelahi satu lawan satu.


Perkelahian ini tidak bisa dihindarkan, Alex kembali terkena sayatan benda tajam di lengannya.


MK licik, dia mencoba menipu sang mafia dan melakukan penusukan yang bertubi-tubi namun tidak mengenai tubuhnya.


Dia merasa sangat kesal dengan apa yang dilakukan oleh MK, untuk selanjutnya dirinyalah yang melakukan tindakan.


Sang mafia merebut pisau itu kemudian meraih pisau itu kemudian mengarahkan di bagian kaki sama musuh.


Musuh mengerang kesakitan karena tusukan itu sangat tajam, Alex mampu memberikan perlawanan yang juga sengit.


Tuan Fudo, dia juga mengeluarkan jurusnya yang sudah lama tidak terlihat.


Jurus itu hanya dia dan beberapa anggota yang bisa melakukannya, kadang Alex bisa saya lupa untuk belajar.


Morgan adalah salah satunya, dia belajar dari pemimpin Lucifer tetapi merujuk kepada Tuan Fudo yang pertama kali menguasai jurus tersebut.


Para mafia bisa bangkit kala Tuan Fudo, mengerahkan segala daya dan upaya untuk melawan mereka.


Tetapi pada akhirnya, mereka harus baku hantam untuk menunjukkan siapa yang kalah dan menang.


Pertarungan begitu saja terjadi sebab ada orang dalam Death Angel yang menjadi anggota, dan Tuan Fudo hafal orangnya.


"Kau tidak perlu di hadapanku karena kesalahan yang telah kau buat, hanya perlu kutebas kepalamu untuk membayar semua penghianatan yang telah kau lakukan."


Tuan Fudo langsung memukul mundur para anggota MK, kini tersisa MK yang terlihat masih biasa saja meskipun seluruh tubuhnya terluka.


"Aku tidak pernah terkalahkan kecuali aku sendiri yang meminta kekalahan itu. Kau majulah!" ucap MK dengan kesombongan yang hakiki.


Dia tidak pernah merasakan ketakutan, yang ada adalah keberanian yang tak ada batasnya.


MK sejak dulu memang seperti itu, selalu menjadi orang sok kuat meskipun dia sendiri memiliki banyak kelemahan yang tidak terlihat.


Salah satunya adalah Sia, dia akan bertekuk lutut dengan gadis itu, dia dan Sia menjalin hubungan bahkan melakukan tindakan yang kurang baik, ini sangat melukai Yovan.


"Menyerahlah! tidak perlu melakukan sesuatu yang tidak kau sukai, lebih baik mati daripada harus melakukan tindakan yang kurang baik." Sang mafia terus memprovokasi sebelum MK mau mengalah dan tidak keras kepala lagi.


"Kau dan kau sudah kalian berdua! aku masih bisa melawan kalian!"


MK cari mati, Alex dan Tuan Fudo membuang kemudian menyeret pria itu. Kedua orang yang sangat sadis ingin segera membakar hidup-hidup mayat orang yang sombong itu.


"Kau mau bawa aku kemana?" tanya MK.


"Tempatmu sebenarnya! neraka!"


Para anggota MK yang terdiri dari banyak mafia langsung mengejar MK, mereka memberondong tembakan kepada dua orang yang telah membawa bosnya.


Akan tetapi mereka mampu bersembunyi di balik kendaraan lain karena dia pura-pura memarkirkan mobilnya, dia depan sebuah minimarket.


Beberapa menit kemudian, pada anggota MK tidak mampu menemukan mobil miliknya yang sama dengan mobil yang terparkir di depan minimarket itu.


"Sial! kemana perginya mereka? harusnya aku menemukan mereka karena mobil yang digunakan juga tidak asing dengan milik kita."


Pria yang sedang mencari bos nya itu kemudian pergi dari minimarket tersebut.


******


"Aku tahu, kau sangat membenciku kan?" ucap sang pria tua.


"Jika kau saja belum mengerti, bagaimana bisa mengerti kehidupan?" Sang mafia kesal dengan apa yang dikatakan oleh musuh.


"Aku tidak perlu memiliki pandangan tentang kehidupan masa depan yang akan datang karena diriku hanya akan menjalani hidupku tanpa beban dan target yang berat. Semua orang yang datang ke kota utara, bukanlah orang jahat. Aku dari kota Utara tetapi masih saja merindukan rumahku di sana."


*******


Sedangkan di rumah sang mafia sendiri, sang istri merasa sangat khawatir, dia berulang kali menelpon sang mafia, namun tidak kunjung mendapatkan jawaban membuatnya sangat sedih.


Dia berulang kali menghubungi tetapi panggilan itu tidak tersambung juga.


Sang prota memberikan penghiburan dengan cara mengajaknya berjalan-jalan keliling tetapi tidak ada perubahan yang terjadi, Laras masih merasa sedih dan dia tidak ingin kehilangan sang suami dengan cepat.


Dia adalah wanita yang akan segera memiliki Baby lagi tetapi rasa khawatir nya masih selalu mengganggu pikirannya.


"Jangan memikirkan hal-hal yang belum tentu kejadiannya, kau harus menjaga kesehatan agar tidak down. Pikirkan anakmu, dia masih butuh kasih sayang darimu." Sang dokter sebisa mungkin memberikan petuah yang terbaik untuk ibu hamil itu yang senantiasa merasakan kesedihan mendalam.


"Ini bawaan bayi, yang sangat merindukan suamiku bukan aku."


Laras masa sama ngelak tentang apa yang terjadi pada dirinya sendiri.


Dia selalu keras kepala seperti sebelumnya.


Belum mengerti caranya perasaan yang sangat mendalam untuk sang suami.


"Dia adalah cinta sejatiku, tidak ada dia mana mungkin aku bisa hidup."


Laras terisak, sangat merana karena sang Suami pergi begitu saja tanpa memberikan kabar, dia bilang akan memberikan kabar 1 jam lagi tetapi tidak ada hal yang terjadi.


Ini yang membuatnya menjadi terlalu berlebihan dalam berpikir.


"Dia akan segera menghubungi setelah ini, jangan terlalu memikirkan hal-hal yang buruk."


Dokter menasehati agar tidak terlalu berpikiran negatif tentang suaminya karena ini akan membuat kandungannya menjadi bermasalah kembali.

__ADS_1


"Nyonya, saya pernah mengalami apa yang Anda rasakan, tetapi aku mampu melewatinya dengan baik, jangan terlalu sukar untuk mengatakan banyak hal kepada aku. aku sangat mencintai keluargaku seperti kau mencintai keluarganya juga."


"Tetapi semuanya berbeda dok, aku dan Alex beda jauh. Kami merasa menjadi orang yang buruk jika tidak segera bertemu, aku sabar juga dirinya yang selalu baik dan lembut itu."


Laras mengatakan hal yang benar.


Dia adalah wanita yang tidak bisa hidup tanpa sang suami.


Rasanya begitu sepi, tidak ada hal yang lebih membahagiakan selain anak dan suami mampu berkumpul.


Namun sang mafia, seorang penjahat tidak mampu membuat dirinya menjadi orang lain, berbeda dengan orang lain yang masih bisa bersama sang istri meskipun waktu sangat singkat.


Di dalam sanubari Laras sangat sakit, dia suami tewas dalam pertarungan itu.


Beberapa menit kemudian, dia merasa sangat lega dan hatinya membuncah.


Sang suami menelepon dirinya.


Dia langsung berlari ke kamar utama.


"Babe, mengapa lama sekali mah jawab panggilan teleponku?" Sang mafia terdengar begitu marah, padahal seharusnya yang marah adalah sang istri.


"Aku yang menghubungimu tapi tidak dijawab, kau pasti sibuk juga!" Laras mencoba memahami apa yang dirasakan oleh sang suami, saat keduanya menelepon jaringan menjadi sibuk.


Maybe ...


Kedua orang itu kemudian bersama dalam satu cinta mengatakan kebahagiaan karena mampu mendengarkan suara masing-masing meskipun dalam kondisi yang kurang tepat.


"Kau dari mana saja katanya mau menelponku? lama sekali!" gerutu Laras, dia merasa menjadi gadis lagi.


Gemes kepada sang suami.


"Ini juga karenamu yang sedang hamil, rasanya seperti sesak saat kalau tidak ada disampingku. Aku ingin sekali memeluk tubuh yang sangat hangat dan penuh berkah cinta itu." Alex teramat rindu dengan istrinya, dia sama saja dengan istri sama-sama budak cinta.


"Iya babe, aku merasa hambar hari ini tidak terlalu parah daripada hamil kelima putra kita. Lebih slow dan tidak terlalu banyak tekanan."


Laras menjelaskan kondisi dirinya yang belum sepenuhnya membaik. Ada beberapa bagian dari tubuhnya yang terasa sakit saat mengasuh ataupun memasak di dapur.


Alex untuk melakukan apapun selain menjaga anak-anak, dia berada di Macau dalam keadaan dan tidak baik-baik saja, dan sang istri harus mendapatkan masalah? bukan kayaknya yang lebih mementingkan keluarga terutama sang istri dalam wis kebahagiaan yang harus terangkai di masa depan yang lebih indah lagi.


Alex mengatakan bahwa dirinya wasit dalam misi, akhir penantian pun juga tidak tahu kapan.


Pada intinya, Laras sangat bahagia dalam menjalani kehidupannya yang terasa sangat membosankan.


Dengan adanya sang mafia, hidupnya menjadi lebih berarti lagi, apalagi sebelumnya mereka berdua tidak memiliki hubungan yang sangat intim seperti saat ini.


Kebencian keduanya yang mendarah daging mampu meruntuhkan gunung es yang sangat dingin dan kaku.


Dulu keduanya mengalami fase benci yang teramat sangat kemudian budak cinta yang tidak pernah lepas dari genggaman tangan keduanya.


Keduanya kita akan pernah menyangka bahwa kehidupan di masa depan akan membawanya dapatkan jodoh orang yang sangat dibenci dan menyebalkan macam Alex.


Laras teringat akan kejadian beberapa tahun lalu saat dirinya mengandung, suami harus menemuinya sampai kelahiran tiba. Itu juga karena sang mafia menjadi buronan, dia berada di pulau terpencil yang dibeli dari temannya.


Pulau yang menjadi saksi bersatunya cinta mereka berdua.


Pemandangan laut yang sangat indah memanjakan mata.


"Laras, sudah dulu ya? aku mau melanjutkan tugasku."


"Oke, nanti telefon aku kembali ya?"


"Siap!"


Panggilan telepon itu pun berakhir ...


****************************************************


Tempat eksekusi ...


Kini MK berada di bawah kendali sang mafia.


Semua tubuhnya telah sakit karena di hantam oleh sang mafia.


"Apa kau sudah siap ke neraka?" tanya sang mafia.


"Cih, bunuh aku Lex!" pinta MK.


"Tidak semudah itu, ada yang harus aku kerjakan, tidak ada orang lain yang lebih baik dari dirimu. Aku yakin kau menjadi orang yang buruk jika bertemu dengannya."


Si MK mengeryitkan dahinya.


Tiba-tiba datang seorang Tuan Fudo yang siap melahapnya.


"Kau pria kurang ajar yang akan ku habisi." Sang tetua sudah siap dengan bogem nya.


Dia langsung melakukan baku hantam dengan MK, seperti musuh bebuyutan yang sudah lama tidak bertemu, keduanya menjadi orang yang sangat haus darah.


Bug!


Bug!


Bug!


Semua anggota menatap kearah kedua orang yang sedang melampiaskan dendam masing-masing.


"Tuan Fudo dendam kesumat dengan MK, kau lihat saja, dia sangat luar biasa dalam melakukan pukulan yang luar biasa dengan jurus yang tak bisa di anggap remeh." Salah satu anggota merasakan hal ini.


"Iya, orang-orang itu akan habis. Semua orang akan menjadi korban keegoisannya masing-masing, rasanya tidak terlalu baik karena MK sudah keterlaluan."


Anggota yang lain terlihat sangat kesal, MK bukan orang yang mudah untuk dikalahkan, namun sangat mudah di hancurkan.


"Kau tahu apa kesalahanmu?" ucap Fudo.


"Aku tidak mau menjawabnya, kau sampah! mana mau aku menjawab kata-kata sampah."


Bug!


Semua orang melihat kesadisan sang tetua dalam menghajar habis-habisan MK, tapi MK tak ada rasa lelahnya.


Dia sangat dalam kondisi buruk, tetapi masih sadar bahwa tubuhnya bersimpuh darah.


Tuan Fudo dan Alex belum ingin membunuhnya, masih menyukai untuk menyiksanya sampai mati.


Hingga para mafia lain datang membuat kerusuhan.


"Bos! ada banyak orang datang, mereka sepertinya ingin menyelematkan MK." Sang anak buah berlari menuju Alex.


"Habisi!".


Seketika semua orang pergi menghampiri para mafia itu.


Di depan markas terlihat banyak orang sedang membawa banyak senjata tajam. Mereka sangat garang.


"Cih! hanya ini orang-orangnya Alex?" Sang pemimpin terlihat sangat buruk, dia tidak terlalu memikirkan rasa takutnya.


"Coba lawan aku!" Morgan muncul dari balik tubuh para anggota yang berjajar. Dia membawa sebilah katana.


"Serang!"


Sepuluh lawan satu, Morgan dengan lihai menggunakan katana untuk menghabisi sepuluh orang di depannya.


Beberapa menit kemudian...


Peperangan masih berlanjut, pihak Death Angel melawan pihak MK dengan yang sebagian besar juga anggotanya.


"Perang saudara telah dimulai, rasanya sangat sakit jika harus menjadikan kalian bagian dari Death Angel karena pengkhianatan yang sudah terjadi. Tetapi jika tak kunjung kami habisi, orang-orang gila seperti kalian bukan yang terbaik." Morgan kembali menyerang semua anggota yang gila akan kekuasaan itu.


Hanya beberapa anggota yang tersisa.


Anggota Death Angel dalam dua kubu saling baku hantam. Tidak ada yang bisa menghentikan peperangan ini.


"Pengkhianat! matilah kau!"


Morgan melahap semua anggota yang berkhianat dengan sekali tebasan!


Darah mengalir dimana-mana.


Ini adalah akhir kisah dari para pengkhianat! pembalasan yang sangat sadis tanpa rasa kemanusiaan!


Rasanya terlalu besar kepercayaan yang telah Alex berikan kepada para anggotanya tetapi tidak ada yang mampu membalas dengan baik.


MK di dalam sana juga sudah menemukan akhir hidupnya dengan api telah melahap tubuhnya tanpa ampun.


Rasa lelah itu hilang saat kemenangan ada di pihak Death Angel meskipun harus mengorbankan para saudara satu kubu.


"Kubur kawan-kawan pengkhianat kita! kubur di bara api yang luar biasa panas!" Morgan memegang kendali.


"Siap Gan!"


Para anggota telah siap menyeret para pengkhianat menuju tempat pembakaran. Mereka akan melebur menjadi satu dengan MK, pria gila sok berkuasa.


"Kita menang!"


Death Angel mampu menghabisi para musuh dengan penuh perjuangan.


Semuanya terasa menyakitkan, karena ada saudara yang harus di korbankan.


****************************************************


Satu bulan kemudian ... (Happy Ending)


Setelah kematian MK dan antek-anteknya, serta sisa-sisa anggota yang sudah berada di dalam penjara, kini giliran sang mafia dan anggota setianya mendapatkan kedamaian.


Saat ini, tepatnya pagi hari di kota Utara, anggota Death Angel yang masih setia, Tuan Fudo, Guru Fu bersama istri, Waylin, Laras, Tuan Hans, Nyonya Fira dan kembar lima serta anak-anak dari Richi dan Willy menghadiri acara pernikahan Franklin-Angela, Joan-kakaknya Dafa, Han Bin-Tyuzu, Yovan-Sia.


Keempat orang itu sudah mengucap janji pernikahan di depan pendeta dan para anggota Death Angel.



...Franklin-Angela...



...Han Bin-Tyuzu...



...Joan-kakaknya Dafa...



...Sia-Yovan...


Pernikahan serempak para anggota ini, tidak lepas dari usul sang mafia. Dia ingin menghabiskan uangnya yang sudah terlalu banyak.


"Puji Tuhan, semua anak buahku menikah juga," ucap sang mafia sambil menggendong si bungsu.


"Ini hari yang luar biasa bos, terimakasih untuk semua yang telah kau lakukan untuk kami," jawab Franklin.


"Tidak perlu sungkan Frank, yang penting kau sudah mendapatkan pengganti Angela yang namanya juga Angela," sindir sang mafia.


Dia melirik ke arah Richi yang sedang menggendong anaknya.


"Itu lihat, dia sudah punya anak, kau harus susul segera. Kau harus lebih tekun berusaha, 6kali sehari cepat jadi Frank," imbuh Alex, dia mengajarkan kebrutalan kepada anak buahnya.


"Haha ... aku tidak seperti mu bos, aku takut Angela nanti kelelahan,iya kan honey?" ucap Frank sambil menatap wajah sang istri.


"Betul Beb," jawab Angela.


Cup!


Sang gadis mencium sang suami membuat Alex mati gaya.


Richi yang mengetahui ini, langsung memanggil sang sahabat.


"Lex?" pekik Richi.


"Ya!" jawab Alex, dia meninggalkan Franklin yang sedang mabuk cinta.


Perkumpulan sang mafia ...


Alex telah berada di area anggota Death Angel


Dia berbincang dengan Richi.


"Richi, aku ingin pensiun menjadi mafia, rasanya berat untukku mengurus anak 6 dan seorang istri yang super sibuk. Kau jadi bos mafia ya?" pinta Alex.


"Jangan aku Lex, Frank saja."


"Memangnya kalau kau kenapa?"


"Angela, dia ingin pensiun juga."


"Haha ... oh okelah."


Alex berjalan menuju mimbar.


Dia berkata dengan lantang," Maaf untuk ketidaknyamanannya, aku di sini ingin menyampaikan bahwa tahta Death Angel akan aku berikan kepada Willy."


Willy tidak menyangka jika dirinya akan menjadi orang besar setelah ini.


Dia naik ke atas mimbar, serah terima tahta langsung ia berikan kepada Willy dari Alex.


"Setelah hari ini, aku akan meninggalkan dunia mafia dan lebih mementingkan keluargaku, maaf untuk segala kesalahan yang pernah aku lakukan. Semoga kelak kita bisa bertemu lagi. Willy yang akan menjadi pengganti ku."


Dia berpamitan kepada semua orang, tanpa terkecuali.


Tuan Fudo dan Guru Fu juga mendukung keputusan sang mafia.


Setelah acara pernikahan itu, Alex beserta keluarga pergi menggunakan mobil mewahnya menuju desa yang sudah Tuan Fudo siapkan, Alex tidak ingin dikenali sebagai bos mafia, tapi ingin dikenal sebagai pria biasa saja.

__ADS_1


Selamat tinggal Death Angel! Tugasku telah usai!


.......... End.........


__ADS_2