
"Kita harus bersiap-siap, setengah jam lagi acara pernikahan akan di mulai," ucap Laras yang beranjak dari tempat duduknya.
"Baiklah," jawab sang mafia. Pasangan suami isteri itu kemudian berjalan menuju kamar utama untuk mempersiapkan diri menjadi pendamping pernikahan.
Di ruang rias, terlihat jelas raut kecemasan di wajah Angela. Dia sangat gugup, Richi sampai harus menemaninya saat wajah ayu Angela di poles bak putri di negeri dongeng.
"Tenanglah," ucap Richi sambil menggenggam tangan calon istrinya erat.
"Semua gadis memang terkadang gugup saat hari H pernikahan, ini reaksi yang normal nona," Sang perias membantu Richi menenangkan Angela.
Angela perlahan menghela nafas panjang dan menghembuskannya pelan. Ia menatap wajah Richi yang sudah tampan dengan rambut hitam memakai gel, sehingga terkesan rapi dan elegan. Dia memakai stelan jas berwarna hitam dengan kemeja berwajah putih, ada aksen bunga mawar di saku yang berada di dada sebelah kanannya. Dia sangat mempesona.
"Kau tenanglah, aku ada di sini," Richi tersenyum manis, menambah pesona yang sedari awal ada di dirinya dan tak akan pernah memudar.
Angela mengedipkan kedua matanya karena kepalanya tidak bisa bergerak bebas saat rambut panjang miliknya sedang di tata oleh sang perias.
"Sudah siap nona," ucap sang perias yang meminta Angela menatap dirinya di balik cermin yang ada di depannya. Angela terkejut mendapati penampilannya yang terkesan feminim itu, dia tidak menyangka bisa menjadi seorang gadis cantik seperti Laras.
"Astaga, apa ini aku?" Angela tidak percaya saat melihat dirinya sendiri dibalik cermin, dia menjadi lebih percaya diri karena make up, tatanan rambut hingga baju yang di kenakan sangatlah sesuai.
"Iya, kau adalah calon isteriku yang sangat cantik dan anggun, perfect!" tambah Richi yang mengaitkan jari telunjuk dengan jempolnya membentuk huruf O.
Angela bangkit dari tempat duduknya, kini nampak dengan jelas di depan Richi seorang gadis dengan midi dress berwarna peach. Aksen renda-renda di ujung gaun itu membuat penampilan Angela terlihat elegan. Sepatu hak tinggi 5 cm berwarna senada yang ia kenakan, semakin menambah aura kecantikan sang mafia girl.
"Ayo kita menikah!" Ajak Richi sembari menyodorkan lengannya untuk di gandeng oleh calon isterinya.
Sang perias merasakan kebahagiaan yang sama dengan pasangan pengantin itu. Ia mengekor langkah Richi dan Angela menuju panggung pernikahan.
Saat keluar dari ruang rias, di depan pintu nampak pasangan romantis Laras dan Alex dengan stelan baju yang sama dengan pasangan pengantin, perut buncit membuat Laras semakin seksi mengenakan midi dress itu.
"Kami akan menjadi pendamping pernikahan kalian berdua," ucap Laras sumringah.
Sang perias ikut terpesona dengan Alex dan Laras yang mengenakan gaun dan stelan jas warna senada dengan pasangan pengantin itu. "Kalian luar biasa sekali, apalagi tuan Alex, tiada duanya," ucap sang perias.
__ADS_1
"Kau pandai memuji, 100 juta nanti aku transfer ke rekeningmu untuk bonus karena kau telah bekerja keras nona perias," ucap sang mafia dengan gagahnya.
"Hahaha, kau beruntung nona perias, kau puji dirinya setinggi langit, kau akan kaya raya sepuluh turunan," canda Laras. Dia tidak habis pikir dengan suaminya yang memiliki banyak uang dan properti di seluruh kota.
"Tuan Alex adalah pria yang sangat baik, uangnya memang banyak, kau beruntung menjadi isterinya nyonya," jelas sang perias.
"Aku tambahkan 100 juta lagi ke rekeningmu," ucap sang mafia yang mengambil ponsel dari saku celananya dan segera mengirim uang itu.
Sang perias sangat bahagia. Dia tidak menyangka bisa mendapatkan tambahan honor yang lebih dari sebelumnya.
"Uangmu simpan dulu, aku mau menikah," celetukan Richi membuat semua orang di dalam bangunan megah itu tertawa.
Untuk mempersingkat waktu, mereka semua keluar dari bangunan megah dengan beriringan. Sang mafia mengandeng lengan Richi, dan sang isteri menggandeng lengan Angela, sang perias mengekor di belakangnya.
Langkah kaki kedua pasangan itu perlahan telah sampai di bibir pantai, tempat dimana acara pernikahan itu di gelar. Di sana sudah ada pendeta yang sedang menikmati udara pagi di bibir pantai. Dia duduk manis di kursi tamu sembari berselfi ria.
"Maaf pendeta, apakah kau lelah menunggu?" tanya Laras cemas.
"Tidak nyonya, anggap saja aku temanmu juga, jangan sungkan," Pendeta itu beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri sang mafia.
"Sobat! tempat ini indah sekali, kau beri tahu aku jika ada tempat lain seperti ini, aku juga ingin memiliki pulau sendiri," sambung sang pendeta sembari menepuk pundak sang sahabat, mereka terlihat sangat akrab.
"Ya nanti aku akan memberitahumu, hentikan kebiasaan narsismu, ayo nikahkan adik dan sahabatku segera," pinta sang mafia.
"Haha, baiklah! maaf Lex aku terlalu menikmati pemandangan indah di sini, sampai lupa tugasku sebagai pendeta," ucap sang pendeta yang beranjak menuju tempat sakral pengucapan janji pernikahan.
Kini Laras dan Alex telah melepas gandengan lengan mereka, Richi dan Angela terlihat sangat serasi berdiri di antara sang pendeta.
"Apa kau sudah siap nona?" tanya sang pendeta sembari menatap wajah Angela.
"Siap pendeta," jawab Angela yakin.
__ADS_1
"Apa kau sudah siap tuan?" tanya sang pendeta yang beralih menatap wajah Richi.
"Siap pendeta," jawab Richi penuh keyakinan.
"Silahkan ucapkan janji pernikahan tuan," pinta sang pendeta.
"Saya, Richard Frederick, akan menjadikan Angela Davidson sebagai isteri saya. Saya yakin memilihnya karena saya merasa nyaman. Saya tahu Angela Davidson akan setia pada saya dan dia adalah cinta sejati saya. Pada hari yang istimewa ini, di hadapan Tuhan dan semua saksi pernikahan kita, saya berjanji akan selalu berada di sisinya sebagai suami yang setia dalam suka dan duka, dalam sedih dan senang, dalam sakit dan sehat maupun dalam keadaan terpuruk dan bahagia. Saya berjanji akan mencintainya tanpa syarat, menghibur saat masa sulit, mendukung dalam mencapai cita-cita, menangis dan tertawa bersama, selalu terbuka, selalu menghargai setiap keputusan. Selamanya kita akan hidup bersama," ucap Richard dalam satu hembusan nafas.
"Sekarang giliranmu nona, ucapan janji pernikahanmu," pinta sang pendeta.
"Saya, Angela Davidson akan menjadikan Richard Frederick sebagai suami saya. Saya yakin memilihnya karena saya merasa nyaman. Saya tahu Richard Frederick akan setia pada saya dan dia adalah cinta sejati saya. Pada hari yang istimewa ini, di hadapan Tuhan dan semua saksi pernikahan kita, saya berjanji akan selalu berada di sisinya sebagai istri yang setia dalam suka dan duka, dalam sedih dan senang, dalam sakit dan sehat maupun dalam keadaan terpuruk dan bahagia. Saya berjanji akan mencintainya tanpa syarat, menghibur saat masa sulit, mendukung dalam mencapai cita-cita, menangis dan tertawa bersama, selalu terbuka, selalu menghargai setiap keputusan. Selamanya kita akan hidup bersama." ucap Angela dalam satu kali hembusan nafas.
Pendeta memberikan pemberkatan kepada kedua mempelai, beberapa menit setelahnya, Richi mengeluarkan cincin dari saku celananya. Satu kotak cincin kecil dengan tutup transparan. Di dalamnya ada dua cincin indah berkilau yang telah ia siapkan jauh-jauh hari. Ia menyerahkan satu cincin itu kepada Angela untuk di sematkan di jari manisnya, dan satu lagi untuk dirinya sendiri untuk di sematkan di jari manis Angela.
Setelah resmi menjadi sepasang suami-isteri, tanpa ragu, Richi langsung mencium bibir Angela di depan semua orang. Dia melakukannya dengan lembut dan penuh cinta.
"I love you isteriku," ucap Richard.
"I love you too suamiku," jawab Angela.
Mereka saling bertatapan dan melanjutkan ciuman itu dengan mesra, membuat semua orang yang melihatnya iri, termasuk sang pendeta.
'Semoga kalian selalu bahagia,' batin sang pendeta.
Pagi itu, hari terasa penuh cinta dan kebahagiaan, setelah cinta diam-diam yang mereka jalani, akhirnya janji suci itu terucap sudah.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
...Happy Wedding Angela dan Richard...
...From othor and reader cinta satu malam bos mafia,...
...💞😘😘😘😘🤗🤗🤗🤗🤗💞...
__ADS_1
...❤️ ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...