
Di Markas Utama Death Angel ...
Richi yang baru saja mendapatkan telepon dari Yovan merasa bimbang dengan apa yang terjadi. Di sisi lain, dia harus patuh terhadap aturan Death Angel.
Di sisi lain lagi, dia meragukan Yovan yang menjadi pengkhianat.
"Aku harus menghubungi Alex, ini adalah waktu yang tepat untuk mengakhiri kesalahpahaman ini."
Richi yang sedang berbincang dengan Han Bin di depan Markas Utama langsung menghubungi Alex.
"Lex? kau ada waktu?" tanya Richi.
"Iya, aku sudah selesai berjalan-jalan. Aku sedang on the way pulang ke rumah. Ada apa?" jawab sang mafia.
"Yovan meneleponku menggunakan nomor telepon umum. Dia sepertinya ada masalah besar, aku akan pergi ke Macau untuk mengeceknya. Ini akan menjadi pembuktian bahwa Yovan berkata jujur atau hanya membual," tukas Richi menjelaskan inti permasalahannya.
"Ehm ... apa dia terdengar berbohong? atau ada sesuatu yang dia sembunyikan? kau harus memahami kata-kata yang bocah sialan itu sampaikan," jawab sang mafia, sebagai mafia memang harus jeli, karena pengkhianatan bisa datang dari mana saja. Kubu sendiri juga bisa berkhianat. Semuanya berpotensi jadi pembangkang dalam satu geng mafia. Tidak terkecuali Death Angel, geng legendaris yang melahirkan banyak petarung tangguh.
"Aku merasa Yovan berkata jujur Lex, aku akan membawa beberapa anggota bersamaku. Di sana kita juga punya sekutu, aku akan meminta bantuan Tuan Win," beber Richi.
"Oke, aku harap pengamatanmu jeli, bawa dia ke NY jika terbukti membangkang dan berkhianat. Aku akan mengeksekusinya langsung." Suara Alex sangat berat, ada beban di setiap kata yang ia ucapkan.
__ADS_1
"Lex, kau baik-baik saja kan?" Richi sepertinya memahami apa yang ada di hati dan pikiran Alex.
"Baik, sudah ya? kau pergilah ke Macau. Hati-hati," ucap sang mafia mengizinkan Richi untuk menemui Yovan.
"Oke"
Panggilan telepon berakhir.
Kini saatnya Richi bersiap-siap.
"Bocah? kau masih ingin bertarung dengan Alex, atau ingin ikut denganku ke Macau?" tanya Richi.
"Oke, ayo kita segera ke bandara. Kau masuk ke mobil warna hitam itu. Aku akan meminta beberapa anggota ikut bersamaku," jelas Richi.
"Ya."
Saat Han Bin berjalan menuju mobil hitam, Willy menghentikan langkahnya.
"Mau kemana kau?" tanya Willy dengan tatapan sinis.
"Kak Richi bilang akan membawaku pergi ke Macau bersamanya, kalau tidak salah, dia akan bertemu Yovan." Si bocah mengatakan apa adanya di depan Willy.
__ADS_1
Dia tidak menjawab apapun, Willy langsung pergi meninggalkan Han Bin.
"Tumben dia tidak marah, aku kira akan menghajarku lagi," ucap Han Bin yang kini sudah memahami sifat salah satu anggota Death Angel yang tidak selamanya bar-bar.
Sementara itu, Willy mendekati Richi yang sedang berkumpul dengan beberapa anggota untuk mendiskusi keberangkatannya ke Macau.
"Richi, apa yang dikatakan oleh bocah itu benar? kau akan pergi ke Macau?" tanya Willy penasaran.
"Iya, kau mau ikut bersamaku?" jawab Richi.
"Boleh, sekalian mengawasi bocah songong itu," tukas Willy sembari melirik ke arah mobil hitam, tempat Han Bin sedang duduk di jok depan.
"Haha, dia bocah yang tidak berbahaya, pada intinya adalah Yovan. Dia terlibat masalah pelik, jadi kita harus selidiki dia." Richi masih ragu tentang kebenaran Yovan, jadi dia ingin membuktikan sendiri bahwa Yovan berkhianat atau hanya dijebak.
"Okelah, terserah kau saja. Ada berapa orang yang ikut? aku akan memesan tiketnya," ucap Willy.
"Sepuluh anggota saja Willy, kita masih ada Tuan Win di sana, setidaknya ada yang kita andalkan di Macau untuk bantuan anak buah."
"Oke."
....
__ADS_1