
Saat sang mafia asik berbincang dengan Joan, dia melihat sang istri berjalan ke arahnya.
"Baby, ada yang mengirim pesan kepadaku, dia bilang, aku harus menemuinya hari ini di jalan xxx, tapi aku malas menanggapinya, coba kau selidiki dia," pinta Laras. Dia menyerahkan ponsel miliknya, kemudian kembali menemani kelima anaknya bermain.
Alex menatap layar ponsel sang istri, di depannya ada pesan yang tertera.
Gadis yang sudah beranjak dewasa, datanglah ke jalan xxx, ada kejutan yang bagus untuk mu!
Alex mencoba melihat nomor ponsel si pengirim pesan.
"Ini bukan nomor ponsel daerah sini, ini nomor ponsel luar negeri." Sang mafia kemudian memperlihatkan nomor tersebut kepada Joan.
Joan melihat nomor ponsel tersebut, kemudian mengatakan jika nomor ponsel yang tertera adalah dari negara Macau.
"Apa mungkin yang melakukan ini adalah ... MK?" Alex menduga-duga tentang identitas mengirim pesan tersebut.
"Bisa jadi, coba kau hubungi nomor telepon tersebut," saran Joan.
Alex mengikuti saran Joan, dia segera menghubungi nomor ponsel tersebut menggunakan ponsel Laras.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa waktu, panggilan telepon itu pun terjawab.
"Sayang, akhirnya kau menghubungiku." Si pemilik nomor ponsel itu berucap dengan nada sok manis, dia mengira jika yang menelepon adalah Laras.
"Siapa kau?" tanya Alex dengan nada penuh amarah dan yang pasti suara itu bukan milik Laras.
"Ehm .... jika boleh aku tebak, pasti kau adalah suami gadis manis itu?" ucap si penelepon yang telah lancang menghubungi sang istri.
"Jika tebakanmu benar berarti kau akan mendapatkan hadiah dariku, dan memang aku adalah suami dari pemilik nomor ponsel ini. Aku akan segera mencarimu kemudian memberikan pelajaran karena kau telah berani menghubungi istri bos mafia."
Alex terlihat geram, namun Joan memberikan saran agar dia tetap tenang
Alex segera memancing pria tersebut untuk mengatakan jatidirinya, namun si pria terlalu berkelit.
"Hahaha, aku tidak terlalu suka menghabiskan waktu berbicara dengan suami orang lain. Aku masih normal dan menginginkan kehadiran istrimu di jalan xxx." Si penelepon tidak ingin terlalu berbasa-basi, pada intinya tidak hanya menginginkan Laras.
Alex semakin kesal dibuatnya, dia memberikan ancaman balik kepada si penelepon.
"Aku akan melakukan segala cara untuk membasmi orang sepertimu, orang yang tidak tahu diri harus musnah dari muka bumi ini!" Alex berapi-api saat menyampaikan segala yang ada di hatinya.
__ADS_1
Tapi sepertinya, si penelepon masih mampu memberikan serangan balasan.
"Gadismu itu sudah terkenal diantara para mafia seperti kita, apa aku lupa bahwa kau dan kakakmu juga menjadikannya barang mainan? kalian berdua sama brengsek ya!" tukas MK, kini dia yang geram.
Entah ada masalah apa, MK begitu peduli dengan Laras.
Padahal, istrinya hanya di rumah saja, Alex juga membatasi pergaulan sang istri agar tidak mendapatkan ancaman dari para musuh.
Tapi saat mendengar MK memberikan informasi yang membuatnya berpikir bahwa MK sebelumnya pernah bertemu dengan Laras.
"Kau pernah bertemu dengan istriku?" tanya Alex. Dia menanyakan kepada MK batang apa yang ada dibenaknya.
"Kau tanyakan pada istrimu saja, siapa aku sebenarnya! pria tampan yang selalu mengikutinya sejak dia masih SMA."
Tut ... Tut ... Tut ...
Panggilan telepon itu tiba-tiba terputus kemudian meninggalkan kan banyak pertanyaan di benak nya.
....
__ADS_1