
Guru Fu sedang menunggu kabar selanjutnya dari murid yang akan segera datang ke rumahnya. Sambil menunggu, Tuan Hans bertanya tentang rencana apa yang akan Guru Fu lakukan untuk membasmi para musuh sang mafia. Guru Fu yang masih fokus dengan ponselnya, belum memberikan jawaban apapun.
Namun setelah selesai dengan gawainya, Guru Fu segera menjelaskan rencana besar yang ia siapkan untuk Asley Xie.
"Tuan Hans, muridku akan segera datang, kau telepon Richi, katakan kepada para anggota Death Angel untuk bergabung bersamaku melenyapkan kebengisan Asley, oh ya! ajak semua anggotamu yang ada di Manhattan, kita akan melakukan serangan gabungan. Kau katakan kepada mereka, kita berkumpul di rumahku yang lain, di alamat xxx. Muridku akan sampai di sana sepuluh menit lagi, kau pimpin pasukan polisimu, aku dengan muridku dan Richi dengan Death Angel. Kita susun rencana di sana. Kau paham kan Tuan Hans?" ucap Guru Fu sang pemimpin strategi terbaik di masanya. Meskipun sudah berumur, dia masih memiliki pemikiran yang brilian.
"Baik Guru, aku paham! aku akan segera melaksanakan apa yang kau perintahkan!" jawab Tuan Hans penuh semangat. Dia tidak akan pernah mengampuni siapapun yang sudah membuat menantunya terluka.
__ADS_1
Tuan Hans segera menghubungi Richi, respon sahabat sang mafia sangat cepat, sehingga tak perlu waktu lama, Richi akan bergerak ke kota Manhattan menuju alamat xxx.
Semua rencana telah di susun, Guru Fu dan Tuan Hans berpamitan kepada istri masing-masing jika akan ada misi penyerangan gabungan. Mereka berdua berpesan agar tetap di dalam rumah, sebelum ada kabar, jangan keluar rumah. Untuk menjaga keamanan rumahnya, Guru Fu sudah meminta sepuluh murid yang lain menjaga rumah dan orang-orang di dalamnya.
Tiba saatnya keduanya pergi karena mobil milik murid Guru Fu sudah ada di pinggir jalan raya. Dengan doa dari masing-masing istri, Guru Fu dan Tuan Hans pergi.
"Setelah sekian lama aku tidak melihat suamiku bertarung, hari ini dia terlihat gagah! semoga suamiku akan tetap mampu menjaga kredibilitasnya sebagai tangan kanan Tuan Fernando serta julukan dewa perang yang dulu tersemat padanya masih tetap berlaku hingga kapanpun," ucap istri Guru Fu penuh semangat.
__ADS_1
"Sama Nyonya, Tua bangka Hans juga sekian lama tidak bertarung, meskipun tidak sehebat Guru Fu, setidaknya dia bisa di andalkan! banyak penghargaan yang dia dapatkan saat bekerja, namun dia hanya gagal dalam satu misi, yaitu melenyapkan sang mafia. Suamiku selalu kalah dengan Alex, tetapi tak pernah mau mengalah! ya aku juga akan mendoakannya agar mampu mengalahkan Asley, dia tak sebodoh penampilannya. Otaknya cukup cerdas untuk menyusun strategi membasmi musuh." Terlihat jelas dari raut wajah Nyonya Fira yang berusaha tegas melepaskan kepergian Tuan Hans, pria yang telah menemaninya hampir 24 tahun mengarungi bahtera rumah tangga.
Istri Guru Fu memahami kesedihan Nyonya Fira, ia segera mendekat ke arah wanita paruh baya itu dan mendekap tubuhnya dalam pelukannya.
"Tenang Nyonya Fira, suami kita akan baik-baik saja. Kita baru saja bertemu namun jangan sungkan untuk melimpahkan segalanya kepadaku." Hibur istri Guru Fu yang lebih berpengalaman dalam menghadapi situasi genting ini.
Istri Guru Fu mengajak Nyonya Fira masuk ke dalam rumah karena akan sangat berbahaya jika terlalu lama berada di luar rumah.
__ADS_1