
Zicko, Leo dan yang lain berpencar mencari keberadaan Tuan Dama dan Rafles. Setiap ruangan yang ada di markas Raf, satu persatu pintunya berhasil di hancurkan. Tetapi mereka tak mampu menemukan sosok si brengsek Raf yang menyebalkan itu.
"Leo? kau sudah mencarinya di sebelah sana?" tanya Zicko sembari menunjuk ke arah sisi kanan Leo.
"Sudah Zick, tetapi markas ini sangat aneh, di depan gerbang yang menjaga hanya beberapa orang saja." Leo curiga jika ada tipu muslihat lain dari Raf.
"Aku juga, dan para anggota kita ada dimana?"
Saat Leo dan Zicko mencari keberadaan anggota yang lain, tiba-tiba saja suara tepukan tanga mengejutkan keduanya.
"Ada anggota Death Angel yang tak kenal rasa takut! mampu melangkahkan kakinya menuju lubang neraka? hebat!"
Terdengar suara Raf menggema di telinga Leo dan Zicko, bersamaan dengan itu, keluarlah ke empat anggota Death Angel dengan tangan dan kaki telah terikat tali, mulut mereka juga di tutup dengan lakban.
"Raf!! apa yang kau lakukan dengan rekanku!" Zicko mengeluarkan amarah yang membara sembari menghampiri Raf dan mendaratkan satu pukulan ke arah wajah Raf, berulang kali dia melakukannya. Si pria brengsek tidak melakukan perlawanan.
"Mengapa kau diam saja? lawan aku!" Zicko masih terlihat kesal. Dia terus saja memberikan bogem mentah itu tanpa henti.
Hingga...
Bug!
Zicko roboh saat merasa ada benda tumpul menumbuk bagian tengkuknya. Dia mampu menahan bobot tubuhnya sehingga tidak roboh di atas tubuh sialan Raf.
"Shii*t!" umpat Zicko sembari bangkit dari posisi awalnya, setelah bangkit, dia mencoba berdiri dengan tegap, tetapi rasa pening akibat pukulan itu membuatnya terhuyung.
Leo tidak bisa menolong Zicko karena dia juga tertangkap oleh anak buah Raf.
"Hahaha! apa ini? anggota terbaik takhluk di depan Raf? sungguh luar biasanya diriku ini!" Raf menyombongkan dirinya sendiri.
"Kau hanya beruntung, dasar pria tidak berguna! Cuh!" Zicko meludah ke arah Raf.
"Beraninya kau!"
Raf menyuruh beberapa anggotanya untuk menyeret Zicko dan Leo serta keempat rekannya masuk ke dalam penjara. Tidak ada perlawanan berarti dari 6 orang tersebut, karena posisi mereka hampir sekujur tubuhnya terlilit oleh tali.
BRUAK!
__ADS_1
Tiba-tiba pintu utama ada yang mendobrak dan itu adalah...
"Kita berjumpa juga, Raf!"
Suara yang sangat familiar di telinga Raf, pria itu menatap tajam ke arah mata elang di depannya.
"Haha akhirnya kita bertemu Lex!"
Setelah tawanya usai, mata keduanya beradu. Terasa sekali aroma pertempuran dahsyat.
"Lepaskan semua anggotaku atau kau akan mati!" Ancaman Alex memang tak main-main, dia sudah menodongkan 2 pistol ke arah Raf.
Raf sendiri tak mau kalah, dia juga mengeluarkan 2 pistol yang ada di saku celananya.
"Tunggu apa lagi? bunuhlah aku! ahhahah!" Raf adalah pria yang kurang kerjaan, dia bahkan menyerahkan jiwanya kepada sang malaikat maut.
Dengan kekuatan penuh, sang mafia memanggil semua anggotanya.
"Semua ini cukup untuk membawamu ke neraka?"
DOR!
DOR!
Suara rentetan tembakan sangat memekikkan telinga, hingga satu persatu anggota Raf roboh karena tertembak oleh sniper handal Death Angel dan menyisakan beberapa orang saja.
Raf menghindar dari tembakan sang mafia, namun tak berlangsung lama.
Pria itu roboh karena mendapatkan timah panas di kaki kanannya.
"Hah! brengsek! sialan kau Lex!"
Si Raf ingin sekali kabur, tetapi anak buah sang mafia siap sedia untuk menyerap pria licik itu.
"Dimana ayahmu, ha?" tanya sang mafia sembari menampar pipi Raf dengan sangat keras.
"Cuh!" tentu saja kabur! kemana lagi? aku siap mati untuk menggantikan ayahku, jangan pernah mengusiknya jika tidak ingin berhadapan denganku!" Raf sudah berdarah masih saja berlagak sombong.
__ADS_1
"Haha, kau itu sudah kalah tetapi masih saja berlagak sok berkuasa! jika ayahmu kabur, sangat bagus, aku semakin mudah untuk mempercepat kematiannya!" Alex tidak habis pikir dengan pria yang berada di depannya ini, bukannya minta maaf justru si pria semakin angkuh.
"Seret pria tidak berguna ini serta semua anggotanya masuk 'kan ke dalam mobil, ikat kedua tangan dan kakinya jangan lupa kau tutup mulutnya dengan lakban," imbuh sang mafia memberikan pelajaran kepada Raf dan anggotanya agar tidak bermain-main dengan dirinya.
.
.
.
.
Bersambung...
*
*
Maaf othor telat up, oleh sebab...
Buah belimbing buah pepaya
Kepala author pening euy belum ada obatnya!
🤣🤣🤣,,
Maaf sekali lagi, salam hangat dari Magelang jaya! merdeka!
Tidur yuk, dah tengah malam!
Met bobok ya😅😅😅
Love u sekebon duit!
Love love you, jangan lupa kembang se-taman-nya buat menebar pusara Raf!
....
__ADS_1