Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 63


__ADS_3

"Melenyapkanmu? Cih, kau terlalu percaya diri." Ucap Alex.


"Lalu? kau mau menyiksaku?" Tanya Erland.


"Diamlah, kau cukup dengarkan aku dan turuti saja apa yang ku mau." Perintah Alex.


Alex mengatakan jika dirinya akan mempertimbangkan untuk memberikan Erland pengampunan jika Ia berkata jujur, Alex hanya ingin mengetahui alasan di balik sikap Erland yang bertolak belakang dengan dirinya di masa lalu. Bahkan dengan lihainya dia menerobos masuk ke dalam hutan dan mencari keberadaan markas miliknya hanya untuk mendapatkan gadis kesayangannya. Setelah itu Ia serahkan kepada si brengsek, Juna Albram.


"Sudah ku bilang, aku butuh uang untuk pengobatan putriku." Jelas Erland.


"Hilangnya kau selama sepuluh tahun terakhir ini telah membuat Lucifer kehilangan arah, bahkan bosmu itu koma saat baku tembak denganku, saat mengusikku dua tahun yang lalu, entah dia masih hidup atau mati. " Ucap Alex.


"Dia masih hidup, aku pernah bertemu dengannya." Jawab Erland.


"Bagus, Erland, kau memang benar-benar licik. Apa kau kemari juga karena Wang Zhie?" Tanya Alex.


"Asal kau tahu, aku tidak sudi bergabung bersama si brengsek itu." Jawab Erland penuh emosi.


"Kau cukup cerdas untuk bersandiwara di depanku, seolah-olah memperlihatkan jika dirimu bukan bagian dari Lucifer lagi." Ucap Alex dengan senyum menyeringai.


"Terserah apa katamu, Lex. Jika kau ini melenyapkanku, lenyapkan segera." Jawab Erland pasrah.


Alex melepaskan tali yang melilit di sekujur tubuhnya, bos mafia itu juga memeriksa luka yang ada di kaki Erland.


"Kau tunggu di sini, jika kau ingin kabur, kematian benar-benar akan menjadi keputusan akhir untukmu."


Alex keluar dari ruang peradilan, beberapa menit kemudian dia kembali membawa beberapa obat untuk mengobati luka di kaki Erland.


"Ini akan sakit, kau diamlah. Tahan, jangan berteriak." Perintah Alex.


Dengan telaten, Alex mengobati luka sobek di telapak kaki Erland. Ia sampai memejamkan mata dan menggigit bibirnya agar tidak berteriak. Dia menahan sakit yang teramat. Setelah sesi pengobatan usai, Erland kemudian berterimakasih kepada Alex karena telah mengobati lukanya.


"Kau sudah lama tidak bertarung? hanya luka kecil saja responmu berlebihan. Beruntung kau terkena ranjau mata pisau, jadi kau hanya mengalami luka sobek di telapak kakimu, meskipun cukup dalam tetapi masih belum apa-apa. Kalau kau terkena ranjau bom milikku, aku tidak tahu apa yang terjadi denganmu." Ejek Alex


"Iya, aku memang sudah meninggalkan dunia pertarungan itu, Lex. Sekali lagi, aku minta maaf padamu karena berniat jahat kepada gadismu." Jawab Erland.


"Ternyata kau bisa juga berterimakasih dan meminta maaf dengan tulus sebagai Erland, harusnya sejak awal kau mengatakannya. Kau sudah ku biarkan hidup, tapi kesalahanmu itu terlalu fatal. Kau telah mengusik gadisku, jika ingin mendapat pengampunanku, jangan pernah kau temui Juna lagi. Jadilah anggotaku, aku butuh kau untuk menguak misteri tentang Lucifer." Jelas Alex.

__ADS_1


"Lex, kau baik. Maafkan aku telah mengusik gadismu."Jawab Erland.


"Hanya maaf saja yang kau lontarkan, naif sekali, hey? dimana kegaranganmu dulu? kau terlihat sangat lemah. Katakan ya atau tidak, aku hanya butuh jawaban itu." Pinta Alex.


"Kau jadikan aku budakmu saja, aku sudah tidak ingin berurusan dengan Lucifer. Mereka adalah geng terlicik yang pernah aku temui." Ucap Erland.


"Dengan tampilanmu yang berkaca mata dan gigi palsu mu itu, kau mampu mengelabui siapapun, kecuali aku. Apalagi kata-kata yang keluar dari mulutmu itu, penuh dengan teka-teki." Jawab Alex.


"Kau ingin aku melakukan apa?" Tanya Erland.


"Bantu aku mencari Tuan Xiauling." Perintah Alex.


"Hanya itu?" Jawab Erland.


"Iya, aku merasa Tuan Xiauling ada hubungannya dengan geng Lucifer. Beberapa waktu lalu, dia menjadi kolega dari Tuan Albram Zein yang terkenal cukup dekat dengan Wang Zhie." Jelas Alex.


"Ku lakukan semua yang kau inginkan, tapi berjanjilah, rahasiakan jati diriku, anak serta istriku. Aku tidak ingin Wang Zhie tahu jika aku masih hidup." Pinta Erland.


"Cukup adil, kau beristirahatlah di ruangan ini, nanti akan ada Chris yang merawatmu." Jawab Alex.


"Lex, tolong, kau jaga anak dan istriku. Jangan sampai Lucifer menyakiti mereka." Pinta Erland.


"Baik bos Alex." Jawab Erland mulai menyunggingkan senyum di bibirnya, ada rasa lega di hatinya karena Alex mau membantu menjaga keluarganya.


Alex kemudian membawa kembali obat yang di gunakan untuk mengobati Erland keluar dari ruangan peradilan.


"Chris, kau rawat Erland. Willy, kau tetap berjaga di sini, aku akan menyuruh Vin menemanimu. Bersikap baiklah dengan Erland, dia sudah menjadi bagian dari kita." Perintah Alex.


"Siap bos!!!" Jawab Chris.


Alex kembali berjaga di depan markas utama, pandanganya lurus ke depan, dia merasa ada yang mengamatinya dari kejauhan.


Dia meminta beberapa anggota yang berjaga di luar harus senantiasa waspada, musuh bisa saja langsung menyerang.


Drttt.. drtttt...


Ponsel miliknya bergetar, dia kemudian melihat di layar ponsel tertera private number. Alex langsung menjawab panggilan itu.

__ADS_1


"Tuan Fudo?" Tanya Alex.


"Ya , ini aku, ku dengar, kau akan menikah dengan putri Tuan Hans?" Jawab Tuan Fudo.


"Iya Tuan." Ucap Alex yakin.


"Kau sudah mengetahui resikonya kan? anak dan istrimu kelak akan menjadi korban dari keputusanmu itu." Jawab Tuan Fudo.


"Sudah, aku akan menjaga mereka berdua dengan baik." Jelas Alex.


"Terserah kau saja. Itu adalah hidupmu, aku memahami perasaanmu. Namun, kau harus ingat jika Death Angel masih berada di bawah kendalimu. Kau harus menjadi bos militan seperti dulu, jangan lalai. Jika kau lalai menjaga Death Angel, aku anggap kau gagal, aku tidak akan segan memisahkan kalian berdua." Perintah Tuan Fudo.


"Kau bisa pegang kata-kataku. Laras dan Death Angel adalah alasan utamaku untuk tetap hidup." Jawab Alex.


"Baiklah. Apa kau berhasil menemukan Xiauling?" Tanya Tuan Fudo.


"Belum, tapi aku sudah menangkap Wang Zhie dan Erland." Jelas Alex.


"Erland? apa dia masih hidup? setahuku dia sudah tiada. Bagus, tua bangka Wang Zhie itu patut kau hukum, dia adalah penyebab Blue Sea hancur." Ucap Tuan Fudo.


"Dia masih hidup, sudah ku jadikan dia bagian dari Death Angel Tuan. Aku akan memberikan Tuan Zhen Ming hukuman terberat, kematian yang pedih." Jawab Alex.


"Bagus, tidak salah aku memilihmu menjadi bos Death Angel. Setelah ini, kau akan memiliki anggota yang hebat seperti Erland." Ucap Tuan Fudo.


"Anggota hebat? dia hanya pria tidak berguna yang lupa cara bertarung. Terkena mata pisau saja responnya seperti seorang gadis." Jawab Alex memicu tawa Tuan Fudo.


"Mengapa kau tertawa Tuan?" Ucap Alex heran.


"Kau terlalu sering bergaul dengan gadis itu, selera humormu bagus juga." Celetuk Tuan Fudo.


"Tidak juga Tuan, sepertinya suasana hati Tuan Fudo yang sedang baik, jadi kau mengganggapku humoris." Jawab Alex.


Tuan Fudo mengatakan jika dirinya akan segera bertemu dengan Haruka. Seorang gadis di masa lalu tetua Death Angel.


"Siapa itu Haruka?" Tanya Alex.


"Cinta pertamaku." Jawab Tuan Fudo.

__ADS_1


Kata-kata Tuan Fudo memicu tawa Alex, namun Ia menahannya, Alex tidak menyangka jika si bujang tua itu pernah merasakan indahnya cinta pertama.


__ADS_2