Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Otw-Baby B [Plan Il]


__ADS_3

Laras dan Alex bermain bersama anak-anaknya, kebahagiaan itu terlihat nyata. Tawa dan canda di antara kelima jagoan saat bermain bersama keduanya menunjukkan kerinduan yang mendalam akan sosok Alex yang terlalu lama pergi dari keluarga kecilnya.


"Mommy! ini sudah sore! kami tidak akan mengganggu mommy dan daddy," ucap Adelio yang sudah tidak sabar menunggu kedatangan baby B.


"Iya, kami akan segera mandi bersama kakek!" jawab Aarav, dia mengajak ke empat adiknya untuk turun ke lantai bawah.


"Hati-hati sayang, jangan berlarian saat menuruni tangga, kalian paham?" Laras berjalan perlahan mendampingi anak-anak yang berlarian saat turun dari tangga.


Setelah kelima anaknya berada di lantai bawah, merasa senang dan tenang. Apabila ada Nyonya Fira yang mengkode jika semuanya akan baik-baik saja.


Laras kembali menaiki tangga dan menghampiri pria yang sangat ia cintai itu.


"Mulai sekarang atau nanti?" Alex selalu gerak cepat, dia tidak ingin kehilangan satu detik saja momen bersama sang istri.


"Ckckck...pria tampan satu ini, sudah tidak sabar ya?" Kini Laras sudah berdiri tepat di depan tubuh sang suami yang gagah dan kekar itu.

__ADS_1


Dia menatap wajah sang suami dengan lekat, tanpa sentuhan dan tanpa suara, mereka berdua hanya berbicara lewat tatapan mata.


"Kau sangat cantik," ucap Alex sembari melipatkan tangan di dada.


"Aha? apakah itu benar?" Laras sengaja memajukan wajahnya ke arah dada bidang sang suami. Dagunya menempel di sana.


"Apa ini sakit?" tanya Laras sembari mencium dada sang suami yang masih berbalut kemeja tipis warna putih itu.


"Jangan sentuh itu, rasanya sampai ke ubun-ubun." Alex selalu bisa menjadikan segalanya bahan bercandaan.


"Haha, aku belum menyentuh kulitmu dan kau sudah merasakan hal aneh, Hm...aku boleh bertanya satu hal kepadamu?" Laras ingin tahu banyak hal tentang apa yang terjadi dengan sang mafia saat dua minggu lalu pergi tanpa kabar.


"Hah! mafia oh mafia, kau itu daddy mafia yang tak lepas dari modus! apa sudah tidak tertahan?" tanya sang istri yang heran dengan sang suami, si tampan yang banyak alasan.


"Kau tahu itu dan tidak segera memberiku jatah, apa harus aku paksa kau untuk naik ke ranjang?" Alex mendekat ke arah Laras, semakin dekat hingga Laras harus terhimpit tembok dan tubuh sang suami.

__ADS_1


Alex sedikit memberi jarak antara tubuhnya dan tubuh sang istri, kening mereka saling menempel, sang mafia menatap mata sang istri yang terpejam.


"Hey? istriku? buka matamu! bagaimana bisa aku melihat cinta jika kau biarkan kedua bola matamu itu tertutup?" Sang mafia sangat menyukai mata sang istri yang bulat dan meneduhkan.


"Aku akan tetap menutup mata, jika aku membuka mata, mataku akan silau dengan ketampananmu!"


"Hm, kau pandai merayu ya?"


Alex sudah tidak sabar ingin segera mengeksekusi sang istri, dengan mantap, Alex menggendong tubuh Laras.


"Kau ya?"


Laras selalu menyukai cara Alex memperlakukannya, begitu manis dan penuh kasih.


Pelan tapi pasti, Alex masuk ke dalam salah satu kamar tamu yang berada di sebelah ruang bermain anak-anak.

__ADS_1


Setelah berada di dalam ruangan itu, Alex langsung mengunci pintunya.


"Kita hadirkan baby B untuk kelima jagoan kita!" ucap sang mafia penuh semangat.


__ADS_2