
Alex dan Frank berjalan menuju mobil milik Aldren, anak buah MK sangat senang karena mampu menaklukkan sang mafia dengan mudah.
Frank, dia sangat kesal karena anak buah MK terlalu sombong dan menyebalkan.
Tapi Alex memberikan kode agar tidak terlalu banyak bicara atau pun banyak tingkah kepada Frank, sang mafia ingin mengetahui seberapa kuat Aldren sekarang.
Keduanya dibawa masuk ke dalam mobil Aldren, anak buah MK dan anak buah Aldrin mengejek bos dan anak buah itu.
"Katanya dewa kematian tetapi mudah sekali kalah! Haha!" anak buah Aldren dan MK tertawa terbahak-bahak sampai tersedak.
"Kau bisa saja berbicara semaumu, jika nanti tanganku sudah bergerak melakukan sesuai dengan kata hatiku, semuanya akan berubah menjadi mengerikan! tunggu saja nanti," jelas sang mafia dengan penuh ketenangan.
"Oke, omong kosongmu harus segera dibuktikan agar mendapatkan apresiasi dari kami!" Anak buah Aldren memang tidak ada rasa takut karena dia merasa di atas awan.
Frank sebenarnya dari tadi merasakan panas hati sebab sang bos di perlakukan tidak baik.
Akan tetapi, Alex selalu mencegahnya agar tidak tergesa-gesa dalam melakukan tindakan.
Beberapa waktu berlalu ...
Mobil MK setelah berhenti di depan markas, Semua orang yang ada di dalam mobil itu keluar secara bersamaan.
__ADS_1
Alex melihat logo yang ada di markas Aldren, ada AF di sana.
Dia masih menghormati Ayah sebenarnya, entah kebenaran apa yang ia yakini sampai dia begitu berpikir bahwa Ayah membedakan antara aku dan dia. Meskipun dia bukan anak ayahku, tapi pada dasarnya ayah tidak pernah membedakan kasih sayang Antara aku dan Aldren.
Sang mafia melamun, membuat semuanya heran.
"Apa kau melihat kematianmu di atas sana?" ledek anak buah MK.
"Iya, kematian ku yang akan membawa kalian masuk ke dalam neraka!" jelas sang mafia, tegas tapi sangat berwibawa.
Frank tersenyum kala sang bos sudah menunjukkan kapasitasnya dalam berucap, sedangkan empat yang lain menelan salivanya mendengar ungkapan hati sang mafia yang sangat mendalam.
"Berisik! ayo masuk ke dalam! bos kami sudah menunggu!" Anak buah MK sok berkuasa tapi sebenarnya mereka cemas.
Tidak ingin membuang waktu terlalu lama, anak buah Aldren langsung membawa Alex masuk ke dalam markas.
Kedua orang itu, dibawa ke dalam sebuah ruangan yang minim cahaya. Di dalam sana, ada seorang pria yang duduk di singgasananya menatap tajam kearah dua orang yang baru saja masuk.
"Tinggalkan dua bajingaan ini di sini, kalian pergilah!" pekik Aldren.
"Baik bos!" jawab kedua anak buah Aldren.
__ADS_1
Setelah kedua anak buahnya pergi, kini yang ada hanya Alex dan Frank berdiri di depan pria yang memiliki mata tajam bagaikan elang.
Aldren berjalan mendekati Alex, dia menyapa pria itu dengan memukul perut kakak tirinya.
Bug!
Bug!
Bug!
Tiga pukulan, tidak membuat Alex gentar.
Dia masih tetap tegak berdiri.
"Apa mau mu Al?" tanya Alex, panggilan itu sepertinya sudah sangat akrab di telinga Aldren.
"Istrmu! serahkan dia kepadaku!" Permintaan Aldren terlalu lancang, Alex terpancing emosi.
"Langkahi mayatku jika kau ingin dia," ucap Alex dengan tenangnya.
"Haha, oke. Mari kita bertarung! siapa yang menang, dia akan mendapatkan istrimu!" Hal yang aneh coba Al susun. Dia mencoba mengecoh sang mafia.
__ADS_1
"Istriku bukan barang taruhan! jaga mulutmu, jika tidak ingin aku robek!" jelas sang mafia.
....