
Frank tersenyum saat mengetahui nama gadis yang ada di gendongannya bernama Angela. Alex yang geli dengan pemandangan kedua orang yang terlihat memendam perasaan yang aneh semacam cinta pertama.
“Hey Frank? Kondisikan pandanganmu! Dia masih kekasih adik tiriku,” celetuk Alex menahan tawanya.
“Apa maksudmu bos?” tanya Frank malu-malu.
“Kau pura-pura tidak mengetahui apapun?” jawab Alex menegaskan.
“Diamlah bos! aku sedang mengendong seorang gadis yang terluka. Kau justru bercanda.” Frank menyayangkan apa yang diucapkan oleh sang anak buah.
“Iya, aku mengerti. Tetapi nama Angela yang dia miliki membuatmu berpikir bisa mencintai dan menikahinya bukan? Hm ... aku harus menghentikan perjodohanmu dengan keponakan Tuan Win sepertinya.”
Alex cukup jeli dalam melihat potensi. Franklin masih belum move on dari Angela jadi saat dia mendengar nama Angela dari gadis yang ia tolong, membuat bunga-bunga cinta yang ada di hatinya berkembang setelah sekian lama kering kerontang.
Frank lebih berdamai dengan keadaan jika gadis yang ia sayangi harus menikah dengan pria lain yang notabene adalah teman satu gengnya yang sangat akrab.
“Aku akan mencari jodohku sendiri. Selama masih ada kesempatan untuk mencinta gadis lain, mengapa tidak? aku orangnya terbuka. Tapi aku tidak menutup kemungkinan jika ada gadis di dalam hatiku saat ini.” Frank menatap wajah Angela Liu dengan seksama, dia melihat cahaya terpancar dari sana.
Alex mengingatkan kepada Franklin bahwa Angela Liu berbeda dengan Angela yang ada dalam masa lalunya, keduanya sangat berbeda dalam segala hal.
__ADS_1
Frank memahami ini dan tetap tidak goyah.
Rasa ingin melindungi Angela sangatlah besar.
Dia terlalu iba hingga rasa cinta yang sudah ada untuk nama gadis bernama Angela, kembali hadir meskipun hanya sama di nama saja.
“Kau akan menyusuri hutan ini dengan menggendong gadis ini?” tanya Alex.
“Apa kau mau mengedongnya bos?” jawab Frank dengan menahan tawanya.
“Kau cari mati ya?” Alex melotot ke arah Frank.
“Diamlah, kau mengetahui kelemahanku adalah dia,” jawab sang mafia dengan berbesar hati menerima predikat mafia takut istri.
....
Alex dan Frank bersama gadis yang ada di gendongannya berjalan menyusuri jalan yang setapak yang menghubungkan hutan dengan dunia luar, biarpun telah tercipta jalan, masih saja gangguan dari binatang buas muncul tanpa terduga.
Alex hampir saja di gigit ular. Akan tetapi dia berhasil menghindar.
__ADS_1
Perjalanan menyusuri hutan harus terhenti kala ketiga orang itu menemui jalan buntu.
“Lex, sepertinya kita kembali di tempat awal lagi.” Frank masih kuat mengendong Angela.
“Aku dimana?” tanya si gadis yang sudah siuman.
“Ini di hutan,” jawab Frank.
'
“Jika kalian tersesat, segeralah mencari tanda panah yang mengarah ke barat, itu adalah jalan yang sebenarnya,” tukas si gadis dengan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
"Oke, terimakasih. Kau sudah siuman! apa masih terasa sakit?" tanya Frank penuh perhatian.
"Masih, tolong bawa aku pulang ke apartemenku setelah ini. Aku takut Aldren akan menyakitiku lagi," jawab Angela Liu yang teringat sangat ketakutan.
Frank memeluk erat tubuh penuh luka itu, dia tidak perduli apa yang sedang terjadi. Intinya dia ingin gadis bernama Angela Liu selamat dan merasakan udara kebebasan yang nyata di hembusan nafasnya.
...
__ADS_1