Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Aldren Depresi


__ADS_3

Pria itu merasa sangat terpuruk, dia tidak menyangka jika anak haram yang selalu menjadi sandungan hidupnya, benar-benar menjadi julukan terbaik untuknya. Dia segera meninggalkan pemakaman tersebut dengan mobilnya, dia melajukan kijang besinya dengan sangat cepat.


Wussssshh!!!


Dia tidak memikirkan apakah dia akan celaka atau tidak, pada intinya dia sedang dalam kekalutan yang luar biasa.


Cinta terhadap sang ibu yang sangat besar, membuatnya menjadi orang yang egois, dia tidak ingin sang Ibu terluka meskipun dia tidak mengetahui apa yang diinginkan oleh sang ibu semasa hidup.


Dalam perasaan galaunya yang tidak bisa terobati itu, Aldren teringat akan petuah yang pernah saya sampaikan.


Al, Ibu mengerti jika pekerjaan yang Ibu kalau di itu salah, tetapi Ibu tidak bisa lepas dari semua itu, orang yang yang selama ini ini menggunakan jasa Ibu teramat baik untuk ibu tinggalkan, suatu saat kau harus bertemu dengannya. Tetapi kau jangan pernah melupakan Tuan Fernando yang sangat baik kepada kita, dia memasukkan kita yang hina ini ke dalam lingkup geng mafia yang sangat terkenal, tersohor serta terhormat di masanya. Ibu hanya ingin kau memikirkan perasaan ibu, jangan pernah merasa sendiri, kau adalah suci bukan anak haram. Kau memiliki Ayah Al, dia adalah tuan Fernando meskipun bukan kandung, ada pria lain yang harusnya kau panggil Ayah.


Setelah itu dia terperanjat karena kata-kata terakhir yang sangat membekas tersebut kembali tergiang-giang di kepalanya.


Cittt!!!!


Dia menghentikan secara mendadak mobil yang, untuk saja jalanan sepi jadi dia tidak mendapatkan teguran dari kendaraan yang lain.

__ADS_1


"Shiitt! Ibu pernah mengatakan itu sebelum ia meninggal, besar kemungkinan Tuan Ervino memang ayahku yang sesungguhnya. Aku tidak percaya bahwa semua ini bisa terjadi padaku!"


Aldren seperti Kehilangan pijakannya, semua rasa kesal, amarah yang ia berikan kepada keluarga Fernando ada suatu kesalahan yang besar. Dia menjadi pria yang sangat bodoh di depan ayah kandungnya.


"Tidak! aku tidak mau mengakuinya sebagai ayah, aku adalah anak dari bos Blue Sea, dia adalah panutanku dan orang yang akan selalu aku hormati meskipun dia jahat kepadaku dan ibuku. Tidak! aku tidak akan mengakuinya selamanya!"


Aldren terlalu keras kepala untuk membuka matanya tentang kenyataan yang sesungguhnya, siap akan melupakan urusan tentang Alex, balas dendamnya terhadap geng sang mafia, serta segala hal yang menjadi rencana awalnya untuk menghancurkan Alex dan semua yang berhubungan dengannya.


Saat perasaannya sedang tidak jelas, suara dering ponsel, mengagetkannya.


Awalnya, dia enggan menjawab panggilan tersebut karena bukan nomor yang biasa ada di dalam kontaknya.


Dia segera menjawab panggilan itu.


"Apa maksudmu menghubungiku berulang kali? he?" tanya Aldren penuh emosi.


"Nak, jangan melakukan sesuatu itu hal tanpa rencana yang jelas. Kau pasti akan gagal, daripada melakukan hal sia-sia, chord datanglah kepadaku dan kita akan hidup bersama selamanya. Aku berjanji akan menjadi ayah yang baik untukmu. Ini adalah janjiku kepada Grace."

__ADS_1


Ternyata orang yang membuat panggilan tersebut adalah ayah kandung dari Aldren, bukannya senang, justru Al semakin kesal.


"Asal kau tahu, meskipun kau adalah ayah kandung ku itu tidak ada bedanya sama sekali! aku sudah melewati banyak rintangan dan halangan di dalam kehidupan ini tanpa dirimu, untuk apa kau mendekatiku setelah aku dewasa? di mana saja saat kami menderita?"Aldren mulai berkeluh kesah, bukan gayanya seperti ini. Dia menjadi orang lain karena fakta yang mencengangkan tersebut.


"Aku tidak berdaya, waktu itu istriku sakit karena mengetahui fakta bahwa diriku memiliki anak dari seorang wanita malam, penyakitnya menjadi semakin parah, aku menjadi orang yang sangat tidak berguna waktu itu. Maaf ini salahku."


Tut ... tut ... tut ..


Aldren sudah terlalu muak dengan apa yang ia dapatkan selama ini, dia tidak ingin lagi mendapatkan janji-janji palsu seperti apa yang telah Tuhan Fernando katakan kepadanya.


Pria itu membuka kaca mobil dan segera membuang ponsel miliknya, dengan begitu tidak ada yang bisa menghubungi lagi, dia akan segera memberikan perintah kepada anak buahnya tanpa harus menghubungi terlebih dahulu.


"Haisssh! mengapa aku harus bertemu dengannya? aku tidak menyukainya sama sekali, dia adalah pria yang jahat! aku tidak suka dengannya!"


Aldren tancap gas menuju tempat yang biasa ia tuju, saat dirinya merasa pusing seperti saat ini.


"Bar milik Tuan Zash, aku harus kesana, tempat biasa aku meluapkan rasa kesalku!"

__ADS_1


Ternyata, Aldren masuk perangkap tanpa diminta, dia tidak mengetahui jika Tuan Zash adalah adik dari Tuan Win, hanya saja keduanya memang jarang Bertemu.


....


__ADS_2