
Bos Alex bersama anggota Death Angel senior dan junior bergerak menuju rumah Hang Zhi dengan senjata lengkap. Mereka semua mengendarai empat mobil, Hang Zhi dan Jiho terlihat sangat mengkhawatirkan gadis yang sangat mereka cintai. Alex yang satu mobil dengan dua bocah itu, mencoba menenangkannya.
"Kita akan selamatkan isteri dan anakmu Hang Zhi, dan untuk kau, Kyara akan aman Jiho," ucap sang mafia kepada dua pria yang ada di sampingnya.
"Tapi aku belum melakukan kebaikan kepada Kyara, jika dia mati bagaimana?" Hang Zhi yang cerdas tetapi bodoh dalam hal cinta. Dia terlalu takut kehilangan sang isteri yang sangat di cintainya.
"Tidak akan ada hal seperti itu selama ada aku di sampingmu, Gao akan habis di tanganku," ucap sang mafia.
"Aku percaya kepadamu bos!" ucap Jiho dan Hang Zhi serentak.
"Kalian bisa kompak juga ya?" Sang mafia kagum dengan kebersamaan Jiho dan Hang Zhi yang kini lebih harmonis daripada sebelumnya.
Drtttt...drrrtt...Drrrtt...
Ponsel milik sang mafia tiba-tiba saja berdering, saat ia menatap layar ponselnya, terlihat nomor my wife menghubunginya. Raut wajah sang mafia menjadi lebih cerah dan bahagia.
"Ada apa sayang?" tanya Alex sok manis.
"Bagaimana kabarmu Lex? misimu sudah selesai?" jawab Laras yang ingin segera Alex kembali.
"Sebentar lagi sayang, bagaimana kabar anak kita?" apa mereka baik-baik saja?" tanya Alex antusias.
"Mereka baik sayang, mereka sangat aktif. Maaf aku meneleponmu secara tiba-tiba karena semalam aku mimpi buruk," Laras menyampaikan kekhawatirannya.
"Mimpi buruk? coba kau ceritakan," Alex meminta Laras menjelaskan tentang mimpi buruk yang sang isteri alami.
"Di dalam mimpi, aku melihatmu terluka parah, hampir saja aku kehilanganmu. Setelah itu aku bangun dari tidurku, aku menganggap jika apa yang terjadi di dalam mimpiku adalah bunga tidur, tetapi aku terus memikirkannya. Saat aku mengatakannya kepada dokter, dia menyarankan untuk membicarakannya denganmu," Terdengar jelas dari suara Laras jika sang isteri sang mengkhawatirkan Alex.
"Kau tidak perlu terlalu khawatir sayang, kau percaya padaku kan? aku akan kembali dengan selamat," ucap sang mafia memberikan harapan lebih kepada sang isteri.
"Jika kau sudah mengatakannya, kau pasti akan melakukannya, segeralah kembali Lex, aku dan anak kita menunggu kedatanganmu. Aku percaya kepadamu, Love you big baby, miss you!" Laras meyakinkan dirinya dan mempercayai ucapan sang suami.
__ADS_1
"Jaga dirimu baik-baik, doakan aku segera kembali, jaga anak-anak kita, aku merindukan kalian semua, Love you...miss you my sweet baby," Saat Alex berbicara manis dengan sang isteri, tiba-tiba saja suara merdu Laras tergantikan dengan suara pria menyebalkan.
"Lex! cepat kau pulang! isterimu akan melahirkan tetapi kau tidak ada di sampingnya? pria tidak tahu aturan," ucap sang pria menyebalkan, memaki sang mafia di depan anak buahnya yang hanya mampu menahan tawa.
"Bisa kau pelankan suaramu ayah mertua? kau berisik sekali, harga diriku hilang saat kepala polisi memaki bos mafia di depan anak buahnya," bisik sang mafia kepada tuan Hans.
"Haha, biarkan anak buahmu mendengarnya. Bos mereka rela meninggalkan isterinya yang hamil tua untuk menjalankan misi, aku saja dulu cuti, kau ini contoh lah aku Lex, aku pria bertanggung jawab," Tuan Hans benar-benar terlalu percaya diri hingga memuji dirinya sendiri.
"Hey, ayah mertua! jika aku cuti, bisa jadi jatah hidupku akan habis, kau mau anakmu menjadi janda? cucumu lahir tanpa daddynya? aku ini mafia , bukan abdi negara, kematian selalu berdampingan denganku, jika tidak selesaikan misi, tuan Fudo akan mengganggapku seorang pengkhianat, di dalam Death Angel, seorang pengkhianat harus mati," jelas sang mafia.
"Ya terserah kau saja, cepatlah kembali! berhati-hatilah semoga kau berhasil melaksanakan misimu, Lex," Doa terbaik tuan Hans untuk sang menantu tercinta.
"Baik ayah mertua, serahkan saja kepadaku," jawab sang mafia.
Perbicangan di dalam sambungan telepon antara tuan Hans, Laras dan Alex telah berakhir.
Tanpa di sadari oleh Alex, si kembar dan anak buahnya yang satu mobil dengannya menatap wajah sang mafia tanpa berkedip. Alex heran dengan sikap mereka.
"Tidak bos, kami kagum padamu, kau seorang bos mafia, seorang suami, juga calon daddy untuk anakmu, tetapi kau masih mau membantu menyelesaikan masalah keluarga kami, kau hebat bos!" puji Hang Zhi.
"Iya bos, aku sependapat dengan adikku, kau menjadi panutan kami kelak saat menjadi bos mafia, " timpal Jiho, membenarkan ucapan Hang Zhi.
"Urusan keluargaku dan pekerjaanku adalah dua sisi yang berbeda, tak perlu kalian memikirkan hal itu, lebih baik kita pikirkan bagaimana caranya menyelamatkan Kyara dari Chen Gao. Bocah tengik! rumahmu jauh juga, tinggal dua puluh menit lagi Chen Gao akan datang, kapan kita sampai?" ucap Alex yang merasa waktu berjalan sangat cepat.
"Sepuluh menit lagi kita sampai bos," jawab Hang Zhi.
Alex segera menelepon Richi yang berada di dalam mobil yang lain.
"Richi, sepuluh menit lagi kita sampai di rumah Hang Zhi, nanti si kembar masuk melalui pintu belakang, kau dan aku serta anggota yang lain menghadang kedatangan Chen Gao dan anak buahnya, biarkan Hang Zhi dan Jiho yang membawa Kyara pergi, apa kau mengerti?" ucap sang mafia saat menjelaskan rencananya.
"Mengerti Lex," jawab Richi.
__ADS_1
"Chen Gao, tamatlah riwayatmu!" Alex sudah tidak sabar berduel lagi dengan musuh bebuyutannya itu.
Sepuluh menit telah berlalu, akhirnya Alex dan anak buahnya lebih dulu sampai di depan rumah mewah Hang Zhi daripada Chen Gao.
Alex meminta Jiho dan Hang Zhi masuk melalui pintu belakang dan segera membawa Kyara pergi. Sedang dirinya, Richi dan para anggota berjaga-jaga di depan rumah mewah Hang Zhi.
"Bawa isterimu ke markas Death Angel, dia akan aman di sana," ucap bos Alex.
"Baik bos!" jawab Hang Zhi.
"Dan kau Jiho, kau bantu adikmu menyelamatkan isterinya, dukung dia agar mampu melewati semua ini dengan kuat, saat seorang wanita hamil, dia akan rapuh. Kau kuatkan kedua adikmu, saatnya menjadi pria dewasa Jiho," pesan sang mafia.
"Baik bos!" jawab Jiho.
Hang Zhi dan Jiho bergegas masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang, selang beberapa detik saja saat si kembar masuk ke dalam rumah mewah Hang Zhi, Chen Gao dan anak buahnya sampai di rumah itu.
Chen Gao segera turun dari mobilnya.
"Luar biasa! tanpa perlu banyak rencana, aku mampu bertemu dengan bos hebat sepertimu di depan rumah mewah menantu keluarga Gao."
Chen menghampiri Alex, mereka berdua kini saling berhadapan.
"Tuan Alex Fernando, kita selesaikan masalah ini segera!" ucap tuan Chen Gao dengan senyum liciknya.
"Baiklah! aku juga tidak sabar bertarung denganmu," jawab sang mafia.
"Hey kalian! cepat masuk ke dalam rumah itu! bawa Kyara pergi!" perintah tuan Chen Gao.
"Death Angel! serang mereka!" perintah bos Alex kepada seluruh anggotanya.
Bersambung...
__ADS_1