Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 167


__ADS_3

Titik terang untuk kasus pembunuhan ibu Jiho sudah mulai terlihat. Alex semakin optimis jika dirinya akan segera bertemu dengan orang tersebut. Dia juga penasaran, seperti apa wajah sang pembunuh yang sebenarnya.


"Terus selidiki Will, agar kita segera meringkus sang pelaku dan mengadilinya dengan cara yang kejam," perintah sang mafia.


"Siap bos! aku akan melakukan yang terbaik untuk Jiho," Willy menatap mata Jiho, dia memberikan harapan kepada bocah kecil itu tentang keadilan yang selama ini ia inginkan untuk sang ibu.


"Kau tidak perlu risau bocah tengik, ibumu akan baik-baik saja di surga. Dia adalah seorang wanita yang baik hati sama sepertimu," sambung Willy menatap wajah Jiho, tatapan itu memancarkan kasih sayang kakak terhadap adiknya, itu hangat dan teduh.


"Apa ada hal lain yang ingin ku sampaikan? bocah ini masih ingin berlatih, jika kau berada di sini, kapan si bocah akan mulai berlatih?" ledek sang mafia ketus.


Willy menyadari jika dia menjadi pengganggu waktu latihan Jiho, Willy segera pamit undur diri karena dia masih memiliki banyak tugas.


Setelah Willy pergi, sesi latihan kembali dimulai. Kali ini, sesi latihan berlangsung cukup lama karena terjeda waktu beberapa menit. Namun, tidak menyurutkan semangat Jiho untuk tetap belajar tentang gerakan bela diri yang luwes dan penuh tenaga.


Setiap menit yang dilewati, sangat berharga untuknya. Dia akan tetap berusaha sekuat tenaga untuk terus berlatih tanpa lelah, meskipun harus babak belur dan berdarah-darah, tidak masalah baginya. Toh, kelak saat pertarungan dia juga akan mengalami hal yang sama.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan jam 2 pagi, Alex bertanya kepada Jiho.


"Apa kau sudah lelah? jika belum lanjutkanlah, kau berlatih sendiri dan pahami setiap gerakan yang aku ajarkan. Aku masih memiliki urusan yang penting dengan Richi," ucap sang mafia.


"Tidak masalah bos, aku bisa berlatih sendiri," jawab Jiho yakin.


"Lakukan yang terbaik, jangan sampai kau mengecewakan Kyara dan ayahmu," ucap sama mafia.


Jiho mengangguk, Alex segera beranjak dari tempat latihan dan berjalan menuju kamar Angela. Dia mengetuk pintu kamar tersebut, saat pintu itu terbuka, Alex melihat sosok Richi yang sedang tersenyum-senyum dengan ponsel yang berada di telinganya.


"Kau tahu saja, jauh dari isteri adalah hal yang menyiksa. Apalagi untukku, aku adalah pengantin baru. Harusnya aku berada di samping Angela saat ini, tetapi karena kita memiliki tanggung jawab yang besar terhadap geng kita dan misi dari tuan Fudo, aku harus rela berkorban," ucap Richi yang terdengar sangat dramatis.


"Cih, hentikan omong kosongmu itu Richi! kalau aku lihat-lihat, kau sekarang lebih lembek ya? sekarang terbukti bukan, jika wanita mampu membuat hati dan pikiran kita lemah. Itulah hal yang sangat ditakutkan oleh tuan Fudo, para musuh akan dengan mudah menghancurkan kita melalui para wanita yang ada di sekitar kita," jawab sang mafia.


"Haha, apa yang kau katakan adalah hal yang sangat benar. Tetapi aku heran, sudah selarut ini kau masih belum istirahat? apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?" tanya Richi yang mengkhawatirkan keadaan sang sahabat.

__ADS_1


"Tidak ada hal seperti itu Richi, cepatlah masuk ke dalam, aku ingin membicarakan tentang pembunuh bertopeng itu," jelas sang mafia yang mendorong tubuh Richi agar masuk ke dalam kamar Angela.


Setelah keduanya berada di dalam kamar, Alex duduk di samping sang sahabat dan segera memulai perbincangan tentang pria bertopeng.


"Willy telah mendapatkan informasi tentang keberadaan pria bejat itu, dia berada di bar kota barat. Aku menduga jika orang itu adalah bagian dari geng berbahaya dari kalangan orang-orang berduit, aku khawatir jika prasangka ku ini benar, sang pembunuh adalah bagian dari geng yang satu kalangan dengan keluarga kekasih Jiho yang bernama Kyara," ucap sang mafia dengan wajah yang serius.


"Maksudmu kalangan berbahaya? kekasih Jiho? aku belum memahaminya Lex," Richi masih belum paham tentang apa yang diucapkan oleh Alex, karena pikirannya masih belum bisa move on dari suara sang isteri tadi.


"Sial! ya kali ini aku memaafkanmu, biasanya kau cerdas tetapi kali ini kalau mengalami keterlambatan yang berlebihan. Tinggalkan dulu suara dan bayangan tubuh sexy isterimu, ini waktunya bekerja Richi," Alex menahan tawanya, dia tahu apa yang ada dipikiran Richi karena dia juga pernah merasakannya.


"Haha, Kau ini seperti peramal. Selalu mengetahui apapun yang aku pikirkan, baiklah, setelah aku mencerna ucapanmu serta menyingkirkan bayangan tubuh sexy dan suara Angela, aku mulai memahaminya, apa yang kau maksud adalah geng Blue Dragon? yang anggotanya adalah semua orang yang berkuasa, yang memiliki banyak uang juga dikelilingi oleh wanita-wanita cantik setiap harinya, bosnya bernama Chen Gao, pria kekar tinggi besar yang hampir tak pernah tersentuh oleh media, karena dia bersembunyi di sebuah tempat yang sangat rahasia di kota selatan, meskipun asetnya banyak di luar negeri, tapi dia tidak mencantumkan namanya di setiap aset yang ia miliki. Dia hanya akan mencantumkan nama sang paman yang bernama Zevanka Hopskin. Dia biasa di panggil dengan nama tuan Z.H, pria tua itu adalah seorang yang gila harta. Kabar terkini yang aku dengar, dia menjual sang puteri kepada seorang bos muda. Untuk saat ini, aku belum mengetahui siapa pemuda itu, keluarga Zevanka masih bungkam tentang hal ini. Untuk menyelidiki tentang keluarga Chen Gao dan sang paman sangat sulit untuk di dilakukan karena minimnya informasi yang beredar. Mereka sangat menutup rapat segala hal yang berhubungan dengan keluarga dan harta bendanya," jelas Richi yang membuat Alex kagum.


"Lha ini, akhirnya kau kembali Richi! bagaimana bisa kepandaianmu tiba-tiba menghilang hanya karena tubuh sexy isterimu," ledek sang mafia.


"Hahaha, bocah tengik! apa kau kira aku hanya memikirkan hal itu saja sepertimu? aku sudah menyelidiki tentang tuan Chen Gao dan seluruh anggota keluarganya sejak 2 bulan yang lalu, aku mencurigai ada banyak transaksi obat-obatan terlarang yang ia lakukan di luar negeri, tapi karena keterbatasan informasi membuatku menghentikan sementara penyelidikanku. Chen Gao adalah ancaman bagi kita, jika kekasih Jiho berasal dari kalangan mereka, berarti kita sudah siap untuk bertarung dengan Blue Dragon," jawab Richi menganalisa.

__ADS_1


"Iya kau benar, masalahnya semakin pelik. Waktu yang kita butuhkan melatih para anggota Jiho juga sangat singkat karena mau tidak mau mereka harus segera memiliki bekal yang cukup untuk kemungkinan bertarung melawan Shadow dan yang pasti adalah Hang Zhi," ucap sang mafia membayangkan betapa dahsyatnya pertarungan yang akan mereka hadapi, Chen Gao, Shadow dan Hang Zhi.


__ADS_2