
Di tempat lain, ada seorang pria dengan mantel tebal berwarna hitam sedang masuk ke dalam apartamennya, dia segera melepaskan mantel tersebut dan meletakkannya di sebuah tempat khusus, yang ada di samping pintu utama.
Perlahan dia melepaskan sepatu pantofel yang berkilau itu karena selalu ia rawat dengan baik. Dia menjinjing sepatu tersebut dan meletakan di rak sepatu. Dia merasa sangat lelah, ingin rasanya segera membersihkan diri dan beristirahat.
Dia berjalan menuju kamar utama, terlihat seorang gadis sedang berbaring di ranjangnya.
"Kau sudah pulang?" tanya si gadis yang masih meringkuk di bawah selimut.
"He.em, ada urusan di markas, aku harus turun tangan langsung," jawab pria yang memiliki tubuh gagah dan luka di wajahnya itu.
"Mari kita ulangi yang semalam? kau sangat responsif sayang! sudah dua bulan bersama, kau masih tetap bertenaga. Aku berharap kita akan segera menikah." Sang gadis mengungkapkan harapan terbesarnya, namun sang pria hanya tersenyum.
"Masih banyak hal yang harus aku urus, menikahimu hanya akan membuat hidupmu sulit, apalagi hubungan backstreet yang kita jalani, akan semakin sulit untuk menikah, tetapi aku berjanji, setelah proyek Human Farmasi goal, aku akan segera melamarmu." Janji manis yang di sampaikan oleh si pria membuat sang gadis memupuk harapan tinggi di masa depan.
"Baiklah, setelah ini, kau harus mandi dan ganti baju, kau harus pergi kuliah. Ayahmu yang arogan itu pasti akan membunuhmu jika kau tidak bergerak cepat," pesan sang pria yang mengetahui jika ayah si gadis adalah seorang ketua geng sekaligus pemilik bisnis senjata api terbesar di dunia. Awalnya, si pria tidak berniat untuk menjadikan si gadis kekasihnya, karena tujuan utamanya adalah mengambil alih bisnis sang ayah, tetapi seiring berjalannya waktu, Si pria mulai jatuh cinta dengan si gadis yang berparas manis itu.
__ADS_1
Sang gadis yang sengaja tidak mengenakan kain sehelaipun, kemudian menggoda sang kekasih. Dia membuang selimut itu dan terlihatlah pemandangan yang luar biasa di depan si pria.
"Cih! jika kau sudah ku terkam, kau tidak akan bangun sampai besok pagi. Lebih baik segera mandi, nanti aku akan mengantarmu ke kampus," ucap si pria yang sebenarnya tergoda namun mengendalikan dirinya.
"Hm..terkam saja, aku tidak perduli." Sang gadis justru menantang si pria.
Sang pria yang sedari tadi fokus dengan ponselnya, kemudian meletakan ponselnya di atas meja dan mendekati sang kekasih yang sudah mulai bergairah. Si pria mencium bibir ranum itu, sesekali dia memainkan dua aset berharga milik sang gadis, namun semua itu hanya berlangsung beberapa menit saja karena tiba-tiba ponsel sang si pria berdering.
"Shi*t! siapa yang menelepon di saat seperti ini." Si pria merasa kesal dan terpaksa meninggalkan sang gadis yang sudah masuk ke dalam permainannya.
"Apa kau tidak tahu jika ini waktunya aku beristirahat, jangan sampai aku menebas kepalamu karena kekonyolanmu ini!" Sang pria memarahi salah satu anak buahnya yang dengan lancang mengganggu waktu berharganya.
"Maaf bos, ini mengenai Alex, dia berhasil menangkap dua mata-mata dan kini mereka berada di markas utama Death Angel!" Laporan dari anak buahnya membuat si bos geram, dia segera meminta sang anak buah untuk mempersiapkan diri menyerang markas sang mafia, karena trik mereka memang menempatkan dua anak buahnya agar bisa mendatangi markas utama milik bos Alex.
"Sudah kau pasang alat pelacak di tubuh mereka berdua?" tanya sang bos memastikan.
__ADS_1
"Sudah bos, kita hanya perlu datang ke sana dan mengobrak-abrik markas milik anak Tuan Fernando itu!" Sang anak buah begitu percaya diri mampu melawan sang mafia.
"Bagus! Alex harus bertanggung jawab atas tewasnya semua anggota keluargaku karena kelakuan Blue Sea yang tidak memiliki hati itu! Alex dan seluruh anak turunnya harus segera tewas mengenaskan! kau targetkan isteri dan anak-anaknya, bawa mereka ke hadapanku, aku akan menunjukkan bagaimana rasanya kehilangan orang-orang yang kita sayangi!Alex Fernando! tunggu pembalasan dariku!" ucap sang pria yang sangat bersemangat karena memiliki dendam kesumat.
"Iya bos! kita harus menyusun rencana terlebih dahulu, kapan bos ada waktu?" tanya sang anak buah yang sangat berhati-hati dalam berucap.
"Setelah ini, kekasihku ada jadwal kuliah siang, aku harus mengantarnya dulu pergi ke kampus. Kau tunggu kabar selanjutnya dariku!" jawab si bos yang sudah tidak sabar bertemu sang mafia.
"Baik bos!" ucap si anak buah yang langsung menutup panggilan teleponnya.
Sang kekasih yang harus menahan hasrat hanya bisa menelan pil pahit, dia segera beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi, tetapi langkah kakinya terhenti, saat sang kekasih menarik tubuh si gadis dalam pelukannya.
"Kita lanjutkan," pinta si pria dengan senyum sarkasnya, mereka kembali bergumul dalam satu hembusan nafas yang sama dan penuh gairah.
"Love you, Asley!" ucap si gadis dengan mata terpejam, sang pria terlalu lihai bermain sehingga membuat sang kekasih terbawah suasana.
__ADS_1
"Love you too Jessie!" jawab Asley penuh kelembutan.