Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Menjemput sang mafia


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, datanglah mobil jemputan Tuan Fudo. Pak sopir mempersilakan Jo masuk ke dalam mobil tersebut. Tetapi melarang Dafa ikut bersama Jo.


"Siapa kau!" tanya si sopir dengan tatapan waspada.


Jo yang mengetahui ini langsung memberikan klarifikasi," Dia adalah temanku, orang ini adalah seorang wartawan kriminal. Namanya Dafa, dia bukan orang yang patut dicurigai. Dafa adalah temanku, biarkan dia masuk."


Mendengar klarifikasi dari Jo, membuat Pak sopir tidak bisa berbuat apapun, selain mempersilahkan Dafa masuk ke dalam mobil.


"Ok, masuklah, jangan berbuat onar ataupun melakukan hal diluar prosedur kami. Kau masuk ke dalam mobil berarti sudah menyerahkan seluruh hidupmu kepada geng kami, tidak ada sesuatu yang menurut kami tidak sesuai dengan aturan. Kau harus mendapatkan hukumannya," jelas pak sopir. Dia adalah salah satu sopir kepercayaan Tuan Fudo yang ada di Macau. Namanya adalah Dimitri.


Seorang petarung yang menyamar sebagai sopir untuk mengelabui para musuh, pantas saja dia akan mencurigai siapapun yang masuk ke dalam mobilnya.


"Iya, aku sudah mengetahuinya dari Jo. Sepertinya, kau harus menikah! mungkin sikapmu akan lebih lembut setelahnya," celetuk Dafa.


"Tutup mulutmu, jangan sok tahu! kok baru saja bertemu denganku kemudian mengatakan banyak hal setelahnya menasehatiku tentang jodoh? apa-apaan ini! jika bukan Jo yang mengizinkanmu masuk ke dalam mobilku, aku tidak akan membiarkanmu menginjak bahkan duduk di jok mobil milikku." Dimitri memang sangat sadis jika berbicara, dia bertarung hebat dan orang yang sangat waspada.

__ADS_1


"Wkkwkwkw ... baru juga bertemu bukannya saling sapa saling memberikan kasih sayang justru malah bertengkar, sudahlah Dimitri, dia tidak berbahaya aku bisa menjaminnya!" Pada akhirnya, Jo yang harus angkat bicara. Dia harus mencari cara agar segera pergi dari bandara tersebut.


"Oke, aku ingin bertemu Alex, antar aku kepadanya!" pinta Jo.


"Dia sedang bersembunyi di suatu tempat, aku mengkonfirmasi kepada anak buah yang bersamanya, dan juga teman gila mau ini, aku harus membawanya ke apartemen milikku agar tidak terlalu mengganggu misi penyelamatan." Dimitri masih tetap waspada, Jo mengikuti saja apa yang diinginkan oleh orang itu.


"Ya terserah kau saja, intinya aku ingin bertemu dengan Alex," ujar Jo yang sudah jenuh dengan sikap kedua orang yang menyebalkan itu.


Akhirnya, perbincangan itu berakhir dengan seorang sopir yang langsung tancap gas menuju apartemen miliknya.


Dafa dengan ponselnya, sedangkan Jo memikirkan Alex yang sedang dalam bahaya.


Beberapa menit kemudian,


Mobil Dimitri telah terparkir sempurna di depan apartemennya, dia meminta Dafa turun dari mobil dan mengantarnya masuk ke dalam apartemen.

__ADS_1


Dia mengunci pria itu di dalam kamar apartemennya, Dafa karena isi apartemen itu cukup lengkap, dia bisa melakukan apapun di sana.


Semua urusan menjadi semakin mudah karena ada apa tidak terlalu banyak bicara.


Setelah usai dengan urusan Dafa, Dimitri kembali ke mobilnya yang ada di depan apartemen.


...


"Temanmu itu, tidak terlalu menyebalkan! dia adalah orang yang penurut," ucap Dimitri sembari masuk ke dalam mobilnya.


"Apa aku bilang? dia orangnya sangat patuh dan tidak banyak protes," jawab Jo.


"Iya, aku hanya waspada. Banyak orang disekitar kita yang mencurigakan," tutur Dimitri memberikan penjelasan.


"Iya aku paham, ayo kita pergi! aku kasihan dengan bos mafia itu."

__ADS_1


....


__ADS_2