Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Di rumah sang mafia!


__ADS_3

Sesampainya di rumah sang mafia...


Semua anggota keluarga merasa senang karena akhirnya sampai juga di depan rumah Alex. Tetapi ada yang berbeda dengan pemandangan di depan rumah sang mafia, di sana ada lebih dari 5 orang anggota Death Angel yang berjaga. Tuan Hans segera memarkirkan mobil ke dalam garasi.


Setelah mobil tersebut masuk ke dalam garasi, satu persatu anggota keluarga yang ada di dalam mobil tersebut segera membuka pintu dan turun dari mobil tersebut.


"Lex, siapa yang menyuruh mereka menjaga rumahmu? apa itu kau?" tanya Tuan Hans heran dengan sikap sang mafia yang tidak seperti biasanya.


"Ini adalah murni rencana Richi dan yang lain, mana mungkin aku meminta anggota aku berada di rumah, aku bukan tipe bos yang sok berkuasa. Di sekitar rumahku harus ada penjaga, tetapi mengingat kejadian kemarin, aku harus lebih waspada dari sebelumnya. Richi merespon kekhawatiranku itu, kemudian memberikan opsi bahwa seharusnya aku membiarkan beberapa anggota untuk tinggal di rumah, meskipun mereka hanya berjaga di luar." Alex mengatakan alasan banyaknya anggota di sekitar rumah tersebut, mau tidak mau sang mafia harus setuju dengan rencana Richi dan anggota yang lain. Dia sebenarnya tidak memungkiri jika membutuhkan perlindungan dari para anggotanya, secara ada anak dan istri yang hidup bersamanya.


"Bagus itu Lex, kau harus menyingkirkan egomu dan menjadi pria sejati. Tidak masalah jika meminta para anggota menjaga rumah, bos adalah poros utama sebuah organisasi. Aku khawatir kejadian kemarin akan terulang," jawab Tuan Hans yang ternyata menghawatirkan keadaan menantunya tersebut.


"Haha, kau memang luar biasa Tuan Hans! selain sombong kau juga memiliki sifat rendah hati, meskipun kau sering membuatku kesal dan bertingkah menyebalkan, tetapi aku tetap menantu mafiamu, Tuan kepala polisi!" Alex dan Tuan Hans hari ini cukup akrab, bahkan mereka melakukan tas persahabatan.


Laras dan Nyonya Fira sangat menyukai situasi ini, mereka berdua bersyukur atas perdamaian dua kubu yang saling bertentangan itu.


"Nah, seperti itu kan bagus. Kau dan ayah mertuamu lebih baik saling mendukung daripada berdebat setiap hari saat bertemu." Nyonya Fira mengungkapkan keluh kesah nya karena memang kenyataannya jika keduanya sudah bertemu hanya akan ada perdebatan dan permasalahan yang pelik serta sulit sekali di selesaikan.


"Haha, kita seperti minyak dan air, tidak bisa bersatu tetapi nyata adanya. Semua itu tergantung dengan statement yang disampaikan oleh ayah mertua, jika dia memberikan kata-kata yang kurang berkenan di hatiku, pasti aku akan menimpalinya dengan fakta dan kebenaran yang ada." Alex sudah mulai menunjukkan eksistensinya menjadi seorang mafia yang cerdas dan berdedikasi.


"Cih! pria sok berpendidikan! tugasmu adalah seorang mafia, dan aku petugas untuk menangkap orang-orang rusuh seperti kalian," ucap Tuan Hans yang tidak mau mengalah.


Baru saja akur, udah mulai berdebat lagi, itulah mereka berdua yang sangat menyukai perdebatan daripada mengalah karena keduanya memiliki sifat yang sama yaitu keras kepala.


"Suamiku, jangan terlalu mengharap menanggapi ucapan ayah, dia suka semakin banyak bicara jika kau menjawab terus. Kau lihat! kelima anak kita sudah berlarian masuk ke dalam rumah? kau akan meneruskan perdebatan dengan ayahku? tidak ingin bermesraan denganku?" Laras menunjukkan jurus itunya untuk meluluhkan hati sang mafia agar tidak berlarut-larut melakukan perdebatan dengan sang ayah mertua.


Mendengar kata perasaan langsung membuat Alex bersemangat, dia merangkul pundak sang istri dan segera mengajaknya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Kau memang istriku yang terbaik," ucap Alex sembari berjalan meninggalkan kedua mertuanya di dalam garasi.


Tuan Hans kini mode serius. Dia menatap wajah sang istri dan mengatakan hal yang mengejutkan wanita itu.


"Fira, kau masih mengingat Raf? si Rafles? tanya Tuan Hans mengingatkan tentang pria yang telah lama mengincar sang putri.


"Oh, pria itu? yang sekarang menjadi anggota kepolisian? teman Laras waktu kuliah kan?" Nyonya Fira ternyata masih mengingat si Raf, pria sok percaya diri yang angkuh.


"Iya, dia sekarang ada di New York dan ingin mencari Laras. Aku khawatir pria itu melakukan tindakan diluar batas. Dulu tanpa henti dia menemuiku, pria itu berbicara terus terang jika ingin melamar Laras, tetapi aku beralasan Laras masih bersekolah dan aku tidak mengizinkan anakku menikah di usia dini, tetapi kemunculannya yang tiba-tiba ini membuatku resah." Tuan Hans memikirkan hal yang lebih berbahaya dari sekedar kemunculan Raf kembali. Dia mengetahui seluk beluk tentang Raf, pria tersebut hanya memiliki paras yang tampan tetapi tidak track recordnya sebelum menjadi anggota kepolisian.


Raf, masuk menjadi anggota kepolisian melalui jalur suap karena kedua orang tuanya berpengaruh dan memiliki jabatan penting di kantor kepolisian pusat. Raf tidak perlu berlatih ataupun melakukan hal selayaknya calon anggota kepolisian yang harus menempuh beberapa pendidikan untuk menjadi anggota polisi sejati. Dia langsung masuk ke anggota inti kepolisian dan melanglang buana ke seluruh dunia, meskipun begitu kemampuannya memang tidak diragukan lagi, hanya saja mentalnya begitu buruk. Selain suka mabuk-mabukan dan berkelahi, dia terkadang bermalam dengan seorang wanita di dalam hotel, itu ia lakukan saat mabuk. Setelah itu dia merupakan wanita tersebut, Tetapi dia selalu mengatakan jika hanya Laras yang ada di hatinya.


"Bulssshiitt*t, aku katakan padanya jika cinta yang diberikan Raf kepada Laras hanyalah semu, tidak sekuat cinta Alex kepada anak kita." Tuan Hans menjelaskan panjang lebar tentang siapa Rafles sesungguhnya, Nyonya Fira terlihat syok.


Selama ini, dia tidak mengetahui apapun tentang Raf yang yang melamar Laras. Setelah fakta yang sebenarnya terbongkar, istri kepala polisi itu merasa cemas.


"Ini sangat berbahaya suamiku, apakah Alex sudah mengetahui jika Raf adalah orang yang yang berbahaya? Alex sedang tidak dalam performa terbaiknya, aku khawatir jika menantuku ini kembali tumbang saat harus berhadapan dengan musuh yang menyebalkan itu, mana bisa meminta Laras menjadi istrinya sedangkan dirinya saja memiliki segudang aib dan kejahatan yang tersembunyi. Aku saja, jika menjadi dirimu, akan langsung menolaknya, tanpa basa-basi sedikitpun." Nyonya Laras ikut kesal dengan kemunculan Raf. Dia tidak habis pikir dengan tingkah teman kuliah Laras itu. Memaksakan kehendak tetapi pria tersebut memiliki sifat yang buruk.


Tuan Hans juga seorang anggota kepolisian, dia tidak bisa secepat itu memutuskan siapa yang salah dan siapa yang benar. Pada intinya, Tuan Hans hanya akan memberikan keadilan kepada yang berhak mendapatkannya.


Untuk kasus Raf, dia memberikan keadilan yaitu itu secara tidak langsung meminta pria tersebut untuk mengalah dan menyerah. Tetapi respon yang di tangkap oleh Raf bukan seperti itu, Tuan Hans harus bekerja keras menangani orang yang satu profesi dengannya namun memusuhi menantu mafianya, itu sudah dipastikan karena Raf terlalu terobsesi dengan Laras, sudah bisa di pastikan, Raf akan membenci bahkan menyingkirkan Alex yang notabene adalah suami Laras.


"Apa selanjutnya tindakan yang akan kau lakukan?" tanya Nyonya Fira dengan wajah mode serius, seperti wajah sang suami.


"Alex akan bermain cantik, dia tidak akan merugikan statusnya sebagai bos mafia juga statusku sebagai kepala polisian. Dia tahu apa yang akan dilakukannya, kau tahu kan siapa Alex? dia itu pria bodoh yang sok cerdas, diam jadi bos mafia adalah suatu keberuntungan," ledek Tuan Hans karena mumpung sang mafia tidak berada di dekatnya, sang kepala polisi memuaskan diri untuk meledek sang menantu, hal yang paling ia sukai selain mengerjai Alex.


Namun, semua itu harus segera berakhir ketika Alex muncul kembali di tengah-tengah mereka.

__ADS_1


"Telinga kiriku sangat panas seperti terbakar api, pasti ayah mertua sedang menjelek-jelekkanku ya?" Alex kini sudah berada di depan kedua mertuanya, dia kembali beraksi.


"Pak tua, aku mendengar apa yang kau bicarakan tadi. Terutama saat kau mengatakan jika aku adalah bos mafia yang beruntung? apa maksudmu? aku mendapatkan semua ini karena usaha dan kemampuanku yang memang luar biasa, tidak sepertimu yang hanya bisa berkata tanpa menunjukkan bukti yang valid!" timpal Alex dengan sombongnya sembari membalas ucapan Tuan Hans.


"Haha, telingamu lumayan juga. Eh Lex, nggak usah berdebat lebih baik kita berbicara tentang rencana kita menghancurkan Raf!" Tuan Hans tidak ingin terlalu membicarakan hal tidak penting, apalagi soal meledek, dia akan kalah dengan sang menantu. Sebagai pria yang juga ahli ngeles, dia akan mengalihkan semua perhatian pada kasus yang lebih penting dari sekedar saling mengejek.


Alex langsung berubah raut wajahnya saat mendengar nama Rafles di sebut, bak seorang malaikat maut yang siap menghujam tombak ke arah perut para pendosa, sang mafia begitu menyeramkan.


"Stop ayah, aku sedang tidak ingin membunuh orang. Kita lebih baik berkumpul di ruang keluarga, hentikan sejenak tentang permusuhan dan pertarungan. Aku baru saja sembuh dari luka parah akibat pukulan Asley, apakah ada yang tidak merasa kasihan padaku?" Sang mafia berusaha menahan diri agar tidak melakukan tindakan Di luar batas, selagi dirinya masih belum pulih sempurna.


"Baiklah, aku akan menuruti ucapanmu! mari kita masuk kedalam untuk berkumpul bersama anggota keluarga yang lain!"Tuan Hans mengajaknya Fira masuk ke dalam rumah, sedangkan sang mafia mengatakan ingin keluar rumah karena ingin berbicara dengan para anggotanya.


Kedua mertuanya mengangguk, mereka masuk ke dalam rumah terlebih dahulu.


Perlahan tetapi pasti, sang mafia berjalan menuju para anggota yang sedang berjaga di depan rumahnya. Setelah mendekati salah satu anggota, dia meminta anggota yang lain untuk berkumpul.


"Apa kabar kalian semua anggota Death Angel! aku sangat berterima kasih atas jasa kalian menjaga rumahku ini, aku memerintahkan kepada kalian semua saat aku tidak berada di rumah tolong jaga semua anggota keluargaku dari ancaman para musuh, Jangan pernah meninggalkan kan rumahku tanpa perintah dariku!" ucap sang mafia dengan tegas.


"Siap bos! kami akan melaksanakan tugas kami dengan baik! bos terima kasih telah kembali dalam keadaan baik-baik saja," jawab semua anggota Death Angel dengan serentak.


Sang mafia tersenyum, dia merasa bahagia karena para anggotanya sangat memperdulikan dan mengkhawatirkan keadaannya.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2