Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 118


__ADS_3

Kebersamaan pagi ini sangat berkesan, apalagi ada dua ronde yang masih belum terselesaikan. Laras yang tertidur lelap di pelukan sang kekasih tiba-tiba terbangun karena perutnya terasa lapar.


"Sayang, aku lapar," ucap Laras.


"Aku sudah mengambil dua box makanan yang ayahmu berikan sebelum dia pergi, di sana juga ada jus jeruk kesukaanmu," ucap Alex yang tak kuasa untuk mencium bibir ranum sang isteri.


"Sayang? kita jeda sebentar, makan dulu ya?" pinta Laras.


"Baiklah, kau diam di sini, akan aku ambilkan," ucap Alex.


Saat Laras meminta jeda, hati Alex tidak rela, dia tetap ingin bermesraan dengan isterinya meskipun jeda waktu belum usai.


"Sayang, mengapa kau masukkan pizza itu kedalam mulutmu? kau hanya mengambilkan satu untukku, bagaimana caraku memakannya?" tanya Laras.


"Kau tinggal dekatkan mulutmu dengan pizza di mulutku ini, apa susahnya?" ucap Alex.


"Kau licik, aku tidak mau!" jawab Laras.


Sang isteri memilih untuk turun dari ranjang dan melilitkan selimut di dadanya yang penuh cap merah, tanda kepemilikan yang di berikan oleh sang suami.


"Kau mau kemana? kau bilang tadi mau makan?" tanya Alex.


"Aku jadi tidak berselera, kau membuat selera makanku hilang," jawab Laras.


Alex tersenyum mendengar ucapan isterinya itu, dia mengetahui jika Laras sangat kesal, tingkahnya yang seperti anak kecil itu membuat Laras tidak habis pikir, selalu saja manja dan tidak ingin jauh, definisi budak cinta yang sesungguhnya.


Laras masuk ke dalam kamar mandi, dia menghidupkan shower dan membiarkan tubuh mungilnya basah karena air yang mengalir dari atas kepalanya.


Dia menikmati sesi pembersihan diri itu, hingga suara pintu terbuka membuatnya terkejut.


"Dia memang tidak sabaran," ucap Laras yang mengunci rapat bilik kaca yang ia gunakan untuk mandi itu.


"Cepatlah! kau ingin membuatku menjadi binatang buas? aku tidak ingin menunggu terlalu lama!" teriak Alex kesal.


"Iya, setelah ini aku keluar, berbaringlah dulu di ranjang, kau kan belum istirahat," pinta Laras.


"Sebelum ronde ke 2 usai, aku belum ingin tidur, kau tahu? ini kesempatan langka untuk kita!" jawab Alex memaksa.


"Oke, aku minta tolong ambilkan handuk," pinta Laras.


"Keluarlah, sudah ku ambilkan," jawab Alex.


Laras tidak ingin tertipu oleh bos Alex, dia hanya membuka sedikit pintu itu, saat handuk itu berhasil ia raih, segera Laras menutup pintu itu dengan cepat.

__ADS_1


"Sial! kau licik ya hello kitty!" pekik Alex.


"Aku bukan hello kitty, tetapi singa betina, apa kau lupa dengan sebutan yang kau buat sendiri?" goda Laras.


"Hahaha, apa kau menyukainya?" tawa bos Alex.


Sebelum sempat Laras menjawab, ia sudah keluar dari bilik kaca itu. Alex menatap tajam wajah isterinya itu.


"Kau cantik," rayu bos Alex.


"Dari awal bertemu kau selalu memanggilku cantik, apa kau tidak bosan?" tanya Laras.


"Mengapa harus bosan, kau kan memang cantik, ayo sayang! lakukan saja di sini ya?" rengek Alex.


"Kita makan dulu, baru aku akan memulai ronde ke duanya, jika salah satu pasangan tidak menikmati sentuhan, kebahagiaan tidak akan tercapai," ucap Laras beralasan.


"Sial!" umpat Alex.


Sang mafia keluar dari kamar mandi bersama sang isteri, setelah Laras selesai berganti pakaian, sang suami kemudian mengajak Laras makan pizza bersama di bibir pantai.


"Indah sekali, tetapi juga panas," ucap Laras yang duduk di atas pasir dengan matahari yang ada di atas kepalanya.


"Kau tahukan sekarang, rasanya panas tepat di ubun-ubun, itu yang saat ini aku rasakan," gerutu Alex.


"Lebih enak memakanmu," goda Alex.


Dengan cepat Laras membungkam mulut Alex dengan mulutnya, entah keberanian darimana yang Laras dapatkan hingga bisa senekat itu. Sang mafia tidak merespon, dia pura-pura marah. Laras tidak perduli, dia mulai menyusup ke bawah sana. Bermain disana cukup lama, sang mafia masih mempertahankan kesadarannya, dia tidak ingin kalah dari sang isteri. Laras terus melancarkan serangannya, dia melepas helai kain yang yang menutupi tubuh suaminya.


"Tubuhmu indah sekali sayang, berotot dan seksi," puji Laras.


"Kau baru tahu?" jawab Alex yang kini mulai menguasai permainan.


Sang mafia membalikkan keadaan, kini dia berada di atas tubuh sang isteri, dia mulai mencium bibir ranum itu dengan sesekali bermain di dalam mulutnya. Gigitan kecil di bibir sang isteri membuat suasana menjadi semakin panas.


"Akan aku buktikan jika aku mampu membuatmu bahagia," ucap bos Alex.


Dia tidak ingin menyiksa sang isteri dengan bermain di bawah sinar matahari yang terik. Dengan sigap bos mengendong Laras ke dalam dan merebahkan tubuh mungilnya di atas sofa.


"Kau ingin di sini?" tanya Laras.


"Iya, pizza belum habis, makan lagi sisanya," jawab Alex yang mengambil sisa satu box pizza yang ada di kamar utama.


Kali ini Laras yang tersiksa, dia memiliki hasrat yang berlebihan daripada bos Alex. Dia ingin sekali menyerang lebih dahulu, tetapi dia malu. Sang isteri gigit jari melihat bos Alex lebih fokus kepada pizza dan menonton televisi.

__ADS_1


'Aku terlalu jual mahal dan aku kena batunya,' batin Laras yang terus saja menatap wajah tampan sang suami.


"Kenapa kau menatapku?" tanya bos Alex.


"Oh iya, itu...hanya menatap saja, kau pelit sekali!" jawab Laras kikuk.


Alex menarik tubuh sang isteri ke dalam pangkuannya dan membenamkan wajahnya di dada sang isteri.


"Wow! jantungmu berdegup kencang! apa kau gugup?" goda Alex.


"Tidak, kau ini pandai sekali menyimpan sisi brutalmu," jawab Laras.


Alex tidak menjawab, dia memejamkan matanya dan memeluk tubuh sang isteri dengan erat.


"Kau selalu membuatku candu," ucap bos Alex.


"Cintailah aku sebesar yang kau bisa, karena akupun akan membalas dengan rasa yang lebih darimu," jawab Laras.


"Jangan pergi, tetaplah di sisiku, memelukku," tukas bos Alex sembari menatap wajah sang isteri.


"I love you sayang," ucap Laras penuh cinta.


"I love you too, sayang," jawab Alex.


Mata mereka berdua saling menatap, menimbulkan sensasi jantung yang berdebar, dalam sekejap, bibir mereka kembali bertaut, kini iramanya lebih teratur dan tidak menuntut. Kedua tangan Laras melingkar di leher bos Alex, sedangkan tangan bos Alex melingkar di pinggang sang isteri.


"Ini sangat nyaman sayang, ciumanmu terasa hangat," jawab Laras yang melepaskan tautan bibir itu.


"Kau juga, aku begitu menginginkanmu," ucap bos Alex.


Sang mafia membelai wajah sang isteri dan mengagumi sosok itu, cinta pertama dan terakhir dalam hidupnya.


Mereka menikmati pelukan itu, sampai lupa akan ronde dua dan tiga lagi. Sangat intim dan bermakna. Arti kebahagiaan yang sesungguhnya, dalam kedamaian, dalam keheningan, cinta yang abadi dari gadis biasa dan bos mafia.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Note : Di larang baper, karena baper itu mahal harganya secara visual emang othor masih umpetin😂🤗🤭🙏, author auto ngebut agar Laras cepet hamil, 🤭🤭🤭🤭🥲💪🤗🤗😂😂


Jangan lupa like, komen, vote sebanyak-banyaknya agar kisah mereka terus berlanjut!


Love you untuk reader setia Cinta Satu Malam Bos Mafia!


Salam bucin♥️♥️♥️ LARAS ♥️ ALEX♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2