
Perjalanan menuju apartemen Tuan Win terasa sangat lama karena jalan yang mereka lalui 2x lebih jauh dari jalan yang biasanya.
Mereka melakukan hal ini karena untuk menghindari kejaran polisi. Kota Macau hari ini dan beberapa hari kedepan terlihat sangat padat oleh penjagaan anggota kepolisian. Aldren yang bersembunyi dibalik pemimpin kota tersebut mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pergerakan sang mafia dan gengnya. Alex benar-benar dibuat tidak bisa melakukan apapun, semua sudut kota Macau telah dijaga ketat oleh anggota kepolisian.
"Aldren memberikan pengaruh yang buruk terhadap dirimu Lex, dia bahkan membuat citramu semakin tidak baik didepan dunia internasional. Padahal, kau terkenal sebagai CEO Dounghun Farmasi, dan ini sangat mempengaruhi perusahaan farmasi milik mertuamu itu. Apalagi, ayah mertuamu adalah seorang anggota kepolisian yang secara tidak langsung akan terlibat dalam permasalahan yang sedang membelit mu."
Joan menganalisa apa yang akan dilakukan oleh Aldren. Dia menyadari satu hal, bahwa pria yang mengaku sebagai putra Tuan Fernando itu, ingin membuat Alex tidak berdaya dengan apa yang telah ia lakukan.
"Biarkan saja, aku sudah memiliki kunci agar bisa menutup mulutnya yang kurang ajar itu." Sang mafia yakin, dia mampu mengalahkan Aldren dengan adanya Mishel yang akan resmi menjadi istri Dimitri. Dia lebih mudah melindungi Mishel, dengan alasan telah menyingung anggota keluarganya, Alex akan dengan mudah menghancurkan Aldren.
"Betul bos, ada Mishel. Dia akan menjadi penolong kita." Joan sangat lega, dia juga beruntung mengenal Dafa di pesawat.
"Aku juga ada, aku akan mengabdi kepadamu bos! seperti layaknya Mishel, aku akan bersumpah sumpah setia. Jika kata-kataku tidak bisa dipercaya, penggal kepala adalah hukuman yang pantas untukku."
Dafa, Mishel, dua orang militan yang siap bergabung di dalam geng mafia milik Alex.
....
Perjalanan panjang menuju apartemen Tuan Win, akhirnya berakhir. Kini mobil yang dikemudikan oleh Dafa terparkir sempurna di depan apartemen Tuan Win.
__ADS_1
"Ayo kita turun," pinta Dafa.
"Oke," jawab Joan.
Beberapa menit setelahnya, mereka bertiga telah berada di dalam lift yang akan mengantar ke tiganya menuju unit apartemen Tuan Win.
Ting!
Pintu terbuka.
Ini saatnya ketiga orang tersebut keluar dari lift.
"Kau sering menginap di sini?" tanya Joan.
"Iya, saat masih bermain-main di meja judi, tapi aku tidak bermain wanita." Sang mafia langsung mengunci mulut Joan dan Dafa agar tidak banyak bicara.
"Wkwkk ... kau tahu saja apa yang ingin aku tanyakan kepadamu," ucap Joan. Dia ingin mengerjai sang mafia karena selama ini, dia mengetahui Alex adalah pria yang setia.
"Diam Jo, setelah ini akan ada yang marah," sindir Dafa.
__ADS_1
Alex langsung melirik kearah keduanya," Aku tidak akan marah, hanya saja ingin menghukum kalian berdua."
Sang mafia berjalan terlebih dahulu, dia terlihat sangat garang.
Joan dan Dafa berdiri di tempat, dia tidak bisa membayangkan hukuman apa yang akan diberikan oleh Alex.
Sang mafia berbalik arah," Aku hanya bercanda, tidak perlu menganggap dengan serius.".
"Haha ... terimakasih bos," jawab Dafa.
"Aku kan saudaramu, begitu baru bagus!" Joan lega, akhirnya dia bisa bernafas lega.
"Tidak ada hukuman untuk kalian berdua, tetapi aku memiliki tugas!"
"Apa itu bos?" tanya keduanya serempak.
"Mandikan Hero, singa jantan kesayanganku."
"Apa?" Joan yang mengetahui fakta bahwa singa jantan itu saat galak dan ganas membuatnya langsung merinding.
__ADS_1
....