
Sang mafia sungguh tidak berperasaan, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Membuat ketiga penumpang seperti berada di awang-awang.
"Lex, apa kau seperti ini saat marah?" tanya Yovan, tapi sang mafia tidak mengatakan apapun.
"Iya, dia memang seperti itu," jawab Willy, dia sudah memahami, jika sang mafia selalu melampiaskan amarahnya dengan mengendarai mobil secara ugal-ugalan.
Anggota polisi yang ada di kota New York juga tidak akan menilangnya, karena sama saja akan mendapatkan masalah yang lebih besar. Meskipun Alex akan tetap menuruti prosedur. Tapi untuk kali ini, tidak ada yang bisa menghalanginya menuju stasiun televisi.
Dia akan melakukan apapun untuk menyelamatkan kehormatan sang istri.
"Willy dan Zicko, kau turun di rumah tua, bawa dua pistol ini!" tukas sang mafia sembari melemparkan pistol ke arah jok belakang, dengan sigap, dua anggota Death Angel itu sudah menangkap senjata api tersebut.
Dia mulai menurunkan kecepatan mobilnya saat Zicko memberikan aba-aba jika rumah tua sudah dekat.
Beberapa menit kemudian, Zicko dan Willy berhenti di salah satu gang yang menuntun mereka menuju rumah tua yang di maksud.
"Will, Zick, aku percayakan kepada kalian si Dama brengsek."
"Siap bos!"
Wusssshhhhhh!!!
Saat dua orang itu turun dari mobil, sang mafia kembali tancap gas!
"Lex, kau mau membunuhku ya?" ucap Yovan. Dia merasa cemas, sang mafia akan membawanya menuju kematian.
"Haha, aku sudah seperti ini sejak dulu. Tapi Tuhan masih ingin aku hidup, karena ada anak dan istri yang harus aku jaga." Sang mafia menunjukkan sisi lainnya. Dia memang penjahat, tetapi pada akhirnya, penjahat 'pun memiliki hati nurani.
__ADS_1
"Maka dari itu berhati-hatilah mengendarai mobilmu, kau masih ingat anak dan istri kan?" Yovan berpegangan pada handle pintu mobil.
Respon sang mafia hanya melirik dan tersenyum tipis. Dia bahkan tidak menghiraukan kata-kata Yovan.
Dia semakin mempercepat laju mobilnya.
Dua puluh menit kemudian, mobil setan sang mafia sudah sampai di depan stasiun televisi yang di maksud.
Dia memarkir mobilnya di area parkir karyawan.
"Fiuh, sampai juga. Astaga Lex, kau membuatku jantungan."
"Haha, nyalimu ciut Yov! kau pakai topi ini, kau jalan ke arah kanan, aku kiri. Kau berpura-puralah tidak mengenalku, kita mencari Dio. Jika kau lupa wajahnya, bercerminlah! wajahmu 11 12 dengannya." Sang mafia melempar topi berwarna hitam, dia sangat senang menggoda Yovan.
"Cih, kau yang sombong! aku mana ada nyali ciut, kekasihku seorang anak dari konglomerat. Tapi orang tuanya mau menerimaku yang kere ini."
"Iya, aku tahu."
Keduanya berjalan berlawanan arah mencari Dio.
....
"Sial, pria itu dimana?" ucap sang mafia yang masih berusaha mencari keberadaan anak kedua dari Dama.
Saat dia fokus dengan pencarian sosok Dio, tiba-tiba...
Bruk!
__ADS_1
"Maaf Tuan," tukas orang yang menabrak sang mafia.
Alex dengan berbaik hati mengambilkan amplop coklat berukuran sedang yang terjatuh akibat keduanya saling bertabrakan.
Tapi saat dia menatap dengan seksama wajah pria di depannya, dia merasa jika dia...
"Dio?" ucap sang mafia masih dengan amplop coklat di tangannya.
"Bagaimana bisa kau tahu namaku?" Si pria yang berwajah mirip Dio langsung menatap sang mafia.
Matanya terbelalak kala mengetahui pria di depannya adalah...
"Alex Fernando?"
"Ya, ini aku." Sang mafia melepas topinya. Kini nampaklah wajah tampan nan rupawan yang mematikan itu.
....
Hay kakak semua!
Aku bawa lagi nih rekomendasi novel yang bagus untuk kakak semua 😘
Jangan lupa like komen dan tap ❤️
Love you all
__ADS_1
❤️❤️❤️