Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Hukuman untuk Raf!


__ADS_3

Di dalam markas...


Bug!


Raf terjatuh akibat pukulan sang ayah. Dia merasa jika anaknya itu tidak becus dalam menjalankan tugasnya. Tuan Dama sudah memberikan kesempatan kepada dirinya untuk bertemu dengan khayalak ramai dan menunjukkan sisi baiknya, bukan sisi bobroknya.


Bug!


Pria muda itu berusaha bangkit, tetapi Tuan Dama kembali melayangkan bogem mentahnya.


"Dasar anak tidak berguna! bagaimana bisa video seperti itu ada? jelaskan padaku, mengapa kau merekamnya dengan gadis yang kau tolong itu? ha? cepat bicara!"


Tuan Dama terlihat sangat marah, dia tidak mampu menahan diri lagi.


Sang ayah membuka lemari yang berisi koleksi senjata dari seluruh dunia, dia mengambil satu pistol.


"Jika isi dari pistol ini masuk ke dalam kepalamu, pasti akan sangat menyenangkan bukan?"

__ADS_1


Tuan Dama, seperti sang anak, ayah dan anak itu memiliki sifat yang sama. Dia bisa membunuh anggota keluarganya hanya demi popularitas, seperti contoh hari ini, dia bisa saja menghabisi Raf. Pria tua itu menganggap sang anak melakukan kesalahan besar, oleh karena itu harus mendapatkan hukuman yang setimpal.


Tetapi jabatan anggota kepolisian yang sekarang ada pada anaknya, dia mengurungkan niatnya karena Raf masih berguna untuk membalaskan dendam kepada Tuan Hans.


Jabatan kepala polisi itu akan sangat bermanfaat untuk Tuan Dama kedepannya, apalagi dia memiliki akses orang dalam yang mampu melindunginya dari orang-orang yang menentangnya.


Moncong pistol itu kini berada dikening Raf, sedikit saja mengatakan hal yang tidak berkenan di hati sang ayah, Raf harus siap pergi ke neraka secepatnya.


Dor!


Tuan Dama menarik moncong pistol yang sedari tadi berada dikening Raf, kemudian dengan sigap, ia menarik pelatuknya dan menembakkan pistol itu ke arah langit-langit.


Raf menyadari jika dirinya melakukan kesalahan, semua yang ada di video itu memang benar adanya.


"Dengarkan apa? hukuman untuk pengecut sepertimu adalah tembakan bertubi-tubi!"


Sang ayah sangat sakit hati dengan perbuatan sama putra, harusnya dia sudah mendapatkan umpan yang matang untuk memunculkan Alex Fernando yang terkenal sebagai mafia pencabut nyawa. Dia ingin sekali menjajal kemampuan sang mafia.

__ADS_1


"Tapi ayah, aku berjanji akan menyelesaikan masalah ini dengan cepat. Tolong kesempatan satu kali lagi!" Raf sampai bersimpuh di depan kaki sang ayah untuk mendapatkan satu lagi kesempatan agar dirinya tidak mendapatkan hukuman.


Sang ayah mulai berfikir, jika tidak ada salahnya memberikan kesempatan kepada anaknya, toh si anak masih memiliki kedudukan penting di anggota kepolisian. Jika karena kasus ini, dia lengser, akan sangat mengancam posisinya sebagai orang paling berpengaruh di kepolisian.


"Oke, aku akan berbaik hati menutup kasusmu hari ini, siapa yang tidak kenal Dama! aku sang penguasa yang akan membuat dunia gempar akan aksiku yang luar biasa!"


"Terimakasih ayah, terimakasih!


Raf akan mendapatkan angin segar, dia tidak perlu mendapatkan hukuman jika mampu menebus kesalahan yang sudah ia lakukan hari.


"Tapi hanya sekali, peluru ini akan kupastikan meringsek masuk dan bersemayam dikepalamu yang isinya hanya selangk*angan saja itu! jika gagal lagi!"


"Baik ayah!"


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2