
"Sayang, kau bawa anak-anak bermain, aku ingin berbincang dengan Guru Fu," pinta sang mafia.
Sang isteri langsung membawa kembar limanya bermain di kebun bunga belakang rumah Guru Fu. Sedangkan Tuan Hans dan Nyonya Fira sedang bersama isteri Guru Fu melihat greenhouse miliknya.
Guru Fu dan Alex duduk di sebuah tempat yang ada di lantai atas rumah itu.
"Tempat ini sungguh indah Guru, bagaimana bisa kau bisa tinggal di sini? bahkan jauh dari hiruk pikuk perkotaan." Sang mafia penasaran dengan apa yang ada di pikiran Guru Fu saat memilih tempat yang indah ini menjadi tempat tinggalnya.
__ADS_1
"Isteriku yang memilih tempat ini sebagai rumah kami, sebelumnya tidak ada apapun disini, hanya beberapa rumah saja. Oh ya, apa yang ingin kau bicarakankan Lex? sepertinya sebuah permasalahan yang pelik." Guru Fu mencoba menerka apa yang akan di sampaikan oleh sang mafia. Namun dia ragu, apa yang ada di otaknya berbeda dengan maksud sang mafia.
Melihat Guru Fu begitu serius memandangnya, Alex segera menjelaskan tentang maksud hatinya mengajak sang Guru berbincang hari ini.
"Guru, ada seseorang yang menerorku, coba kau baca isi dari secarik kertas ini. Dia meninggalkan kertas ini di bawah pintu, aku rasa dia pria yang membenciku dan menargetkan anak dan isteriku." Sang mafia menyerahkan secarik kertas itu kepada sang Guru.
"Lex, sudah dipastikan ini adalah Alvin, dia itu sangat membencimu. Aku tahu ini dari Fudo, kalau lebih baik segera bertemu dengannya." Guru Fu menyarankan kepada Alex agar menceritakan tentang si peneror kepada Tuan Fudo yang tapi mengetahui seluk beluk tentang Alvin.
__ADS_1
"Tapi bisa kan, Guru memberitahu beberapa fakta tentang dirinya?" tanya sang mafia, dia menatap wajah Guru Fu yang mudah serius.
"Dia itu sahabat Fudo, memiliki ijazah kedokteran dan mendirikan klinik kecantikan. Tetapi usahanya gulung tikar, Dia banting stir menjadi kurir narkoba. Dia terlalu frustasi, meskipun mengetahui jika itu menyalahi hukum, waktu itu Alvin Shin sangat terpuruk. Nah, saat transaksi narkoba itu dia bertemu dengan Fudo, mereka menjalin hubungan yang dekat. Fudo yang lebih dewasa darinya memberikan petuah, agar Alvin segera melepaskan diri dari belenggu narkotika. Tetua Death Angel itu, memberikan modal usaha sebesar 500 juta, sudah melepaskan Alvin. Sebagai balas budinya iya memberikan 50% penghasilan dari perusahaan yang baru ia rintis kepada Fudo. Persahabatan mereka terjalin baik, hingga Xiauling datang dan merusak segalanya. Dia mengatakan jika sang kakak, hanya memanfaatkan Alvin saja, tidak benar-benar menolong dirinya. Tanpa sengaja, Fudo mendengar ucapan yang dan langsung menjelaskan inti dari permasalahan. Namun, Alvin terlanjur sakit hati. Dia telah mengabdi kepada Fudo selama bertahun-tahun. Alvin Shin juga bekerja keras agar bisa mengembalikan uang 500 juta yang diberikan oleh Fudo. Setelah semuanya terbayar, dia berbalik melawan Fudo. Sampai sekarang mereka masih bersitegang, Xiauling adik dari Fudo yang selalu saja memberikan keburukan disaat dia masih hidup. Aku bersyukur jika kau membunuhnya, setidaknya berkurang 1 orang tidak berguna di muka bumi ini," jelas Guru Fu yang memberikan pencerahan dan beberapa fakta tentang Alvin.
"Ternyata, sebuah salah paham ya? tetapi mengapa Alvin juga mengincarku? ku rasa ada hal lain yang melatarbelakanginya. Aku dan Tuan Fudo jarang bertemu, aku dekat dengannya Tetapi setelah aku menikah aku fokus dengan perusahaan dan keluargaku, Aku penasaran apa motifnya melakukan hal seperti ini kepadaku dan keluargaku, Alvin Shin, dia cari mati!" Sang mafia mengambil secarik kertas yang tadi sudah terbaca oleh Guru Fu, dia menyimpan kembali di saku celananya.
"Iya sepertinya, aku tidak terlalu mengurus mereka berdua karena tugasku juga lebih berat waktu itu. Banyak teror yang dilancarkan oleh musuh-musuh yang lain, aku harus membereskan mereka. Tapi saat ini aku bisa membantumu, kita temui Fudo bersama." Ide yang cemerlang dari sang Guru, setelah mereka bertiga bertemu masalah akan semakin lebih mudah diselesaikan.
__ADS_1
Alex setuju dengan ide Guru Fu, dia berharap Alvin Shin segera muncul kepermukaan, agar dia bisa menghabisinya dan tidak mengganggu keluarga kecilnya lagi.