Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Peringatan Tuan Dama!


__ADS_3

Raf bangkit, dia segera memeluk sang ayah yang masih menggenggam pistol ditangan kanannya.


"Ayah bukannya tidak menyayangimu, tetapi ini demi kebaikanmu. Kau tahu kan? Dio adalah adikmu yang paling tahan banting, saat dia melakukan kesalahan, terutama saat dirinya tertangkap oleh pihak kepolisian, aku mengejarnya habis-habisan. Tetapi dia tidak menyerah untuk membuktikan kepadaku bahwa dia bisa menjadi penjahat yang profesional, pada akhirnya aku akan menolongnya karena adikmu menepati janji. Begitu 'pun denganmu, peraturan itu juga berlaku untukmu. Jangan melakukan kesalahan lebih dari 2 kali, jika tidak ingin hidupmu berakhir dengan cepat."


Tuan Dama memang seorang ayah yang tegas dan kejam, dia akan menghajar anaknya sampai babak belur jika sang anak tidak mampu menuntaskan tugas yang sudah ia berikan.


Ayah psikopat dan anaknya juga memiliki perangai kurang lebih sama dengan Tuan Dama. Tak ayal, meskipun baru saja dihajar, mereka berdua masih bisa bercanda dan tertawa bersama.


"Lebih baik kita minum dulu, sudah lama kita berdua tak melakukan hari ini! Hans brengsek itu membuat jarak diantara kita, harusnya kau selalu berada di sampingku tetapi kali ini kau harus menjadi dua orang yang berbeda. Penjahat dan penegak keadilan."


Raf mengangguk, dia mengikuti langkah sang ayah yang duduk di sofa dengan meja di depannya, meja itu banyak minuman merk terkenal dengan harga selangit.


Tuan Dama sebenarnya ingin merayakan kemenangan atas keberhasilan Raf menjaga image sebaiknya tetapi apa yang ia harapkan ternyata tak sesuai dengan kenyataannya.


Mereka duduk di sofa, Tuan Dama mengambilkan sebotol minuman untuk anak tercintanya.


"Untukmu, made in Paris! aku mendapatkan minuman ini dari adikmu, ayah mengirimnya ke sebuah sekolah musik untuk mengelabui sama orang yang sedang mencari dirinya. Untung saja Dio saat berada di bangku kuliah, gemar memainkan alat musik piano, jadi saat aku memasukkannya ke sekolah musik, yang sangat antusias dan menikmati peran barunya itu," ucap Tuan Dama, dia merasa bangga dengan anak keduanya yang memiliki sifat seperti ibunya yang yang pandai bermain piano.

__ADS_1


"Dio memang lebih dariku dalam segala hal, tapi untuk urusan wanita aku 'lah jagonya!" Raf membanggakan dirinya yang memiliki sifat cabul, pikirannya tak jauh dari wanita dan hanya wanita.


Tuan Dama merangkul pundak sang putra dan membisikkan sesuatu kepadanya," Jika soal itu, mirip sekali denganku! Hahaha."


Kedua orang itu tertawa bersama-sama sembari menikmati minuman mahal dengan harga fantastis itu.


Saat Tuan Dama dan Raf sedang terhanyut dalam dunianya masing-masing, Leo dan 2 anggotanya sedang mengendap-endap untuk masuk ke dalam gerbang markas Raf.


Mereka bertiga, menyusuri setiap jalan dengan hati-hati dan waspada. Hingga kaki mereka telah berada di samping gerbang markas Raf, mereka masih mengendap-endap dan segera melancarkan aksinya.


Leo mengalihkan perhatian dua orang yang menjaga gerbang markas tersebut, kemudian yang lainnya berusaha masuk ke dalam.


Dua anggota sang mafia mampu melumpuhkan dua penjaga gerbang markas Raf.


Setelah berhasil merangsek masuk ke dalam area yang lebih luas dimarkas Raf, Leo menghubungi Zico agar segera masuk ke dalam mengikuti dirinya agar tugas untuk menangkap Raf segera usai karena dia sudah muak membiarkan ketidakadilan merajalela di kota New York.


Tamat riwayatmu Raf!

__ADS_1


.


.


.


.


Bersambung...


Aku punya rekomendasi novel bagus dari temanku, kak Anha 😘



Jangan lupa like komen vote fav!


okey?

__ADS_1


love u all


❤️❤️❤️


__ADS_2