
Gadis Ranjang Tuan Mafia
Seorang gadis terlihat mendominasi dalam hubungan di atas peraduan ini, dia menggeliat bak ular yang sangat lincah.
Sang pria tampan begitu menikmati setiap sentuhan maha dahsyat yang di berikan oleh sang gadis.
Kini sang gadis meraba ke arah yang sangat sensitif, dia membiarkan tangan dan mulutnya beradu dalam menyenangkan sang pria juga membebaskan dirinya dari sebuah peristiwa kelam pagi ini.
"Ouh baby, apa kau memiliki dendam?'
Sang pria terlihat memejamkan mata dan sesekali menatap sang gadis yang berada di bawahnya.
Sang gadis menghentikan aktivitasnya sejenak dan menjawab pertanyaan pria tampan, dia terlihat mendongak," Kekasihku melakukan ini dengan sahabatku, apakah aku tidak boleh marah? Tidak boleh kesal? Diamlah! Aku akan membayarmu dengan harga lebih!"
Sang pria yang sudah tertarik dengan sang gadis karena sifatnya yang berbeda, membiarkan sang gadis berada dalam imajinasinya, membuat sebuah fantasi tiada akhir.
Sang gadis benar-benar membuat sang pria menjadi hilang akal, gadis itu sungguh kuat dan tidak ada rasa lelah sedikitpun, mungkin ini efek sakit hati yang baru saja ia alami.
Dia memang sudah berniat ingin melepaskan rasa kesalnya dengan menghabiskan satu malam dengan seorang pria dengan wajah tampan, dia tidak menemukan pria yang lebih keren dan tampan dari sang kekasih.
Hingga dia tidak sengaja menabrak seorang pria dan memberikan jaminan uang senilai 100 juta jika mau melakukan one night stand dengannya.
Sang pria awalnya menolak karena dia sudah terlalu kaya dengan uang hanya 100 juta, dia merasa harganya terlalu murah.
__ADS_1
Namun, ketika melihat raut frustasi itu, dia tidak tega dan membiarkan tubuhnya di pinjam sebagai alat untuk memu a s kan kekesalan sang gadis.
Sang pria deal menjadi pria satu malam bagi sang gadis.
"Yes baby! Yeah."
Suara itu terlalu bersemangat untuk seorang gadis yang sedang merana, entah mengapa dia merasa sedih di tengah permainan dan menghentikannya.
"Ada apa? Apa kau lelah?"
"Tidak. Cukup, aku sudah tidak mau lagi, aku akan mandi dan membayar mu!"
Sang gadis yang merasa sudah tidak membutuhkan sang pria, terlihat beranjak dari peraduan dan mengambil ponsel untuk segera mentransfer uang pada sang pria.
Dia ingin lebih.
"Aku belum selesai, kau harus menuntaskannya."
"Aku hanya ingin bersamamu sesuka hatiku, kenapa kau protes? berapa nomor rekeningmu?'
Sang gadis telah bersiap dengan ponsel dan menunggu sang pria mengucapkan digit nomor rekeningnya, tetapi apa yang terjadi sungguh di luar dugaan, sang pria justru menarik tubuh sang gadis di dalam pelukannya.
"Aku yang bekerja sekarang."
__ADS_1
"Apa maksudmu?"
Sang gadis tidak menduga jika sang pria memberikan sentuhan yang tak biasa, ini membuatnya terbawa suasana dan sekejap membutakan mata dan hatinya.
Peristiwa yang tidak ada dalam ingatannya, mengalir begitu saja.
"Kau sangat cantik!"
Sang pria membelai wajah sang gadis dan menjadi satu dengan sang gadis.
Irama cinta itu terdengar sangat jelas, harmoni kehangatan juga begitu terasa.
Segala posisi telah di lakukan dan saatnya pelepasan cinta pun hadir.
Keduanya melepaskan dengan kesadaran yang nyata, hanya saja sang gadis tidak merasa hal ini istimewa.
"Sudah aku tuntaskan, aku akan membayar jasamu, aku harus pergi."
"Tidak semudah itu."
"Apa yang kau inginkan?"
"Tubuhmu!"
__ADS_1
***