Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 105


__ADS_3

Selama tiga hari tiga malam, keduanya bergumul di atas ranjang, hingga membuat kedua orang tua Laras khawatir dengan mental bos mafia.


"Alex mungkin mentalnya terganggu," ucap tuan Hans saat menyeruput kopi di ruang tamu.


"Aku setuju dengan caranya, dia sedang berusaha memunculkan banyak cucu untuk kita, kau dukung saja dia," pinta nyonya Fira.


"Iya, aku tahu, tetapi apa Laras tidak akan kelelahan? dia bisa sakit," jawab tuan Hans sembari meletakkan secangkir kopi di atas meja.


"Aku yang akan mengurusnya, Alex dan aku adalah satu tim, kami tidak akan membiarkan Laras sakit, kau tunggu saja, cucu kita akan segera hadir," ucap nyonya Fira.


Di sela perbincangan nyonya Fira dan tuan Hans, Alex keluar dari kamar utama, seketika itu juga, bos mafia mendapatkan ejekan dari sang ayah mertua.


"Ini dia juara kita," celetuk tuan Hans.


"Cih, juara apa maksudmu ayah mertua?" tanya Alex.


"Sudah berapa ronde sejak pertama kali kau bermain?" tanya sang mertua.


"Lima belas dalam tiga hari," jawab Alex.


Mata sang ayah mertua terbelalak, dia tidak percaya sang menantu begitu perkasa.


"Kau memang juaranya juara!" puji tuan Hans.


"Ini berkat bantuan ibu mertua yang tiada henti memberikan asupan gizi dan amunisi yang cukup selama tiga hari berturut-turut," jawab Alex.


"Apa ku bilang? menantu kita kan memang luar biasa, dia hebat di segala medan pertempuran," ucap nyonya Fira bangga.


"Ya...ya...ya...aku mengakuinya, tapi bagaimana keadaan anakku?" tanya tuan Hans.


"Dia sedang ada di dalam, aku keluar sebentar karena ingin menjauhkan mataku dari godaan putri kalian, aku tidak akan bisa berhenti jika satu kamar dengannya setiap detiknya, apa lagi dia sudah menjadi isteriku, wah aku tidak bisa menahannya!" jawab Alex dengan gaya santai dan sok cool nya.


"Cih! dasar bocah tengik! kapan kau akan berhenti menggila?" tanya tuan Hans.


"Setelah Laras positif hamil, aku ingin sekali dia segera hamil, aku ingin dia melahirkan anakku," jawab Alex.


"Lex, kau kemarilah!" pinta tuan Hans.

__ADS_1


Alex yang sedari tadi berdiri di depan pintu kamar utama, perlahan berjalan menuju ruang tamu dan duduk di samping ayah mertuanya.


"Ada apa ayah mertua?" tanya Alex.


"Aku sangat senang kau menjadi menantuku, terima kasih," jawab tuan Hans.


Suasana sudah mulai haru, tuan Hans memeluk tubuh menantunya dengan erat, dia berharap kepada sang mafia agar senantiasa menjaga anaknya.


"Lex, aku dan Fira menjaga anak itu dari bayi hingga sebesar itu penuh dengan kasih sayang, meski kami selalu sibuk dengan pekerjaan kami, tapi kami adalah orang tua yang hanya ingin kebahagiaan anak kami, dia selalu merasa sendiri saat kami harus bekerja, mungkin dia membenci kami karena tak mampu menemaninya tiap jam saat dia butuh kami, tapi percayalah aku dan Fira selalu berdoa untuk kebahagiaannya bersama orang yang ia pilih untuk menjadi pendampingnya," ucap tuan Hans.


"Tuan Hans, aku adalah seorang mafia, hidupku tidak lepas dari pertarungan, tetapi karena aku memiliki tanggung jawab sebagai suami Laras, aku akan membebaskan diriku dari tugas yang selama aku tanggung, sebelum Laras melahirkan anak-anakku, aku tidak akan bertarung, aku akan selalu berada di sampingnya, menjaganya, membahagiakannya, itu janjiku," jawab Alex merekatkan pelukan ke tubuh kepala polisi itu.


Nyonya Fira mendekati dua pria tampan itu, dia memeluk keduanya dengan penuh perasaan.


"Akhirnya kau luluh suamiku, kan sudah ku bilang, Alex menantu idaman, kau saja yang tidak percaya," ledek nyonya Fira.


"Hey, kenapa kau ikut memeluk kami? rasanya sesak, hentikan Fira!" ucap tuan Hans.


"Hahaha...kau ini, ini yang namanya keluarga, saling mendukung dan menyayangi," jawab nyonya Fira segera berpindah posisi, dia kini duduk di sebelah kanan sang suami, sedangkan Alex duduk di sebelah kiri tuan Hans.


"Sudah lama aku tidak merasakan kehangatan keluarga, setahuku hanya dalam angan jika aku memiliki sebuah keluarga utuh, apalagi statusku yang penjahat ini. Siapa gadis yang mau aku nikahi? hanya Laras yang menerimaku apa adanya," ucap bos Alex.


"Hey tuan Hans, kau juga harus tahu, setelah aku berkuasa di penjuru kota, tugasmu semakin ringan, bahkan kau bisa saja makan gaji buta," ledek bos Alex.


"Sial! diam kau!" jawab tuan Hans.


Pria tua itu beranjak dari tempat duduknya, dia seperti ingin menelpon seseorang.


"Roger, apa kau sudah menemukan pelaku penyelundupan heroin di bandara waktu itu?" tanya tuan Hans kepada wakil kepala polisi di sambungan teleponnya.


"Belum pak, dia masih bersembunyi di kota barat, sore ini kami akan mengepung tempat persembunyiannya," jawab tuan Roger.


"Bagus, kau kabari aku jika sudah selesai dengan tugasmu, pastikan pelakunya tertangkap," perintah tuan Hans.


"Baik pak! laksanakan!" jawab tuan Roger.


Tuan Hans menutup panggilan teleponnya, Alex penasaran dengan kasus yang sedang di tangani oleh ayah mertuanya. Dia kemudian bertanya tentang hal tersebut.

__ADS_1


"Apa pelaku yang menjadi incaran ayah mertua adalah seorang mafia kelas kakap?" tanya Alex.


"Iya, sejak kasusmu usai, dia yang merajai dunia narkotika, tetapi sangat sulit untuk pihak kepolisian menyergap mereka, para pelaku selalu saja pandai berkilah dan kabur begitu saja," jelas tuan Hans.


"Aku tahu siapa yang kau maksud," jawab Alex.


Bos mafia masuk ke dalam kamar utama, di tatapnya wajah cantik sang kekasih yang tengah terlelap tidur, tapi fokusnya bukan sang isteri untuk saat ini, alasannya masuk ke kamar utama adalah untuk mengambil ponsel miliknya.


Dia mengambil ponsel yang ia letakkan di atas nakas, setelah itu dia keluar dari kamar itu dengan perlahan agar sang isteri tidak terbangun.


Dia menghampiri tuan Hans di ruang tamu yang masih bingung dengan apa yang di lakukan oleh bos Alex.


"Hey mafia! kau bilang tahu siapa pelaku itu, mengapa kau pergi begitu saja?" tanya tuan Hans heran.


"Aku mengambil ponselku ayah mertua, aku akan membantumu menyergap orang itu, dia adalah Tien Lie, bos narkotika terbesar di seluruh dunia, dia selalu berpindah-pindah tempat persembunyian, jika mereka ada di kota barat, besar kemungkinan itu jebakan, aku pernah bekerja sama dengannya, tetapi karena dia licik, aku memutuskan kerjasama itu, sudah lima tahun ini tidak ku dengar namanya menggema, tak kuduga dia masih eksis di dunia narkotika," jawab Alex.


"Apa langkah yang akan kau tempuh selanjutnya?" tanya tuan Hans.


"Menyuruh anak buahku mencarinya," jawab bos Alex.


Bos Alex menghubungi seseorang dengan ponselnya, dia terlihat serius berbicara dengan sang anak buah.


"Kau cari Tien Lie, dia musuh kita sekarang!" perintah bos Alex.


"Baik bos! kami akan segera menyelesaikan tugas darimu, kau terima beres saja," jawab sang anak buah.


"Baiklah, lakukan dengan cepat dan tepat!" ucap bos Alex.


"Siap bos!" jawab sang anak buah.


Tuan Hans dan nyonya Fira terpaku dengan pria yang ada di depannya ini, mereka tidak mengira jika menantunya adalah seorang bos mafia yang hebat.


"Salut! kau hebat Lex," puji nyonya Fira.


"Biasa saja ibu mertua," jawab Alex merendah.


"Cih, sombong kau Lex!" ucap tuan Hans.

__ADS_1


Alex dan nyonya Fira menahan tawa saat melihat ekspresi kepala polisi yang sangat kesal karena tugasnya telah di tangani sang menantu.


__ADS_2