Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Lelah


__ADS_3

Alex tidak mengajak sang sang istri bertempur lagi, karena sejatinya dia hanya ingin membahagiakan sang istri bukan menyiksanya. Dia justru ingin mengajak Laras untuk pergi ke taman hiburan tempat kelima anaknya sedang bermain.


Laras Bahagia tidak terkira karena setelah sekian lama bisa berkumpul lagi dengan anggota keluarga yang lengkap.


Alex dan Laras melakukan pembersihan diri secara bersama-sama, tidak ada hal erotis ataupun hal yang yang mengundang hasrat.


Mereka berdua hanya saling membersihkan tubuh masing-masing kemudian berhenti sejenak untuk membilas tubuh yang penuh dengan busa itu menggunakan air yang mengucur dari shower.


Sepuluh mandi sudah mereka berdua berada di dalam kamar mandi, mereka berdua keluar dengan mengenakan handuk kimono.


Alex dan sang istri kemudian masuk kedalam ruang ganti untuk mengganti pakaian mereka berdua, hanya butuh beberapa menit untuk berganti baju.


Setelah semuanya siap, pasangan yang sedang berbunga-bunga itu kemudian keluar dari kamar mereka, menuju depan rumah tempat mobil mewah sang mafia terparkir rapi.


Langkah keduanya sungguh yakin karena hari ini adalah momen terbaik berkumpulnya seluruh anggota keluarga.


KLEK!


Pintu utama telah terbuka, mereka berdua berjalan beriringan sambil bergandengan tangan menuju mobil yang sudah terlihat jelas di kedua mata mereka.


"Lex, lepaskan tanganmu aku ingin masuk ke dalam mobil," pinta Laras.


"Oke," jawab sang mafia yang tidak basa-basi seperti sebelumnya.


Keduanya masuk ke dalam mobil, sebelum Alex mengendarai mobilnya menuju taman hiburan, dia memerintahkan beberapa anggotanya yang berada di sekitar rumah untuk menjaga kediamannya agar tidak ada orang yang mencurigakan berkeliaran di sana.


Semua urusan telah selesai, sang mafia langsung tancap gas menuju taman hiburan.


Di sepanjang perjalanan mereka berdua saling bersenda gurau seperti pasangan pengantin baru.


"Baby, apakah kau tahu seberapa besar cintaku kepadamu?" tanya Laras yang mulai menggoda sang suami.


"Aku tidak tahu, coba kau jelaskan berapa kadarnya?" jawab sang suami yang ingin tahu penjelasan dari Laras.


"Sebesar uang yang kau berikan kepadaku, Haha. Padahal kok sama sekali tidak memberikanku uang meskipun uangmu banyak sekali, kau itu sangat pelit!" Sang istri memang ingin bercanda dengan sang suami jadi dia mengatakan hal yang absurd.


"Jadi, cintamu kepadaku hanya 0%? berarti sama aku juga, cintaku padamu 0% tetapi tidak berdasar uang! aku bisa menyerahkan seluruh hidupku hanya untukmu, itu tak ada apa-apanya dengan uang yang aku miliki! apakah kau percaya apa yang aku katakan?" Sang mafia si pembuat sejati sudah mulai menunjukkan rayuan mautnya.


"Haha, ya aku tahu kau itu orangnya baik dan sangat pengertian tetapi aku tidak bisa menyerahkan nyawaku, bagaimana bisa aku menyerahkan nyawaku? kan ada bayi di perut ku! apa kau tidak ingin dia lahir?" canda sang istri yang membuat Alex tertawa.


"Wkwkwk, bagaimana bisa istriku yang imut ini sangat pandai bercanda, oke, aku percaya hal itu. Intinya kau adalah wanita yang sangat aku cintai dan aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi, sekalipun kau memintanya kepadaku!" ungkap Alex, yakini menjadi budak cinta sang istri.


Perjalanan berlanjut dengan pembicaraan tentang musuh yang berhasil ditaklukan oleh sang mafia.


Laras ingin mengetahui bagaimana cara Alex menghabisi musuh-musuhnya, tetapi sang suami tidak akan mengatakan apapun karena sang istri sedang hamil.


Laras pasti akan merasakan mual jika mendengar caranya menghabisi para musuh.


Sang istri sudah mampu membayangkan betapa sadisnya sang mafia saat eksekusi para musuhnya, jadi dia tidak akan bertanya lagi.


"Baby, aku ingin belajar beladiri setelah melahirkan, apakah boleh? sudah mengajukan dua kali pertanyaan kepadamu, tapi kok sepertinya menganggap niatku ini hanya sebuah angin lalu!" jelas sang istri yang kini ingin sekali belajar beladiri.


"Ehm, untuk hal itu aku belum bisa memutuskannya karena kau harus menjaga anak-anakmu, tidak perlu belajar bela diri tetapi suatu saat nanti aku pasti akan mengajarimu. Tenang saja baby, tapi olahraga ranjang harus lebih hot ya?" pinta sang suami yang selalu saja nakal!


"Ya, nanti bisa dipikirkan lagi," jawab Laras sembari menahan tawanya.


....


Taman hiburan Kota NY...


Mobil sang mafia kini telah terparkir di depan Taman Hiburan kota New York.

__ADS_1


Keduanya keluar dari mobil, kemudian Alex berinisiatif untuk menelepon Ibu mertuanya.


"Ibu, kalian ada di mana?" tanya sang mafia.


"Kami ada di taman hiburan NY, kau sudah eksekusi istrimu?" tanya Nyonya Fira yang terlalu vulgar.


"Sudah, cepat katakan posisi kalian dimana!" Alex merasa malu saat ibu mertuanya mengungkit tentang hal tersebut.


"Kami berada di wahana binatang, kau bisa tanya petugasnya. Apakah kalian berdua menyusul kami?" tanya Nyonya Laras yang sangat excited, dia senang karena Laras dan Alex tidak egois.


"Tentu saja, Kami datang untuk membantu ibu mertua menjaga anak-anak," jelas sang mafia dengan senyum yang mengembang karena dia bahagia bisa bertemu anak-anaknya di taman hiburan.


"Siap! kemarilah anak-anakku, menjaga mereka itu lelah sekali, aku salut dengan putriku yang standby 24 jam menjaga kelima baby A." Ibu mertua sang mafia sepertinya sudah menyerah, dia terbantu dengan kedatangan kedua orangtua kembar 5 tersebut.


"Oke, Ibu tunggu di sana aku akan membeli tiket!" Sang mafia memberikan ponselnya kepada sang istri, sedangkan dia berjalan menuju loket untuk membeli tiket.


"Ibu, ini aku Laras. Maaf, karena aku dan Alex, ibu harus mengasuh kelima bayiku, pasti ibu kelelahannya?" Laras merasa bersalah dengan apa yang sudah ia lakukan. Dia berharap sang Ibu tidak bersedih karena dirinya.


"Haha, terlalu berlebihan sayangku. Kau adalah anak gadis satu-satunya di keluarga kita, kau juga anak semata wayang ku, aku berbicara seperti itu karena memang aku kelelahan, tidak ada rasa sedih ataupun mengeluh. Aku hanya selalu kepadamu yang selalu menjaga mereka full tiap harinya." Sang ibu kembali memuji Laras yang selalu siap sedia menjaga kelima anaknya tanpa kerepotan meskipun dia sendiri masih belajar banyak tentang menjaga anak-anak.


"Ibu terlalu berlebihan," ucap sang anak.


Saat berbicara dengan sang ibu, dia melihat Alex melambaikan tangan kearahnya sembari membawa 2 tiket masuk.


"Ibu, Alex sudah mendapatkan tiket. Aku tutup teleponnya ya? sampai jumpa di wahana binatang," imbuh Laras berpamitan kepada sang ibu.


"Oke, aku tunggu kedatangan kalian."


Panggilan telepon itu berakhir, Laras menyusul sang mafia yang sudah berdiri di pintu masuk.


"Cepat sekali, kok pasti mengancam petugas loketnya ya?" canda Laras diselingi dengan senyum manisnya.


"Haha, kau lihat siapa yang menjaga loket?" ucap Alex, sembari menunjuk ke arah pos jaga.


Keduanya kini telah berada di dalam area taman hiburan, Laras mengingat jalan menuju wahana binatang. Dia suami bergandengan tangan selama mencari tempat kelima anaknya dan sang ibu berada.


"Apa kau ingat? dimana mereka berada?" tanya Alex yang masih kebingungan dengan posisi tempat yang mereka cari.


Di saat kebingungan melanda, Tuan Carlo hadir di tengah-tengah keduanya.


"Bisa saya bantu Tuan dan Nyonya Alex?"


"Bisa, datang diwaktu yang tepat Tuan Carlo!" ungkap sang mafia.


"Haha, tentu saja karena kalian kamu eksklusif Taman Hiburan ini. Oh ya, apakah kalian sedang mencari cucu dan nenek? mereka ada di wahana binatang, aku akan mengantar kalian berdua. Mari ikut bersamaku!" pinta Tuan Carlo.


Dia berjalan terlebih dahulu, kemudian Alex dan Laras mengekor dibelakangnya.


"Dia adalah pemandu jalan serta pemilik Taman Hiburan ini, tapi mengapa susah payah bekerja lagi? bukannya dia mendapatkan banyak uang dari bisnisnya ini?" bisik Alex pada sang istri.


"Aku tetap bekerja meskipun ini milikku, Taman Hiburan ini adalah gambaran kesuksesan yang sudah aku geluti dari awal berkarir di dunia bisnis. Jadi, aku memang tidak ingin berleha-leha, semua yang ada di tempat ini butuh makan. Aku akan tetap memberikan pelayanan yang memuaskan agar para pengunjung tidak bosan datang kemari," celetuk Tuan Carlo.


Dia mendengar apa yang dikatakan oleh Alex, meskipun itu dengan cara berbisik.


"Kau memiliki pendengaran yang super ya Tuan Carlo!" jelas Alex yang memiliki pandangan berbeda terhadap seorang pria tua pekerja keras ini.


"Diamlah kau pria muda yang pandai berkelahi, kok temuilah anak dan ibu mertua mu! mereka ada di sana." Tuan Carlo menunjuk ke arah wahana binatang. Di sana terlihat jelas lima baby A yang riang gembira karena bisa melihat banyak binatang terutama binatang buas kesukaan Alexis.


"Oke, aku kesana dulu ya? kau tidak perlu mengantarku! aku sedang tidak ingin mengeluarkan banyak uang."


Alex kembali bercanda dengan sang pemilik taman hiburan.

__ADS_1


"Aku tidak butuh uangmu bos mafia!" bisik Tuan Carlo sembari meninggalkan Alex dan Laras begitu saja.


"Hahaha, kena mental kau bos," ucap sang istri saat mengetahui suaminya mendapatkan pukulan telak dari sang pemilik taman hiburan.


"Cih! dia hanya berpura-pura sayangku, setelah ini pasti dia akan meminta uang lebih karena anak-anakku terlalu lama ada di sini." Alex lebih memahami Tuan Carlo daripada siapapun, tapi sebenarnya pria tua itu adalah orang yang baik. Sama sekali tidak meminta apapun darinya meskipun, dirinya sendiri meminta bantuan yang cukup banyak kepada sang mafia.


....


Di wahana binatang...


Alex lihat kelima anaknya sedang memberi makan seekor, dia segera menghampiri mereka bersama sang istri.


"Anak-anak Daddy? apa kabar kalian semua?" ucap Alex setelah berada di dekat kelima anaknya.


"Daddddyy!" pekik kelima baby A yang langsung berkumpul mengerumuni Daddy tercinta.


"Lama sekali daddy datang, aku sampai bosan menunggu," ungkap si kecil Adya.


"Iya, Daddy tidak sayang kami, hanya sayang mommy seorang." Mendengar kesedihan dari Alexis, membuat Alex dan Laras tidak tega.


Mereka menjanjikan kelima baby-nya untuk bermain sepuasnya di taman hiburan itu sampai malam tiba, Alex akan mendukung tempat itu karena biasanya Taman Hiburan akan tutup pukul jam 4 sore.


"Tuan Carlo, dia akan mendapatkan uang yang lebih dariku karena anak-anakku berada di tempat ini cukup lama," celetuk sang mafia diiringi senyum manis sang istri.


Laras bahagia memiliki suami pengertian macam Alex, dia tidak perlu mengatakan apapun, sang suami sudah memahaminya.


Namun terkadang dia harus banyak bicara garis sang suami mengerti, misalnya tentang berhenti untuk menyiksanya di atas ranjang.


Dia tidak akan mendengarkannya meskipun dia berteriak, Alex memang seperti itu, selalu bertindak sesuka nya tanpa memikirkan perasaan dan kekuatan yang Laras miliki.


Alex sudah terlalu menginginkan tubuh mungil yang sangat candu baginya itu, dia kan menghabisi dengan sekali tindakan wanita yang sangat ia cintai dengan kenikmatan duniawi yang sangat luar biasa.


"Lex, kau jaga anak-anak, aku ingin bicara sebentar dengan istrimu." Nyonya Fira meminta izin kepada sang anak menantu agar diperbolehkan berbicara dengan sang istri.


"Oke, pergilah kalian berdua. Aku akan menjaga anak-anak."


Setelah mendapatkan izin dari sang suami, Laras dan ibu mertuanya berjalan menjauhi wahana binatang menuju sebuah Cafe.


Keduanya kursi yang berada di outdoor.


Ibunya sesuatu kepada putrinya.


"Laras, aku ingin pulang ke kota Utara, apakah kau akan ikut?" tanya Nyonya Fira yang meragu jika putrinya mau kembali ke tempatnya yang dahulu.


"Tidak, aku akan di sini saja," jawab Laras.


"Masih banyak urusan yang harus aku selesaikan disana, apalagi suamiku juga banyak masalah, semoga segalanya menjadi lebih mudah di kemudian hari." Harapan sang ibu hal yang terjadi di kehidupan mereka akhir-akhir ini.


"Ibu selesaikan saja semuanya tetapi ada satu hal yang membuat Ibu berpikir. Richi meneleponku kapan hari, dia mengatakan bahwa ada seorang pria bernama Liu Earl, datang menemuinya. Dia meminta alamat Alex yang ada di New York. Tetapi Richi tidak memberikannya, masalahnya Liu Earl itu orang yang tidak bisa ditebak, bisa saja jahat bisa baik. Jadi aku ingin kau berhati-hati di sini, dia bisa saja datang dan membuat masalah," jelas sang ibu mertua memberikan informasi terkini yang baru saja ia dapatkan.


"Oke, hanya itu saja ibu?" tanya Laras masih kepo.


"Ibunya Juna menelponku, dia menanyakan kabar Hans. Aku kesal dibuatnya," jawab Nyonya Fira yang mengetahui bahwa ibunya Juna adalah mantan kekasih Tuan Hans.


"Kwkwkw, Ibu jangan cemburu dengannya. Bisa jadi dia ingin meminta bantuan atau kau apalah, pada intinya dia tidak mengganggu rumah tangga Ibu dan ayah," tukas Laras mencoba memberikan es batu kepada sang ibu akan tidak marah. Es batu berupa kata-kata menghibur.


"Semoga saja, Oh ya bagaimana keadaan kandunganmu? boleh memeriksakan kandungan?" tanya sang ibu penuh perhatian.


"Iya, aku belum melakukannya. Alex masih sibuk dengan pekerjaan jadi aku tidak ada yang mengantar." Laras memahami keadaan ini dan tidak mempermasalahkannya.


"Kau istri yang pengertian sayang, tetaplah seperti ini, jadikan Alex satu-satunya di hidupmu. Selama ini, ada Raf, Juna dan beberapa pria yang dekat denganmu dulu, hanya Alex yang paling serius diantara mereka," ucap sang ibu mertua yang sangat bangga terhadap bos mafia yang kini menjadi menantunya.

__ADS_1


.....


__ADS_2