
Tuan Zash menelepon Tuan Win, dia membutuhkan bantuan sang saudara untuk memberikan solusi kepada permasalahan yang sedang dihadapi Oleh Aldren, tanpa mengetahui bahwa ada Alex ada di balik Tuan Win.
"Halo Zash, ada apa kau tiba-tiba menelponku? apakah hanya ingin bertanya aku masih hidup atau mati?" tanya Tuan Win bergurau.
"Haha ... kau selalu mengerti apa yang ada di hatiku, iya apakah kau masih hidup?"
"Sudah mati, ini arwahku yang berbicara."
"Wkwk ... kau masih saja konyol, oh ya ... aku ingin meminta bantuanmu."
"Apa?"
"Temanku mendapatkan kesulitan, dia seorang yatim piatu dan tidak memiliki anggota keluarga, ya sedang bermasalah dengan anggota mafia sepertinya."
"Siapa namanya?"
"Aku lupa, sebentar aku akan menanyakannya."
Tuan Zash kemudian bertanya kepada adik tiri Alex itu," Siapa namamu? aku hampir lupa menanyakan hal ini, kau sudah lama mengenalku tetapi aku hanya tahu namamu bocah gila."
"Al, panggil saja namaku Al," jawab Aldren yang masih dalam pengaruh minuman beralkohol.
Dia kembali berbicara dengan Tuan Win.
"Namanya Al, apa kau mengenalnya?"
__ADS_1
"Namanya kurang jelas, aku tidak mengenalnya. Akan tetapi aku sepertinya bisa membantunya."
"Oke siap!"
"Tunggu aku, 20 menit lagi aku sampai di bar mu."
******
Tuan Zash menanti kedatangan sang saudara, dia mendapati Al muntah, biasanya Al seperti ini.
Dia segera memapah Al menuju ruangannya, di dalam ruangan tersebut Tuan Zash merebahkan tubuh Al di atas ranjang miliknya, dengan sangat telaten dia membersihkan muntahan yang ada di baju Al.
"Pria malang ini, dia terlalu keras kepala untuk mendapatkan bantuan dariku, apa salahnya aku membantunya, dia sepertinya orang yang banyak gengsi.
Dia telah selesai membersihkan segalanya, Tuan Zash juga baju dan celana Al menggunakan kain miliknya.
Sang saudara mengabarkan lewat pesan singkat bahwa dirinya sudah berada di depan bar.
Tuan Zash meninggalkan Al di dalam ruangannya kemudian dirinya menemui Tuan Win.
.....
Di depan bar ...
"Saudaraku!" ucap Tuan Zash sembari memeluk sang saudara, dia menyambut kedatangan Tuan Win.
__ADS_1
"Cih, kok baru menganggapku saudara hanya saat membutuhkan bantuan!" jawab Tuan Win sembari melepaskan pelukannya.
"Haha ... ya begitulah, aku memang semena-mena kepadamu sejak dulu."
"Haisssh ... masih saja kau simpan sifat jelek itu."
"Sudah tua dan belum punya pendamping, memiliki sifat jelek adalah suatu kelebihan."
"Mana ada? sudahlah daripada banyak bicara mari masuk ke dalam, aku ingin memperkenalkan mu dengan temanku yang bernama Al."
Tuan Zash merangkul pundak saudara dan mengajaknya masuk ke dalam ruangannya.
Tetapi saat dua orang itu masuk ke dalam ruangan Tuan Zash, di dalam sana tidak ada siapapun.
"Mana orangnya?"
"Ada tadi, apa dia kabur ya?"
Saat Tuan Win tak sengaja menemukan sebuah identitas dari geng Aldren, dia baru menyadari bahwa orang yang dimaksud Tuan Zash adalah Aldren.
"Astaga! dia adalah Aldren, musuh kebuyutan Alex," jelas Tuan Win sembari meraih kalung yang ada di lantai.
"Aldren? apa bocah itu bernama Aldren? pria yang sedang naik daun karena pemberitaan positif itu?"
"Iya, dia sedang mempropagandakan dirinya menjadi orang baik, sedangkan temanku bernama Alex ia jadikan sebagai orang yang sangat buruk."
__ADS_1
"Aku hanya melihat jika dia adalah orang yang baik dan sedikit gila, aku tidak menyangka jika dia ada Aldren, pria yang sering di ceritakan oleh Tuan Fudo."
*******