
"Debebah kau Lex!"
Saat Asley akan menembak kepada Alex, seorang anak buah datang untuk memberikan kabar jika akan ada dua orang penting dari negeri yang jauh.
"Siapa mereka?" tanya Asley, dia segera keluar dari pintu besi itu dan memasukkan kembali pistol ke dalam saku celananya.
"Tuan Mike dan Gerald, ingin menagih janji Tuan tentang kesepakatan dua puluh ribu ton heroin yang akan Tuan kirim kepada mereka. Apa sudah siap?" Sang anak buah kembali mengingatkan kesepakatan antara dirinya Mike dan Gerald. Di puluh ribu ton heroin di gadai dengan uang senilai 980 triliun rupiah. Cukup untuk membuat brangkas uang Asley penuh dengan kertas berharga itu.
"Sial! aku bahkan melupakan itu! ini gara-gara pria brengsek ini! ikat dia lagi!" pekik Asley kesal.
"Baik bos!" ucap sang anak buah.
Asley berjalan menuju ruang pertemuan khusus dengan helai kain berbalut noda darah.
Jarak ruang bawah tanah dan ruang pertemuan cukup jauh, dia mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Agar tidak terlalu kentara saat baru saja menjadi jagal.
Setelah penampilan paripurna, dia berjalan yakin menuju ruang pertemuan yang sudah tidak berjarak lagi.
__ADS_1
KLEK!
Pria itu membuka pintu ruang pertemuan. Kedua kakinya melangkah menuju kedua orang yang sudah menunggunya.
"Tuan Ge dan Mike, apa kabar? sudah lama tidak berjumpa. Oh aku ikut berbela sungkawa karena meninggalnya Nyonya Livi saat melahirkan baby George. Aku tidak tahu jika Nyonya Livi memiliki riwayat penyakit dalam. Meskipun aku tidak datang, tapi karangan bunga sudah ku kirim, semoga Nyonya Livi damai di surga." Asley duduk di antara kedua pria yang juga termasuk musuh Alex di masa lalu.
"Tidak masalah Tuan, terimakasih atas karangan bunga dan ucapan bela sungkawa anda. Aku tidak terlalu memikirkan kesedihan itu. Tuan Asley kemana saja? anak buahmu mengatakan jika kau sedang menyiksa musuh, apa itu benar?" tanya Gerald penasaran dengan musuh Tuan Asley.
"Nanti kalian juga tahu!"
"Sudah aku kirim ke markasmu lewat jalur laut. Polisi sudah mencurigaiku, aku harus berhati-hati jika tidak ingin bernasib seperti Dio. Dia di jebloskan di penjara oleh Alex Fernando dan menjadi DPO." Asley menceritakan tentang pendahulunya yang kurang cermat membaca situasi.
"Alex? apa dia juga ada di sini?" Gerald terkejut saat mendengar nama Alex Fernando di sebut.
"Kau mengenalnya?" tanya Ge, penuh semangat.
"Dia musuhku, juga orang yang merebut cinta pertamaku. Tak ku sangka dimanapun berada akan bertemu dengannya, tetapi urusanku dengannya telah usai, kami tidak pernah bersitegang lagi," jelas Gerald, namun Mike seperti tidak terima dengan ucapan Gerald.
__ADS_1
"Cih! Alex masih menjadi sasaran timah panas kami," ucap Mike sembari menatap tajam mata Gerald.
"Terserah kalian! aku hanya ingin kembali menyiksa musuhku, sampai datang wanita cantik yang akan menyelamatkannya."
Tuan Asley segera bangkit dari tempat duduknya. Namun Mike mencegahnya.
"Tunggu Tuan, siapa musuh yang sedang kau siksa itu?"
"Kalian berdua tidak perlu tahu, ini urusanku! terimakasih telah datang jauh-jauh kemari," jawab Asley penuh misteri.
Asley berjalan meninggalkan ruang pertemuan dengan hati lega, semua tujuannya telah tercapai.
Tetapi ada satu hal yang dia lupa, bos mafia adalah pria yang berpengaruh di dunia hitam itu, jadi semua pihak yang pro dengan sang mafia pasti akan menuntut balas.
"Perketat penjagaan markas! aku tidak mau ada penyusup datang!" ucap Asley di dalam sambungan telepon.
"Baik bos!" jawab sang penjaga gerbang markas.
__ADS_1